Site icon sasagupapua.com

Aksi Kemanusiaan Awali Rakerda I Pemuda Katolik Papua Tengah:Nyalakan Lilin dan Doa bagi Korban Konflik Papua

Aksi Lilin Kemanusiaan Awali Rakerda I Pemuda Katolik Papua Tengah:Nyalakan Lilin dan Doa bagi Korban Konflik Papua.( Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Suasana khidmat menyelimuti Kapela SMA Adhi Luhur Nabire pada Kamis (23/4/2026) sore saat momen misa dan lilin-lilin kecil mulai dinyalakan, menandai pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Provinsi Papua Tengah.

Cahaya lilin tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol perenungan mendalam atas konflik berkepanjangan yang melanda Tanah Papua selama puluhan tahun.

Ketua Panitia Rakerda, Hendrikus Yeimo, mengatakan aksi penyalaan lilin dan mengheningkan cipta ini merupakan bentuk empati paling dalam terhadap para korban kekerasan yang terus berjatuhan. Hendrikus menjelasman sejak tahun 1961 hingga 2026, masyarakat Papua terus mengalami penindasan dan praktik pembunuhan yang menyasar warga sipil, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, tenaga kesehatan, hingga guru.

“Tuhan adalah sumber segala kehidupan dan penyalaan lilin merupakan satu bentuk simbol kami merenung konflik yang berkepanjangan dari tahun 1961 sampai 2026, di mana orang Papua mengalami penindasan dan praktik pembunuhan yang tidak henti-hentinya. Ini adalah bentuk keprihatinan kami bagi mereka yang sudah mendahului kami melalui konflik ini. Kami merasa bersimpati karena mereka adalah keluarga kami, adik-adik kami, dan masyarakat tidak bersalah,” ujar Hendrikus Misa Pembukaan.

Dari kiri, Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPP Pemuda Katolik, Arnoldus Douw, Ketua Panitia Rakerda, Hendrikus Yeimo, dan Abeth A. You selaku Departemen Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik Periode 2024-2027. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)

Sebagai organisasi yang memegang mandat Gereja Katolik dari Vatikan hingga ke pelosok, Hendrikus menekankan suara perdamaian adalah harga mati.

Ia mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan poin penting kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerjanya baru-baru ini agar pemerintah mengambil langkah konkret melalui dialog.

“Solusi yang disampaikan oleh Pemuda Katolik Komda Papua Tengah kepada Wakil Presiden Republik Indonesia adalah tarik militer dan gelar dialog damai Jakarta dan Papua. Itu yang diharapkan oleh pemuda sebagai tulang punggung Gereja. Paus saja bicara damai, masa kami tidak membicarakan perdamaian? Itu poin utamanya,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Abeth A. You selaku Departemen Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik Periode 2024-2027 mengatakan aksi ini membawa pesan universal tentang nilai nyawa manusia yang tidak boleh diabaikan.

“Aksi pemasangan lilin Kemanusiaan ini dilakukan bukan untuk memprovokasi, melainkan untuk merenung dan mengingatkan kembali akan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Dalam keheningan tersebut, terpancar pesan kuat bahwa setiap nyawa berharga, dan setiap bentuk penderitaan layak mendapat perhatian serta kepedulian. Tragedi kemanusiaan ini bukan sekadar angka statistik atau berita singkat di media. Ini adalah realitas pahit yang dirasakan langsung oleh masyarakat sipil,” ungkap Abeth.

Ia juga menambahkan penderitaan tersebut nyata dialami oleh keluarga-keluarga di Papua yang hidup dalam ketakutan.

“Ada anak-anak yang kehilangan masa bermain karena ketakutan, keluarga yang terpisah, serta rasa tidak aman yang terus menghantui kehidupan sehari-hari di tanah sendiri. Pesan paling mendasar dari pemasangan Lilin Kemanusiaan di Kapela SMA YPPK Adhi Luhur Nabire ini adalah satu seruan lantang; Lindungi Rakyat Sipil di Atas Tanah Papua,” pungkasnya.

Selain menyuarakan isu kemanusiaan, Rakerda perdana ini juga dirancang untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan pembangunan di lapangan.

Hendrikus menjelaskan pemuda harus menjadi eksekutor program pemerintah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga pertanian.

“Kami mengusung tema besar membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Kami akan fokus pada agenda internal dan kemitraan, misalnya dengan MRP untuk kegiatan Jambore Pemuda Agama bersama, serta membantu pendistribusian alat-alat perkebunan bersama dinas terkait,” jelas Hendrikus.

Kegiatan Rakerda ini rencananya akan dibuka secara resmi pada hari Jumat (24/4/2026). Hingga saat ini, perwakilan dari lima kabupaten yaitu Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mimika, dan Puncak Jaya telah hadir di Nabire untuk menyukseskan agenda bersejarah tersebut.

Berikan Komentar
Exit mobile version