Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 17 Mar 2025 15:58 WIT

Deddy Sitorus: Miris Lihat Masyarakat Masih Tukar Pangan Lokal Dengan Mi Instan, Hutan Dibabat Habis, Kekayaan Alam Dibawa Keluar


Anggota DPR RI Komisi II, Deddy Sitorus Perbesar

Anggota DPR RI Komisi II, Deddy Sitorus

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi II, Deddy Sitorus menyoroti terkait dengan situasi yang terjadi di tanah Papua dalam momen Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait  empat Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua pada  13 Maret 2025 lalu.

Dalam momen tersebut, Politikus PDI Perjuangan mengingatkan kepada empat Gubernur yakni Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya dan Papua Selatan untuk melihat yang pertama adalah yang menerima dampak pemekaran adalah harus rakyat.

“Hal sederhana, soal gedung, kantor segala macam tapi apakah itu bermanfaat langsung untuk masyarakat atau tidak, itu yang menjadi pertanyaan,” ucapnya.

Ia juga menyinggung yang selalu viral di tiktok terkait dengan kondisi masyarakat yang masih menukar pangan lokal dengan mi instan.

- Advertising -
- Advertising -

“Terus terang saya agak miris yang viral di tiktok itu bapak ibu, ketika saudara saudara kita OAP datang ke rumah-rumah orang membawa pisang, membawa ikan, ditukar dengan beras dan Indomie terus terang itu bikin sakin hati. Karena tanah Papua yang kaya tapi tapi rakyatnya begitu, sakit hati pak lihatnya,” serunya.

Berikutnya adalah ia menyinggung mengenai kondisi hutan di Papua. “Kedua saya titip Papua jangan karena dimekarkan, seluruh hutannya habis. Seluruh kekayaan sumber daya alamnya diperkosa , dibawa keluar pak. Tolong bisa bermanfaat untuk rakyat disana. Kalau tidak bermanfaat untuk rakyat disana, tidak ada guna pemekaran,” ucapnya.

Ia berharap agar para gubernur bisa memperjuangkan hak masyarakatnya sebab selama ini OAP menderita bahkan ia menyinggung para oknum pejabat yang ‘kaya’ ketika selesai dari Papua.

“Cukuplah OAP menderita semua, pejabatnya punya rumah semua di pondok indah, kebangetan, bukan hanya OAP, yang tugas dari secara struktural juga apakah alat penegak hukum dan yang lain pak, kaya raya semua, habis dari Papua.  Jadi tolong bapak-bapak yang duduk disini punya tanggung jawab moral, sedih saya lihat orang tengah malam hanya untuk satu dua bungkus Indomie berjalan berkilo meter malu kita pak. Saya berharap bapak-bapak gak sering-sering datang ke Jakarta tolong perhatikan rakyat kita,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 207 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama