Site icon sasagupapua.com

Apokona dan Pokol Nagal Band Siap Pukau PRF Nabire: Suarakan Identitas Amungme dan Kamoro

Apokona Band (Atas) dan Pokol Nagal Band saat check Sound, Rabu (14/10/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Dua grup musik perwakilan Kabupaten Mimika, Pokol Nagal Band (membawa etnik Amungme) dan Apokona Band (membawa etnik Kamoro) menyatakan kesiapan penuh mereka untuk tampil memeriahkan panggung hiburan Papua Reggae Festival (PRF) di Lapangan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah, pada 16–17 Oktober 2026. Kepastian tersebut disampaikan usai kedua grup musik ini menyelesaikan sesi uji suara (check sound) pada Rabu (14/10/2026).

Koordinator Pokol Nagal Band dan Apokona Band, Valian Magal, mengungkapkan antusiasmenya karena ini merupakan pengalaman pertama mereka berpartisipasi dalam ajang festival tersebut. Ia menilai kegiatan seni budaya ini sangat luar biasa dan memberikan dampak positif bagi para musisi lokal.

“Persiapan kami sudah sangat matang dan kami siap sekali untuk tampil. Ini baru pertama kali kami ikut, kegiatannya sangat hebat. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada panitia, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten yang telah mendukung penuh,” ujar Valian.

Valian menambahkan bahwa dalam penampilannya nanti, Pokol Nagal Band akan membawakan tiga lagu ciptaan sendiri menggunakan bahasa Amungme. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian unsur etnik di tengah gempuran tren musik modern saat ini.

“Kami sangat mendukung dan berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan di masa depan. Unsur etnik itu harus tetap ada dan jangan sampai hilang, karena di zaman modern ini kita sangat terpengaruh oleh genre musik modern yang terkadang menggeser nilai budaya lokal. Untuk para penggemar musik reggae etnik maupun akustik, mari kita saling mendukung. Kami mengajak seluruh warga Kabupaten Nabire untuk datang dan bersama-sama memeriahkan acara ini,” tuturnya.

Sementara itu, vokalis Apokona Band, Mikael A. Warawarin, menyampaikan rasa bangganya dapat mewakili masyarakat Mimika dalam ajang Papua Reggae Festival (PRF) tersebut. Menurutnya, dari Kabupaten Mimika hanya ada dua band yang menjadi perwakilan, yakni masing-masing mewakili suku Amungme dan Kamoro.

“Ini pertama kali kami mengikuti PRF di Nabire. Antusiasme masyarakat Nabire dalam menyambut festival ini sangat luar biasa. Kami berharap ke depan ajang ini bisa berlangsung lebih semarak lagi dengan melibatkan lebih banyak teman-teman musisi lokal yang mungkin saat ini belum mendapat kesempatan bergabung,” kata Mikael.

Mikael menjelaskan bahwa Apokona Band dialokasikan untuk membawakan tiga lagu yang seluruhnya berbahasa daerah. Kesempatan ini dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkenalkan kekayaan musik tradisional Kamoro kepada khalayak luas.

“Lagu-lagu yang akan kami bawakan seluruhnya menggunakan bahasa daerah, baik ciptaan kami sendiri maupun karya dari teman-teman musisi di Timika. Kami ingin memperkenalkan lagu-lagu Kamoro di panggung PRF ini,” jelasnya.

Mikael memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat serta rekan-rekan musisi di tanah kelahirannya agar penampilan mereka dapat berjalan lancar dan berkesan.

“Kami memohon dukungan dan doa restu dari teman-teman musisi serta seluruh masyarakat Kabupaten Mimika. Kami hadir di sini bukan hanya membawa nama band, melainkan membawa nama Kabupaten Mimika. Kami ingin menunjukkan bahwa potensi musik daerah itu ada dan disinilah tempat kami memperkenalkan budaya serta lagu-lagu ciptaan kami,” pungkas Mikael.

Exit mobile version