Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 25 Agu 2025 20:47 WIT

Amole Air, Kebanggaan Masyarakat Puncak Baru Tiga Bulan Mengudara Kini Mengalami Insiden


Sumber foto: Website resmi Kabupaten Puncak Perbesar

Sumber foto: Website resmi Kabupaten Puncak

“Amole Air Kecelakaan dan terbakar di Bandara Aminggaru Ilaga, Puncak,”

Begitu ramai postingan dengan caption beserta foto kondisi pesawat tersebut yang dikirim di sejumlah media sosial pada Senin 25 Agustus 2025.

Amole Air PK-PPI yang diterbangkan oleh Pilot Andi Rhezar dan co-pilot Aminus Wamang mengalami kecelakaan sekitar pukul 09.45 WIT.

Foto: Istimewa

Menurut keterangan Dandim Puncak 1717 Letkol Inf Himawan Ady Sutanto pesawat Amole Air awalnya take off dari Bandara Mozes Kilangin sekitar pukul 09.00 WIT.

Sekitar pukul 9.45 WIT Pesawat Amole Air PK – PPI Landing di Bandara Aminggaru Ilaga. Usai landing dan belok menuju areal apron tiba-tiba pesawat Amole Air PK – PPI hilang kendali dan ban depan terangkat sehingga menabrak pos jaga (Kopasgat) portal pintu masuk Bandara Aminggaru Ilaga.

Akibatnya pesawat mengeluarkan semburan api dari mesin akibat tabrakan tersebut.

Baru Tiga Bulan Mengudara

Pesawat Amole Air Kembali Melangit, Buka Harapan Baru Bagi Masyarakat Puncak di Era Bupati Elvis Tabuni, begitu judul yang disematkan oleh penulis di website RESMI Pemerintah Kabupaten Puncak.

Pesawat Amole Air disambut hangat ketika tiba di Bandara Aminggaru, Selasa, 27 Mei 2025 lalu.

Saat itu, deru mesin pesawat Amole Air terdengar di Bandara Aminggaru sekitar pukul 08.45 WIT dan mendarat sempurna di landasan runway menuju apron.

Saat itu, dari pesawat kebanggaan masyarakat Puncak itu turun tiga lelaki turun yakni Capten Andu Rezhar, Co-Pilot Amianus Wamang, dan Direktur Utama PT Aviasi Puncak Papua Amole Air Yokius Tabuni.

Kedatangan pesawat dan crew disambut sukacita oleh Bupati Puncak Elvis Tabuni, Wakil Bupati Naftali Akawal, Plt. Sekretaris Daerah Puncak Nenu Tabuni, pimpinan TNI-Polri, dan Forkopimda setempat yang telah menunggu di ujung landasan.

Dengan bangga Pemkab Puncak mempersembahkan Pesawat Amole Air, sebuah pesawat berjenis Grand Caravan mendarat kembali setelah sebelumnya terhenti.

Pesawat itu menjadi milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Puncak di bawah naungan PT Aviasi Puncak Papua yang didatangkan di pemerintahan sebelumnya.

“Selamat datang kembali di Ilaga dan selamat melayani masyarakat Puncak. Ini adalah bagian dari program 100 hari kerja kami untuk mengoperasikan kembali Amole Air,” kata Bupati Elvis Tabuni dalam sambutannya saat itu.

Saat itu, Elvis Tabuni mengatakan maskapai Amole Air bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat di Kabupaten Puncak.

Pesawat ini siap membantu mengantar pasien rujukan, membawa guru, tenaga kesehatan dan petugas pelayanan ke wilayah-wilayah terpencil.

“Juga untuk menyalurkan bahan makanan dan bantuan logistik ke kampung-kampung serta mempererat koneksi antarwilayah. Kami ingin membuktikan bahwa pemerintah hadir, bekerja, dan melayani rakyat. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita membangun daerah secara adil dan merata. Kita tetap berjalan dalam semangat kasih mempersatukan perbedaan,” tutur Elvis.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, tak hanya mengoperasikan kembali dan memperbaiki manajemen, tetapi Pemda Puncak juga berencana akan menambah dua (2) Armada untuk membantu kinerja Aviasi Puncak Papua yang telah beroperasi selama 7 tahun ini. Sebab transportasi satu-satunya di Kabupaten Puncak hanyalah melalui udara.

Ada Janji Tahun 2027-2028 Akan ada Dua Jenis Pesawat Lagi

Saat itu, Bupati Elvis Tabuni dengan semangat mengatakan tahun 2027-2028 akan mendatangkan dua jenis pesawat lagi

“Yaitu caravan dan satu lagi helicopter sehingga akan ada 4 pesawat yang tersedia. Tujuan saya memilih helicopter adalah daerah-daerah terpencil belum ada lapangan terbang. Kita harus melayani masyarakat di seluruh penjuru Puncak,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Elvis mengajak semua elemen masyarakat dan stakeholder menjadikan maskapai ini sebagai alat untuk menyatukan, mempercepat, dan memajukan Kabupaten Puncak.

Sumber foto: Website resmi Kabupaten Puncak

“Kita harus bangga karena ini adalah milik kita sendiri, dan menjadi tonggak sejarah kemajuan daerah,” lanjutnya.

Wakil Bupati Naftali Akawal menambahkan, keberadaan maskapai ini merupakan program bupati dan wakil bupati yang sudah berjalan di periode sebelumnya. Namun beberapa bulan lalu tidak berjalan atau tidak beroperasi.

“Kami bupati dan wakil bupati terpilih mengupayakan supaya pesawat ini tidak terhenti operasinya. Harus jalan, manajemennya harus baik, dan penerbangannya harus baik juga tidak lupa keamanannya harus baik,” harap Wakil Bupati Naftali.

Menurut Naftali, selain menambah 2 unit pesawat lagi, pihaknya juga akan berupaya merekrut anak daerah dalam pengoperasian pesawat.

Co-Pilot Amole Air, Amianus Wamang memberi apresiasi kepada Pemda Puncak, khususnya Bupati Elvis dan Wabup Naftali atas kepercayaan yang diberikannya kepadanya sebagai pilot anak asli Puncak.

“Puji Tuhan saya dari Puncak sekarang berposisi sebagai co-pilot. Saya bersyukur kepada Tuhan karena PT. Aviasi Puncak Papua bisa hadir di Kabupaten Puncak,” katanya.

Amianus juga berterima kasih kepada Pemda Kabupaten Puncak yang telah memberinya kepercayaan bisa mengolah dan bisa menjadi tuan di atas tanah ini. Menurutnya, sejarah di dalam negara ini bahwa Kabupaten Puncak memiliki PT Aviasi Puncak Papua dengan Pesawat Amole Air.

“Ini akan memberikan pelayanan khusus Ilaga, lebih luas di area Pegunungan di Papua. Bisa membantu pemerintah pelayanan di distrik-distrik, suplay makanan, evakuasi, bisa apapun yang berkaitan dengan program-program pemerintah. Kami siap membangun dari kampung ke kampung, dari kampung ke kota,” ucapnya optimis.

Tujuh Tahun Akhirnya Hidup Kembali

Direktur Utama Aviasi Puncak Papua Amole Air, Yokius Tabuni mengatakan Aviasi Puncak Papua sudah berjalan kurang lebih 7 tahun. Dalam kurun waktu 7 tahun berjalan ini, perusahan ini tidak memiliki AOC (Air Operator Certificate) yang mengakibatkan 2 pesawat ini harus dititipkan maskapainya ke Dabi Air.

“Keluar dari Dabi Air, selanjutnya bergabung dengan SAS. Berselang beberapa waktu, keluar lagi dan bergabung kembali ke Dabi Air. Begitulah perjalanan Aviasi Puncak Papua. Selama ini kami berpindah-pindah dengan status yang tidak jelas. Setelah perjalanan panjang 7 tahun ini kami harus memiliki AOC sendiri, dimana sertifikasi ini legal dan jelas,” kata Yokius.

Menurut Yokius, dalam proses mendapatkan sertifikat ini, pihak aviasi membutuhkan waktu selama 10 bulan untuk dapat memenuhi kriteria sertifikat ini.

“Pada akhirnya bulan lalu, tanggal 15 April, secara resmi BUMD memiliki badan hukum yang jelas PT. Aviasi Puncak Papua Call sign Amole Air, dimana 99% status kepemilikan dari Pemerintah Daerah yaitu Pemda Puncak,” bilangnya.

Sumber foto: Website resmi Kabupaten Puncak

“Dan dari seluruh Indonesia, kami adalah BUMD pertama yang memiliki AOC, kalau dibandingkan dengan negara memiliki BUMN yaitu plat merah Garuda. Kami adalah satu-satunya Pemda yang memiliki satu-satunya AOC di Puncak yaitu Amole Air,” tambahnya Yokius bangga.

Perusahan penerbangan milik Pemda ini akan bermitra terutama pada pemerintah daerah yaitu termasuk pada pelayanan publik di Puncak dan pelayan pada gereja. Dengan adanya Amole Air, diharapkan dapat melayani rute penerbangan yang ada di Kabupaten Puncak, juga mampu bersaing di kabupaten lain yang ada di Papua.

“Kami berharap bisa menambah armada, dan dapat bersaing bukan hanya di Puncak saja tetapi berharap di seluruh Papua ini,” harap Yukius.

Dalam acara penyambutan pesawat ini disisihkan juga proses mendoakan Masakapai Amole Air dari Pendeta dari berbagai dedominasi gereja yang ada di Kabupaten Puncak.

Dugaan Kelebihan Muatan

Dalam insiden yang terjadi pada Senin (25/8/2025) tersebut,  Dandim Puncak 1717 Letkol Inf Himawan Ady Sutanto menjelaskan pilot  Andi Rhezar dan Co-pilot Aminus Wamang pesawat Amole Air PK – PPI langsung dievakuasi ke Timika dalam keadaan aman.

Dijelaskan dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa.

“Dugaan sementara karena beban muatan berlebihan pesawat Amole Air PK – PPI hilang kendali dan menabrak pos portal jaga Satgas Kopasgat,” jelasnya.

Saat ini, kata dia Pesawat Amole Air PK – PPI berhasil dipadamkan api dan untuk Pilot langsung dievakuasi turun ke Timika karena luka-luka.

“Untuk 2 orang Pers Jaga di dalam Pos Kopasgat selamat, karena sebelum tabrakan terjadi mereka berhasil melompat keluar pos untuk menyelamatkan diri,” pungkasnya.

Pesawat itu Kini Telah Dievakuasi

Kapolres Puncak, Kompol Mardi Marpaung menjelaskan  usai kejadian sekitar pukul 11.30 wit api yang membakar badan pesawat berhasil dipadamkan.

Sekitar pukul 11.55 WIT, Pesawat itu akhirnya dievakuasi.

“Proses evakuasi seluruh bangkai badan pesawat selesai dan kondisi tempat terjadi nya kecelakaan pesawat telah dibersihkan,” katanya.

Foto: Istimewa

Dijelaskan, Proses evakuasi bangkai badan pesawat dilakukan berdasarkan hasil koordinasi antara Pihak Maskapai Amole Air, kepala Bandara Ilaga, dan KNKT.

“Tujuan evakuasi bangkai badan pesawat agar tidak mengganggu jadwal penerbangan di bandara Aminggaru Ilaga selanjutnya,” ujarnya.

Rencananya besok akan dilakukan investigasi oleh KNKT guna mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut yang mengakibatkan terbakarnya seluruh badan pesawat.

“Tidak terdapat korban jiwa dalam kecelakaan pesawat tersebut namun mengakibatkan kerugian materil 1 buah pesawat milik pemda kabupaten puncak Amole Air habis terbakar,” terangnya.

Dikatakan Proses evakuasi dilakukan menggunakan 1 alat berat jenis Excavator milik PT. Modern dan 1 truck dari Pos Polisi Bandara Aminggaru Ilaga.

 

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 159 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tinjau Korban Kebakaran di Smoker, Bupati Nabire Serahkan Bantuan

29 Agustus 2025 - 18:55 WIT

Ikut SindoNews Sharring Session, Kabag Humas Intan Jaya: Semangat Buat Inovasi Baru

29 Agustus 2025 - 18:52 WIT

Banggar DPRP Papua Tengah Desak TAPD Segera Serahkan Materi KUAPPAS: Pembangunan Terancam Molor

27 Agustus 2025 - 12:52 WIT

Kemenhub Diminta Membangun Jembatan Timbang di Nabire

26 Agustus 2025 - 18:41 WIT

CERITA FOTO: Suasana Usai Larangan Kendaraan Masuk ke Wilayah Bandara Lama Nabire

26 Agustus 2025 - 17:46 WIT

Ketua DPD Partai Golkar Mimika, Yansen Tinal Dikabarkan Tutup Usia

26 Agustus 2025 - 09:09 WIT

Trending di Pemerintahan