SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Papua Tengah resmi menetapkan Fransiskus Magai sebagai Ketua Umum FPTI Papua Tengah periode 2026–2030.
Acara yang berlangsunf di Nabire, Minggu (18/10/2026) ini dibuka secara resmi oleh Sekertaris KONI Papua Tengah, Yeki Tobay.
Pemilihan berlangsung secara aklamasi ini digelar untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah ketua sebelumnya mengundurkan diri.
Ketua Harian FPTI Papua Tengah, Hasri Hamzah, menjelaskan pelaksanaan Musprovlub ini didasari oleh Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi menyusul pengunduran diri Ketua Umum terdahulu, Meki Nawipa, yang fokus menjalankan tugas-tugas pemerintahan sebagai Gubernur Papua Tengah.
“Terkait dengan kegiatan Musyawarah Luar Biasa Federasi Panjat Tebing Papua Tengah tahun 2026, yang mana ketua sebelumnya adalah Bapak Meki Nawipa. Kemudian karena beliau menjalankan tugas pemerintahan sehingga mengundurkan diri, sesuai dengan ART organisasi kami melaksanakan Musyawarah Luar Biasa,” ujar Hasri Hamzah.
Hasri menambahkan, dalam musyawarah tersebut seluruh peserta sepakat memilih Fransiskus Magai untuk memimpin FPTI Papua Tengah selama empat tahun ke depan. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan serta mempersiapkan para atlet menghadapi ajang mendatang.
“Dalam musyawarah ini, kita pilih secara aklamasi yaitu Bapak Fransiskus Magai selaku Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Papua Tengah periode tahun 2026 sampai dengan 2030. Semoga beliau bisa melanjutkan tugas-tugas yang diemban, serta membenahi dan meningkatkan program cabang olahraga ini ke depan. Harapan kami pada ajang tahun depan, kami akan menyiapkan atlet-atlet yang sudah dibina oleh pengurus sebelumnya,” tutur Hasri.
Selain pembinaan atlet, Hasri menekankan pentingnya membangun sinergi yang solid, baik secara internal maupun eksternal dengan pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah.

Foto bersama usai kegiatan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Papua Tengah, Minggu (18/10/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua
“Harapan kedua yang terpenting adalah bagaimana kita lebih bersinergi dalam organisasi, baik dari struktur teratas hingga struktur bawah. Harus ada sinergitas yang baik secara internal maupun eksternal, termasuk hubungan yang harmonis dengan pihak pemerintah yang berkepentingan dalam pembinaan olahraga tingkat nasional. Semoga semua ini dapat terwujud karena sistem pelatihan dan pengkaderan pengurus telah kami siapkan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum FPTI Papua Tengah terpilih, Fransiskus Magai, menegaskan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan pengurus lama guna memantapkan persiapan atlet dan sarana penunjang.
“Komitmen kami sebagai pengurus baru yang telah dipilih dalam Musyawarah Luar Biasa FPTI Provinsi Papua Tengah adalah tetap melakukan sinkronisasi dengan pengurus lama. Kami akan memantapkan kesiapan para atlet serta fasilitas penunjang olahraga ini,” kata Fransiskus Magai.
Fransiskus juga menyoroti sejumlah agenda krusial yang perlu segera direspon oleh pengurus baru, termasuk ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang diselenggarakan oleh KONI Provinsi Papua Tengah serta persiapan menuju Pra-PON.
“Dalam waktu dekat ada agenda yang diselenggarakan oleh KONI Provinsi Papua Tengah, yaitu Kejuaraan Daerah. Kami berencana untuk terlibat di situ dan juga akan fokus menghadapi Pra-PON. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami selaku pengurus provinsi. Kami berharap dapat memaksimalkan waktu yang tersisa agar tidak tertinggal, serta memberikan yang terbaik dalam persiapan Pra-PON menuju PON. Itu yang menjadi target utama kita ke depan,” jelasnya.
Mengenai jadwal pelantikan pengurus, Fransiskus menyampaikan bahwa proses penetapan struktur kepengurusan tengah disiapkan oleh tim formatur untuk selanjutnya diusulkan ke FPTI Pusat.
“Pelantikan tentu tetap akan dilaksanakan dan disesuaikan dengan Surat Keputusan (SK). Setelah ini, tim formatur akan menyusun struktur kepengurusan. Setelah dimantapkan, struktur tersebut akan kami usulkan ke pengurus pusat. Pelantikan akan digelar setelah SK resmi diterbitkan,” pungkas Fransiskus.