SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Dukungan terhadap penguatan sumber daya manusia melalui jalur regulasi terus mengalir di Provinsi Papua Tengah.
Pegiat literasi Papua Tengah, Mecky Tebai, secara terbuka menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para legislator, khususnya kepada Ibu Stella U. Misiro dari DPR jalur Otonomi Khusus, yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong proses pengusulan Peraturan Daerah (Perda) Literasi.
Mecky Tebai menilai capaian yang telah diraih hingga tahap ini merupakan sebuah tonggak sejarah yang sangat berharga bagi masa depan daerah.
Menurutnya, inisiatif ini membuktikan adanya keberpihakan yang konkret terhadap pembangunan mental dan intelektual masyarakat melalui penguatan literasi.
Mecky meyakini langkah tersebut bukan sekadar urusan administrasi atau regulasi semata, melainkan sebuah upaya besar dalam membangun fondasi peradaban yang berkelanjutan di tanah Papua Tengah.
“Sebagai pegiat literasi, saya melihat ini sebagai momentum besar. Apa yang sudah diusulkan hari ini adalah pintu masuk untuk menghadirkan perubahan yang lebih luas di masa depan,” ungkap Mecky Tebai.
Mecky juga menekankan pentingnya pengawalan yang konsisten terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Dirinya berharap agar seluruh pihak terkait dapat menjaga ritme kerja hingga usulan ini sampai ke tingkat kementerian untuk mendapatkan persetujuan atau ACC. Baginya, dukungan dari pemerintah pusat sangatlah penting agar regulasi ini memiliki kekuatan hukum yang tetap dan dapat segera diimplementasikan di lapangan secara resmi.
Selain persoalan administratif, Mecky Tebai juga mengatakan kualitas substansi di dalam Perda tersebut harus menjadi perhatian bersama. Ia menjelaskan berbagai aspirasi, gagasan, dan poin penting telah dihimpun dari serangkaian diskusi lintas pihak guna memastikan isi Perda tersebut memiliki bobot yang kuat. Hal ini dilakukan agar regulasi yang dilahirkan nantinya benar-benar kontekstual dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat Papua Tengah.
“Ke depan, kita akan bersama-sama memperkaya isi Perda ini, agar tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar hidup dan berdampak bagi masyarakat,” tegas Mecky.
Mecky mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas masyarakat untuk bersinergi mengawal proses ini hingga tuntas. Ia percaya lahirnya Perda Literasi akan menjadi motor penggerak bagi gerakan perubahan yang lebih masif di masa depan.
“Literasi adalah jalan perubahan dan Papua Tengah sedang memulainya,” tutup Mecky Tebai.