Site icon sasagupapua.com

BMKG Prediksi Akan Ada Musim Hujan Berdurasi Hingga 8 Bulan di Papua, ini Sebaran Wilayahnya

Informasi Durasi Musim. Sumber: BMKG Papua.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Papua merilis prakiraan resmi mengenai awal musim hujan periode 2026/2027 untuk wilayah Provinsi Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru per September Dasarian II 2025,BMKG memprediksi awal musim hujan secara umum akan mengalami pergeseran atau mundur dibandingkan rata-rata klimatologisnya pada periode 1991–2020.

Kepala Stasiun Klimatologi Papua, Sulaiman, mengungkapkan fenomena iklim global menjadi salah satu pemicu utama pergeseran jadwal masuknya musim hujan di wilayah Papua.

“Kondisi ENSO terpantau saat ini berada pada kondisi El Niño Sangat Kuat dengan indeks +2.63 dan diprediksikan akan berada dalam fase El Niño hingga awal tahun 2027,” kata Sulaiman dalam rilis yang diterima media ini.

Lebih lanjut, Sulaiman menjelaskan pengaruh angin monsun dan pergerakan angin bulanan terhadap pola cuaca regional.

“Monsun Asia saat ini dalam kondisi tidak aktif dan diprediksi tidak aktif hingga Oktober dasarian II 2026, sedangkan Monsun Australia saat ini dalam kondisi aktif dan diprediksi aktif hingga Desember 2026. Kondisi angin bulanan diprediksi didominasi angin timuran hingga Oktober 2026,” tuturnya.

Mengenai sebaran wilayah dan jadwal masuknya musim hujan, BMKG mencatat bahwa penderasan air hujan akan mulai mengguyur kawasan Pegunungan Tengah dan sekitarnya terlebih dahulu pada akhir Oktober 2026.

“Musim hujan diprediksikan masuk pada bulan Oktober dasarian III untuk wilayah sebagian Jayapura, sebagian besar Keerom, Pegunungan Bintang bagian utara, Yahukimo bagian utara, Yalimo bagian utara, Jayawijaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah bagian selatan, Yalimo bagian barat daya, Tolikara bagian selatan, Yahukimo bagian tengah, Puncak bagian timur, Puncak Jaya bagian selatan, Pegunungan Tengah bagian tengah, Pegunungan Tengah bagian barat, dan Yalimo bagian barat,” papar Sulaiman mendetail.

Wilayah pesisir utara diprediksi akan menyulut musim hujan pada dasarian berikutnya.

“Selanjutnya diikuti oleh wilayah Jayapura bagian utara dan Sarmi bagian timur di bulan November dasarian I,” lanjut Sulaiman.

Meski awal masuknya musim hujan diperkirakan terlambat dari biasanya, BMKG menegaskan bahwa intesitas curah hujan yang akan diterima kawasan Papua berada dalam kategori normal.

“Sifat musim hujan diprediksikan Normal. Namun perbandingan prediksi musim hujan 2026/2027 dengan normalnya (1991-2020) diprediksikan mundur dari normalnya,” terang Sulaiman.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempersiapkan langkah mitigasi menjelang titik tertinggi intensitas hujan serta durasi hujan yang cukup panjang.

“Puncak musim hujan diprediksikan dominan akan terjadi di bulan Januari 2027 hingga Februari 2027,” tegas Sulaiman.

Sulaiman juga menjelaskan mengenai rentang waktu berlangsungnya musim hujan.

“Durasi musim hujan atau lama musim hujan akan berlangsung diprediksikan berlangsung 19 sampai 24 dasarian atau sekitar 6 hingga 8 bulan”.

Melalui rilis resminya, Stasiun Klimatologi Papua mengimbau masyarakat luas serta instansi terkait untuk memanfaatkan informasi prakiraan iklim ini sebagai bahan perencanaan di sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, hingga kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Exit mobile version