Targetkan Seluruh Pelantikan Rampung Bulan Depan untuk Mulai Konsolidasi dan Pembinaan Atlet di Delapan Kabupaten
SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah terus bergerak cepat merapikan administrasi dan kepengurusan cabang olahraga (cabor) di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan persiapan menghadapi ajang Pra-PON serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Terbaru, KONI Papua Tengah resmi melantik tiga pengurus cabor untuk masa bhakti 2026–2030 pada Sabtu (26/9/2026), yaitu Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi), Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), dan Rugbi Union Papua Tengah. Pelantikan ini menyusul tiga cabor lain yang telah lebih dulu dilantik pada Selasa (22/9/2026), yakni Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA), dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, menjelaskan dari total 32 cabor yang disahkan pada Rapat Kerja 2025 lalu, sebanyak 11 cabor telah mengantongi Surat Keputusan (SK) resmi dari pengurus pusat berdasarkan rekomendasi KONI Provinsi.
“Yang kami sahkan di Rapat Kerja ada 32 cabor di Papua Tengah. Tapi yang sudah ada surat keputusan dari pusat atas rekomendasi kami KONI Provinsi Papua Tengah itu 11, 11 cabor yang sudah ada SK. Dan pertama kemarin kami lantik yang tiga, yang tiga sekarang. Tinggal sisanya lagi nanti kami akan jadwalkan lagi untuk lantik,” kata Yosua Tipagau saat diwawancarai di Nabire, Sabtu (26/9/2026).
Yosua juga meluruskan informasi mengenai keterlibatan KONI dalam melantik kepengurusan cabor tanpa kehadiran pengurus daerah. Ia menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan murni atas perintah mandat resmi dari Pengurus Besar (PB) cabor pusat.
“Saya perlu sampaikan juga ada cabor yang pengurusnya tidak bisa datang. Jadi diberikan mandat kepada kami Ketua KONI untuk dilantik. Jadi bukan kami Ketua KONI ambil alih untuk kami melantik. Itu tidak. Kami ikuti arahan mandat yang dari PB pusat. Jadi dua yang kami lantik dari KONI, dan selanjutnya juga kami tunggu. Kalau ada, nanti kami siap lantik supaya segera bereskan,” ujar Yosua.
Mengenai tenggat waktu penyelesaian seluruh proses pelantikan, KONI Papua Tengah menargetkan seluruh rangkaian pelantikan dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
“Kami harap bulan besok ini sudah selesai. Harus selesai. Itu paling lambat. Tapi kami harap karena enam sudah selesai, tinggal tujuh lagi. Kalau beres, yang lain-lain nanti akan sesuaikan,” tutur Yosua menegaskan target kerjanya.
Percepatan pelantikan kepengurusan cabor ini dinilai sangat penting mengingat agenda kejuaraan nasional yang sudah makin dekat. Yosua mengakui bahwa persiapan daerahnya terbilang sangat mendesak.
“Jadi ini kami sudah sangat terlambat kalau soal persiapan-kesiapan Pra-PON, PON. Karena Pra-PON ini tahun besok ini. Terus PON tahun satu tahun yang nanti akan datang lagi 2028. Jadi kami sudah sampaikan bahwa pengurus cabor yang sudah kami lantik itu segera konsolidasi organisasi ke delapan kabupaten supaya dibentuk juga. Persiapan untuk persiapan atlet itu kami pahami juga kita ini baru, toh. Sehingga nanti dengan sekuat tenaga mungkin, penting adalah ada cabor yang mewakili Provinsi Papua Tengah,” ungkap Yosua.
Guna menyaring bibit-bibit atlet potensial, Yosua meminta komitmen penuh dari para bupati di delapan kabupaten se-Papua Tengah. Ia menekankan bahwa peran pemerintah kabupaten sangat sentral dalam menyokong kebutuhan atlet lokal.
“Jadi sebelum cabor, kami undang ketua-ketua KONI. kami sudah melakukan rapat koordinasi, kami KONI Provinsi sudah undang dalam dua bulan yang lalu bahwa masing-masing kabupaten harus sangat 100% memberikan dukungan kepada ketua-ketua KONI yang ada di kabupaten. Sehingga dengan demikian, mereka KONI bisa mempersiapkan tidak banyak, tapi arahan kami dari KONI Provinsi itu kalau bisa ya satu atau dua fokus saja sesuai dengan persiapan atau cabang olahraga yang ada di kabupaten itu,” terang Yosua.
Ia memungkasi juga mengimbau pemerintah daerah untuk menggelar ajang olahraga tingkat lokal terlebih dahulu sebelum diboyong ke tingkat provinsi.
“Kami berharap segera bupati-bupati untuk 100% mendukung KONI untuk bagaimana persiapan, mempersiapkan atlet yang ada di kabupaten. Kemudian tambahan lagi bahwa kami berharap itu dan kami sudah arahkan bahwa sebelum kami laksanakan Kejurda atau bentuk Kejurprov, supaya kabupaten mendahului kami untuk mempersiapkan atlet dengan bentuk apa pun. Sehingga dengan hasil yang ada itu, nanti setelah kami lantik semua cabor ini, kami akan bentuk Pekan Olahraga Provinsi, tapi mungkin kami lebih sederhanakan karena waktu, mungkin Kejuaraan Provinsi, Kejuaraan Daerah Provinsi. Sehingga dengan harapan atlet yang nanti akan ditemukan di event ini nanti akan mewakili Papua Tengah untuk seleksi Pra-PON tahun depan,” pungkasnya.