SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Sebuah narasi baru tentang kreativitas tanpa batas kini lahir dari jantung Papua Tengah. Amoye Band, unit Reggae yang membawa semangat otentik anak-anak Suku Mee, secara resmi mengumumkan kesiapan mereka untuk menembus pasar musik global melalui seluruh platform digital.
Kehadiran mereka bukan sekadar fenomena musiman, melainkan simbol keinginan kuat putra daerah untuk menunjukkan bahwa melodi dari Tanah Papua Tengah mampu bersaing di panggung dunia dengan identitas yang kokoh.
Perjalanan dari Nabire Menuju Panggung Dunia
Lahir pada 4 Oktober 2018 di Kota Nabire, tepatnya di perempatan Kusuma Bangsa, Amoye Band memulai langkahnya sebagai representasi identitas kultural yang kuat. Nama mereka kini semakin bersinar seiring dengan peluncuran karya terbaru bertajuk “Idima Meuwo Tiga”. Karya ini menandai langkah besar band dalam membawa warna musik khas Papua dengan sentuhan modern yang elegan ke kancah nasional maupun internasional.
Setelah sukses membangun basis penggemar lokal yang solid, Amoye Band kini tampil dengan citra baru yang jauh lebih profesional. Melalui EP berjudul Gerbang Cenderawasih, mereka berusaha menyampaikan pesan mendalam tentang kedamaian, cinta, dan kekayaan budaya Papua yang dibalut dengan harmoni vokal yang kuat serta aransemen musik yang matang.
Dedikasi dan Kualitas Produksi Maestro
Vokalis Amoye Band, Aten Tebay menjelaskan ambisi mereka bukan tanpa alasan. Kualitas menjadi harga mati dalam karya-karya yang mereka telurkan untuk mewakili tanah kelahiran mereka di kancah yang lebih luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa musisi dari Papua Tengah memiliki kualitas yang mampu bersaing secara global. Album ini adalah refleksi dari perjalanan kami dan dedikasi kami untuk tanah kelahiran,” ujar Aten Tebay.
Karya terbaru ini diproduseri langsung oleh sang maestro Reggae Papua, Dave Baransano, dan mendapatkan dukungan penuh dari DSProduction Papua. Proses produksinya dilakukan dengan standar tinggi untuk memastikan kualitas audio yang presisi bagi para penikmat musik di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.
Formasi Solid dan Eksplorasi Seni
Amoye Band digawangi oleh enam pria bertalenta yang masing-masing membawa karakter unik ke dalam musik mereka. Formasi ini terdiri dari Aten Tebay pada vokal, Mochi Badii pada gitar, Petrus Pigai sebagai pembetot bas, duet keyboard dari Andy Tebai dan Ronny Pekei, serta Rian Noman yang mengawal ketukan pada drum.
Sebagai anak-anak yang lahir dari rahim Suku Mee, mereka berkomitmen untuk terus mengeksplorasi kekayaan seni Papua melalui medium musik modern.
Dalam rilisan terbarunya, Amoye Band menyuguhkan daftar lagu original yang sarat akan makna, mulai dari Idima Meuwo Tiga, Gerbang Cenderawasih, Nona Cenderawasih, hingga lagu-lagu penyemangat seperti Rise Your Hand dan Freedom In the Air. Dengan karakter vokal yang khas dan penampilan panggung yang karismatik, Amoye Band siap menjadi duta musik dari Papua Tengah untuk dunia.


