SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Papua Tengah terus berkomitmen memajukan sektor ekonomi kerakyatan melalui serangkaian program strategis.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Tengah, Norbertus Mote, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah mengonsolidasikan arah kebijakan pada tiga pilar utama guna memastikan para pelaku usaha di wilayah tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pilar pertama yang menjadi fondasi gerakan ini adalah peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Norbertus mengungkapkan pembinaan secara intensif telah dilakukan melalui berbagai pelatihan yang menyasar pengelola koperasi dan pemilik UMKM agar mereka memiliki kecakapan manajerial yang mumpuni.
“Tahun yang lalu, program kita diarahkan pada tiga program utama. Yang utama, satu itu usaha kecil dan operasinya, itu pembinaan. Jadi kita sudah lakukan berapa kali pelatihan-pelatihan bagi UMKM dan Koperasi,” ujar Norbertus Mote.
Selain pembinaan mental dan keterampilan, intervensi nyata juga dilakukan melalui dukungan permodalan serta penyediaan sarana prasarana produksi.
Langkah ini diambil untuk memastikan para pelaku usaha tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga alat penunjang yang memadai untuk meningkatkan skala produksi mereka.
“Kita bantu usaha kecil dalam bentuk modal, peningkatan dan pengembangan usaha. Kemudian alat-alat usaha, kita sudah membantu orang dalam alat-alat berusaha, mulai keripik, mesin kopi, alat pembengkelan, hingga produksi sagu, orang sudah mulai operasikan alat-alat itu,” jelasnya.
Norbertus juga menyoroti keberhasilan pembinaan pada kelompok-kelompok spesifik, termasuk para pengrajin noken dan mama-mama pedagang yang kini telah terorganisir dalam bentuk koperasi. Menurutnya, dukungan ini telah berjalan selama dua tahun terakhir dan mulai menunjukkan hasil yang konkret di lapangan.
“Termasuk juga pasar noken-noken, ini koperasinya ada. Kita sudah jangkau, mereka keturunan dua tahun membantu. Mama-mama di bawah ini, mereka sudah koperasi ada, kita sudah membantu. Kita harap kelompok-kelompok yang lain juga bisa berusaha dan kita bisa membantu,” tambahnya lagi.
Meski produksi dan peralatan sudah mulai berjalan stabil, tantangan berikutnya yang menjadi fokus Dinas Koperasi dan UMKM Papua Tengah adalah membawa produk lokal tersebut “naik kelas” melalui jangkauan pasar yang lebih luas. Pemerintah kini tengah menyiapkan strategi promosi agar produk yang dihasilkan masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
“Tinggal sekarang memang kita harus bicara supaya naik kelas itu, soal pemasarannya, promosi dengan pemasarannya,” tutup Norbertus.