Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 26 Feb 2025 13:43 WIT

Aksi Front Solidaritas Pelajar Mimika: Kesehatan hingga HAM Lebih Penting dari MBG


Suasana aksi dari Front Solidaritas Pelajar Mimika yang menolak Program Makanan Gratis. (Foto: Istimewa) Perbesar

Suasana aksi dari Front Solidaritas Pelajar Mimika yang menolak Program Makanan Gratis. (Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Ratusan pelajar yang tergabung dalam Front Solidaritas Pelajar Mimika melakukan aksi menolak program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi ini dilaksanakan di Jalan C Heatubun (Jalan Baru) depan Gereja Kingmi Jemaat Bahtera, pada Rabu (26/2/2025).

Ratusan pelajar yang terdiri dari pejar SD hingga SMA dan Mahasiswa ini membawa berbagai tulisan seperti “Kesehatan, Ekonomi, HAM, Sosial, Budaya, dan Keadilan Lebih Penting Daripada MBG,”, ada pula “Kami tidak butuh makanan gratis, kami butuh pendidikan gratis,”, “Pendidikan Gratis terjamin daripada makanan gratis karena pendidikan gratis menjangkau jangka panjang masa depan Papua,”.

Koordinator aksi Aweida Degey ketika membacakan pernyataan sikap mengatakan dengan melihat dinamika sosial yang makin hari makin buruk, dan adanya program makan bergizi gratis (MBG) yang sudah diprogramkan oleh Presiden prabowo subianto, pelajar dan mahasiswa Timika sadar akan dampak buruk yang terjadi nantinya akibatnya mengkonsumsi makanan tersebut.

- Advertising -
- Advertising -

“Maka kami melakukan protes untuk menolak adanya program tersebut dan ada pula permintaan kami yaitu pemerintah pusat berikan pendidikan gratis dari pada makanan gratis yang ujungnya tidak ada manfaatnya,” ungkapnya

Mereka juga menuntut dua poin yakni (1) Kami front solidaritas pelajar menolak makan bergizi gratis (MBG), (2) Kami front solidaritas pelajar meminta pendidikan gratis.

Perwakilan BEM Universitas Timika, Yoki Sondegau mengatakan pihaknya sebagai penanggung jawab.

“Tadi kami melakukan aksi namun kepolisian mereka pikir kami akan melakukan longmarch jadi mereka sempat hadang dan mau bubarkan tapi kami dari BEM Universitas Timika bernegosiasi dengan kepolisian kami minta kepolisian supaya kasih kami waktu 10-15 menit untuk ungkapkan aksi dan akhirnya kami diijinkan dan kami bubar,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Transformatif di Tanah Tertinggi Papua: Dari Infrastruktur Megah hingga Mandiri Ekonomi

25 Mei 2026 - 19:19 WIT

Open House Kolese Le Cocq 2026 di Nabire : Ajang Prestasi, Persaudaraan, dan Fair Play Generasi Muda

23 Mei 2026 - 20:57 WIT

132 Tahun Misi Katolik, Ketua Pokja Adat MRP: Momen Aksi Nyata Untuk Selamatkan Alam Papua

21 Mei 2026 - 15:37 WIT

Bupati Intan Jaya: Masyarakat Sipil Tidak Boleh Jadi Target Konflik Bersenjata

19 Mei 2026 - 11:53 WIT

Pegiat Literasi Menghidupkan “Tubuh Buku” di Nabire

18 Mei 2026 - 08:27 WIT

DPW Tani Merdeka Papua Tengah Ikut Diklat Nasional di Bogor

18 Mei 2026 - 08:07 WIT

Trending di Umum