SASAGUPAPUA.COM, SORSEL – Semangat menjaga kedaulatan leluhur di tengah arus modernisasi kembali ditegaskan oleh generasi muda di Kabupaten Sorong Selatan. Pada Sabtu (25/04/2026), bertempat di Kampung Wehali, Distrik Magis.
Bupati Petronela Krenak, S.Sos., bersama Wakil Bupati Yohan Bodori, S.Sos., resmi meluncurkan Komunitas Pemuda Adat Nasfa “Wsan Kmindin”.
Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan sikap pemuda adat untuk menjaga tanah dan identitas mereka.
Hukum Adat Sebagai Fondasi Utama
Dalam kesempatan tersebut, aktivis lingkungan, Ewil M. Woloin, memberikan pernyataan yang menggugah mengenai posisi hukum adat di mata negara. Ia menekankan bahwa eksistensi adat jauh mendahului sistem administratif modern.
“Hukum Adat lebih tua dari hukum negara. Sebelum ada Undang-Undang, sertifikat tanah, atau batas wilayah administratif, tatanan adat sudah berdiri tegak. Adat sudah mengatur mana tanah sakral, mana tanah perburuan, dan mana tanah garapan,” tegas Ewil.
Ia menambahkan bahwa negara harus mengakui hak-hak tersebut secara mutlak. “Oleh karena itu, hukum positif negara tidak boleh menggugurkan atau merampas hukum adat yang sudah hidup ribuan tahun,” lanjutnya.
Pemuda Sebagai Benteng Pertahanan
Bupati Petronela Krenak, S.Sos., dalam arahannya, mengapresiasi keberanian pemuda Nasfa.
Beliau sepakat bahwa pemuda harus menjadi tulang punggung yang kuat bagi struktur adat. “Pemerintah daerah mendukung penuh wadah ini agar pemuda adat memiliki posisi tawar yang kuat dalam menjaga wilayahnya,” ujar Bupati.
Sementara itu, Wakil Bupati Yohan Bodori, S.Sos., juga menekankan pentingnya sinergi antara kearifan lokal dan pembangunan daerah. Menurutnya, komunitas “Wsan Kmindin” harus menjadi tempat persemaian pemimpin masa depan yang cerdas namun tetap taat pada nilai-nilai leluhur.
Visi “Wsan Kmindin” dan Masa Depan Nasfa
Peluncuran ditandai dengan prosesi adat dan diskusi terbuka di bawah tenda musyawarah. Melalui komunitas ini, para pemuda bertekad untuk:
1. Memetakan wilayah adat secara partisipatif untuk mencegah konflik lahan.
2. Melindungi hutan dari ancaman eksploitasi yang merusak ekosistem.
3. Memperkuat literasi budaya bagi generasi anak-anak di Distrik Magis.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam peresmian ini memberikan angin segar bagi perjuangan masyarakat adat Nasfa. Dengan semangat “Wsan Kmindin”, pemuda Sorong Selatan kini memiliki wadah resmi untuk memastikan bahwa suara mereka tidak lagi diabaikan dalam menentukan masa depan tanah kelahiran mereka.