Site icon sasagupapua.com

Dapat Bantuan Pendidikan Dari Pemprov Papua Tengah, Rektor USWIM: Mahasiswa Tingkatkan Kualitas dan Kreativitas

Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege. Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Universitas Satyawiyata Mandala (USWIM) Nabire secara resmi mulai merealisasikan penyaluran bantuan dana pendidikan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah bagi ribuan mahasiswanya sejak Senin, 27 Januari 2026.

Program pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley ini menyasar mahasiswa aktif di semester 3, 5, dan 7 guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Rektor USWIM, Petrus Tekehe menjelaskan bahwa berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, sebanyak 1.967 mahasiswa USWIM terdaftar sebagai penerima bantuan.

Jumlah ini merupakan angka yang signifikan karena seluruh usulan dari pihak kampus diakomodir sepenuhnya oleh pemerintah daerah tanpa ada yang ditolak.

Petrus mengatakan pihak kampus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur atas komitmen nyata dalam meringankan beban ekonomi keluarga mahasiswa melalui subsidi biaya pendidikan yang mencapai 70 persen dari total beban biaya kuliah per semester.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas program yang luar biasa ini. Dari total biaya SPP dan SKS gabungan di USWIM sebesar Rp3.950.000, pemerintah daerah membantu sebesar Rp2.749.000 untuk setiap mahasiswa yang namanya ada dalam SK. Ini artinya pemerintah membantu menanggung sekitar 70 persen beban biaya mahasiswa kami, dan bagi kami ini sangat luar biasa,” ujar Rektor USWIM saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026).

Selain komponen SPP, pemerintah provinsi juga memberikan bantuan tambahan bagi mahasiswa yang berada di tingkat akhir atau yang sedang menjalani praktik lapangan. Mahasiswa semester 5 mendapatkan tambahan biaya untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp5.199.000. Sementara itu, mahasiswa semester 7 mendapatkan tambahan bantuan untuk penyelesaian tugas akhir dengan total dana bantuan mencapai Rp5.999.000 per mahasiswa.

Terkait mekanisme penyaluran, pihak kampus telah menetapkan jadwal khusus per program studi untuk menghindari penumpukan.

Bagi mahasiswa yang sebelumnya telah melunasi biaya semester 3, 5, dan 7 secara mandiri, pihak universitas secara transparan mengembalikan dana bantuan tersebut dalam bentuk uang tunai setelah melalui validasi data dari bagian keuangan.

Rektor menegaskan bahwa bantuan ini diperuntukkan bagi semester berjalan, namun jika mahasiswa memiliki tunggakan di semester sebelumnya, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan dana pengembalian tersebut guna melunasi hutang pendidikannya masing-masing.

“Bagi mahasiswa yang sudah lunas SPP-nya, uang sebesar Rp2.749.000 itu kami kembalikan. Kami sudah mulai merealisasikannya sejak hari Rabu. Terserah kepada mahasiswa apakah uang itu akan digunakan untuk membayar tunggakan misalnya di semester satu atau dua yang belum dibayar, itu urusan mereka. Namun perlu diingat, jika tidak segera dilunasi, konsekuensinya akan terhambat saat ujian semester atau ujian proposal nanti,” tegasnya.

Dalam proses verifikasi, pihak kampus juga menemukan sekitar 20 mahasiswa yang datanya tercatat ganda sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah.

Untuk menjaga akuntabilitas, dana bantuan dari pemerintah provinsi atas nama 20 mahasiswa tersebut akan dikembalikan ke kas daerah karena mereka tidak diperbolehkan menerima bantuan ganda dari negara.

Ia juga mengingatkan bantuan pemerintah daerah ini memiliki batas waktu maksimal hingga semester 8, sama halnya dengan aturan formal beasiswa nasional lainnya.

Melalui program bantuan ini, manajemen USWIM berharap tidak ada lagi alasan bagi mahasiswa untuk malas mengikuti perkuliahan atau terkendala masalah biaya.

“Dampak positif yang dirasakan anak-anak (mahasiswa) tentunya beban itu hilang, beban yang selama ini mereka pikir panjang ini misalnya saya bisa ikut ujian kah tidak, bisa bayar SPP ka tidak, dan lainnya. Kalau ini (beasiswa) lancar maka pastinya yang kita juga dorong mahasiswa agar semakin tingkatkan kreativitas, kualitas dan semangat belajarnya,” ungkapnya.

Dukungan finansial yang masif ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi putra-putri Papua Tengah untuk menyelesaikan studi tepat waktu demi mewujudkan visi besar pemerintah dalam mencetak SDM berkualitas pada tahun 2030 mendatang.

“Dengan bantuan ini, diharapkan mahasiswa yang selama ini jarang atau malas masuk kuliah bisa meningkatkan semangat belajarnya. Mari kita sama-sama mendukung Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mewujudkan kerinduan akan hadirnya SDM yang berkualitas. Kami percaya dengan rencana Gubernur dan Wakil Gubernur, upaya peningkatan kualitas manusia di Papua Tengah akan terus terlaksana secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Berikan Komentar
Exit mobile version