SASAGUPAPUA.COM, Nabire — Aliansi Pemuda Nabire yang terdiri dari Komunitas Peduli Nabire (Kopena), Pemuda Katolik Komcab Nabire, Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, dan Pemuda Flobamora menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kemanusiaan yang bersifat kontemporer ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, terhitung sejak Rabu (19/8/2026) hingga Selasa (25/8/2026).
Pembina Kopena, Titus Ruban, menjelaskan bahwa para relawan turun langsung ke jalan-jalan dan titik perempatan yang telah ditentukan untuk menyodorkan kotak sumbangan kepada masyarakat Nabire.
“Aksi ini akan dilakukan selama enam hari mulai hari ini sampai tanggal 25 melalui teman-teman yang turun di jalan di perempatan-perempatan. Hari ini dimulai di perempatan lampu merah Jalan Kusuma Bangsa, Honda dan beberapa titik lainnya. Kami menyodorkan kotak sumbangan kepada masyarakat sekiranya dapat mengulurkan tangan dan membantu saudara-saudara kita di NTT yang sedang mengalami musibah gempa bumi,” ujar Titus Ruban saat ditemui di Nabire, Rabu (19/8/2026).
Titus mengungkapkan bahwa penggalangan dana kali ini difokuskan pada bantuan berupa uang, baik yang dikumpulkan secara langsung di jalan maupun transfer bank. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan berupa dana dapat mengirimkannya langsung melalui Rekening Bank Papua dengan nomor 9000201144410 atas nama Pemuda Katolik Komisariat Cabang Nabire.
Setelah penggalangan dana selesai, pihak aliansi akan mengirimkan tim utusan maksimal tiga orang pada hari ketujuh atau kedelapan untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke lokasi bencana tanpa melalui perantara.
“Kami tidak mau lewat perwakilan, kami ingin melihat langsung penderitaan mereka. Nanti tim akan berangkat, membelanjakan kebutuhan logistik di Maumere kemungkinan bekerja sama dengan Bulog setempat lalu membagikannya langsung ke warga di satu titik lokasi yang sudah diidentifikasi jumlah kepala keluarga dan jiwanya,” kata Titus.
Pengalaman aksi kemanusiaan semacam ini bukan hal baru bagi Kopena dan Aliansi Pemuda Nabire. Sebelumnya, mereka telah sukses menyalurkan bantuan langsung untuk korban banjir Sorong, banjir bandang Sentani, gempa Palu-Donggala, serta musibah di NTT beberapa tahun silam. Titus menekankan bahwa seluruh penggunaan dana sumbangan masyarakat akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan dipublikasikan melalui media massa.
Titus mengajak seluruh warga Nabire untuk tergerak hati dan menyisihkan sebagian rezeki demi membantu warga NTT, mengingat Nabire juga pernah merasakan dampak bencana gempa bumi pada tahun 2004 dan 2006.
“Hidup ini perlu saling membantu. Saya teringat pesan Pak Kapolres Nabire, Samuel Tatiratu, yang menyampaikan bahwa jika kita punya baju walau cuma satu, tetapi kalau ada orang lain yang membutuhkan, berikanlah. Kami mengetuk hati masyarakat yang memiliki kelebihan untuk bersolidaritas demi kemanusiaan,” tutur Titus.