SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah -Kabupaten Nabire, Papua Tengah kini tengah bersiap menjadi pusat perhatian para pecinta musik reggae. Gelaran bergengsi Papua Reggae Festival (PRF) akan segera memasuki edisinya yang ke-11, dan sebagai langkah awal, panitia penyelenggara secara resmi mengumumkan pelaksanaan Konser Launching yang dijanjikan penuh energi serta pesan perdamaian.
Acara yang menjadi pembuka rangkaian besar ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026, bertempat di Bete Cafe, Nabire, mulai pukul 17:00 WIT hingga tuntas.
Konser peluncuran ini menghadirkan sederet talenta besar yang telah lama malang melintang di kancah reggae Papua. Nama-nama seperti Dave Solution yang dikenal dengan julukan The Soul of Reggae, De Sago, Meyyom One, Amoye Band, One Heart, Rejape Band, hingga Siligi Sao Bega dipastikan akan naik panggung untuk membakar semangat para penonton. Kehadiran para musisi ini sekaligus menjadi penanda bahwa Nabire siap menjadi tuan rumah yang hangat bagi festival berskala besar tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Launching, Ema Dogomo, mengungkapkan bahwa persiapan teknis di lokasi acara sudah hampir rampung sepenuhnya.
Saat ditemui di tengah kesibukan persiapan panggung pada Kamis sore, (26/3/2026), ia menjelaskan para pengisi acara dari luar daerah pun telah tiba di Nabire untuk memberikan penampilan terbaik mereka.
“Untuk persiapan sendiri memang teman-teman band dari Jayapurae semua sudah ada di Nabire. Malam ini kita lebih memfokuskan kepada persiapan acara dan panggung. Bisa dibilang sudah 70 sampai 80 persen lah untuk persiapannya, tinggal besok kita laksanakan saja,” ujar Ema Dogomo.
Ema juga menekankan betapa pentingnya dukungan masyarakat untuk menyukseskan acara ini, mengingat konser launching ini merupakan pembuka menuju event puncak yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang. Ia berharap masyarakat yang hadir tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga secara aktif menjaga ketertiban selama acara berlangsung guna menunjukkan kesiapan Papua Tengah sebagai tuan rumah.
“Kita dari panitia mengajak semua untuk datang menyaksikan. Bagi teman-teman yang datang, kita minta tolong bisa menjaga keamanan dan ketertiban. Karena Papua Tengah ini adalah tuan rumah penyelenggaraan Papua Reggae Festival. Melalui launching ini, kita ingin menunjukkan bahwa panitia menyiapkan segalanya dengan terbaik, sehingga event besar nanti juga benar-benar bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.
Nuansa khas reggae dipastikan akan sangat kental terasa dalam acara esok hari.
Panitia secara khusus mengajak seluruh pengunjung yang hadir untuk mengenakan busana bertema rasta guna menciptakan atmosfer yang meriah dan ikonik.
Tak hanya soal musik, simbol-simbol persaudaraan khas komunitas reggae diharapkan dapat menghiasi setiap sudut lokasi acara.
“Mari kita sama-sama meramaikan event ini karena ini dari kita dan untuk kita. Saya mengajak semuanya untuk datang dan kita ‘rastakan’ Nabire. Teman-teman bisa menggunakan baju rasta, atau minimal warna merah-kuning-hijau. Kalau ada yang punya bendera rasta, silakan dibawa. Kami juga memberikan ruang bagi komunitas lain untuk bergabung menyukseskan festival ini,” ajak Ema.
Sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian menuju festival ke-11, panitia telah menyiapkan sebuah sesi simbolis yang melibatkan seluruh pengunjung.
Ema membocorkan bahwa akan ada aksi pelepasan balon warna-warni sebagai puncak dari acara peluncuran tersebut.
“Bagi teman-teman yang besok datang, dress code kita adalah merah-kuning-hijau. Kita ‘rastakan’ Nabire bersama-sama. Kalau misalnya bisa, teman-teman juga boleh bawa balon merah-kuning-hijau juga, supaya nanti balonnya bisa kita lepas secara serentak pada saat launching dilakukan,” pungkasnya.