SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah- Ketua Panitia Pelaksana Liga 4 PSSI Piala Gubernur Papua Tengah, Alfred Fredy Anouw, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian besar yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap dunia olahraga.
“Kami panitia sangat mengapresiasi kompetisi Liga 4 Piala Gubernur ini yang disponsori baik oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah. Bahkan Bapak Gubernur memerintahkan wakilnya untuk menjadi pengawas dalam kompetisi ini. Dukungan Bapak Gubernur sangat luar biasa sehingga kami panitia mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada beliau yang sangat mempedulikan perkembangan sepak bola di Papua Tengah,” kata Alfred ketika diwawancarai media ini, Rabu (18/2/2026).
Penyelenggaraan turnamen ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membina bakat muda di wilayah otonomi baru tersebut.
Alfred menjelaskan mandat dari Asprov Papua Tengah tertanggal 14 Februari kini tengah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam tahap pendaftaran tim yang dibuka hingga 21 Februari 2026. “Mulai dari tanggal 14 Februari sampai 21 Februari diperintahkan untuk melaksanakan pendaftaran bagi peserta tim Liga 4 yang akan ikut. Sehingga saat ini kami sedang melaksanakan pendaftaran,” ujar Alfred.
Ia menjelaskan saat ini Persidei Deiyai dan Persipani Paniai telah resmi terdaftar sebagai peserta awal.
Selain kedua tim tersebut, dukungan dari kabupaten lain pun terus mengalir dengan konfirmasi kesiapan dari Persido Dogiyai, Persintan Intan Jaya, PersiPuncak Cartez Puncak, dan Persemi Mimika.
Alfred menekankan meskipun pendaftaran terbuka, kebijakan panitia tetap berpihak pada putra daerah sesuai dengan semangat pembangunan yang diusung oleh pemerintah provinsi.
“Kami tidak membatasi tim dari mana pun, tapi prioritas kami dahulukan delapan kabupaten ini supaya pemudanya bisa berkontribusi karena ini adalah hajat Gubernur Papua Tengah,” tambahnya.
Dalam hal teknis, regulasi usia pemain ditekankan secara ketat dengan batas kelahiran 1 Januari 2003 sampai 2008 atau maksimal berusia 23 tahun. Penggunaan pemain senior pun dibatasi ketat demi menjaga marwah pembinaan usia muda. “Sesuai regulasi, jika ingin menambahkan pemain senior atau usia bebas, hanya diizinkan sebanyak 7 orang dalam satu tim, selebihnya harus pemain junior,” kata Alfred.
Alfred menjelaskan aturan main yang akan diterapkan dalam kompetisi yang dipusatkan di Timika ini dimana sebanyak tujuh tim akan dibagi kedalam dua grup. Dimana juara grup A akan berhadapan dengan runner-up Grup B, dan Juara Grup B akan berhadapan dengan runner-up Grup A.
“Masing-masing pemenang akan melaju ke final untuk mencari posisi satu dan dua, sedangkan yang kalah akan memperebutkan juara ketiga,” terang Alfred.
Ia memastikan bahwa catatan masa lalu seperti tunggakan hak pemain di klub tertentu, misalnya Persipuja, sedang dalam proses penyelesaian oleh manajemen baru.
Ia berharap seluruh tim mempersiapkan diri dengan matang, baik dari sisi teknis maupun kesehatan pemain, agar kepercayaan dan dukungan yang diberikan Gubernur dapat dibayar dengan prestasi di tingkat nasional.
Tim yang menjuarai kompetisi Liga 4 PSSI Piala Gubernur Provinsi Papua Tengah ini akan mewakili provinsi untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional.
“Harapan kami, tim yang menjuarai kompetisi ini tidak hanya datang meramaikan, tetapi bisa berbicara banyak di tingkat nasional,” pungkasnya.







