SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah hadir langsung dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Jemaat GKII Laodikia Jayanti, Nabire, pada Kamis (5/2/2026).
Kehadiran pemerintah menegaskan posisi negara sebagai mitra gereja dalam membangun fasilitas ibadah yang direncanakan memiliki ukuran luas 24×36 meter tersebut.
Asisten III Sekretariat Daerah Papua Tengah, Sakharias Marey, hadir dan membawakan sambutan Gubernur Meki Nawipa untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi.
Dalam penyampaiannya, Sakharias Marey menegaskan pemerintah hadir karena rumah ibadah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat.
“Pemerintah pada prinsipnya sangat mendukung setiap upaya pembangunan rumah ibadah karena merupakan pusat pendidikan rohani serta wadah menanamkan nilai-nilai kasih dan persaudaraan.”
Sakharias Marey juga menyampaikan apresiasi dari Gubernur kepada panitia dan jemaat yang telah bekerja keras.
Dikatakan, kehadiran pemerintah adalah bentuk pengakuan terhadap kerja mulia umat.
“Saya berharap proses pembangunan gedung gereja ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tepat waktu serta senantiasa berada dalam tuntunan dan perlindungan Tuhan,” kata Sakharias Marey.
Ketua Panitia Pembangunan, Yulius Yapugau menjelaskan pekerjaan sudah mulai dilakukan.
“Pekerjaan sudah kami lakukan. Tentunya pembiayaan ini, pembiayaan yang disponsori oleh Bupati Kabupaten Intan Jaya untuk dana awalnya,” terangnya.
Ia juga menjelaskan detail teknis bangunan berukuran 24×36 meter (864 m²) yang pengerjaannya segera dipacu.
“Kami sudah merencanakan pembangunan gedung gereja baru berukuran panjang 36 meter dan lebar 24 meter. Komitmen kami, syukur kalau Tuhan berkehendaki, kami target dalam bulan Desember kami harus beribadah di gedung baru.” Yulius Yapugau.
Kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah ini disambut penuh syukur oleh Ketua GKII Wilayah III Papua Tengah, Yohakim Mote. Yohakim Mote menyampaikan bahwa gereja ini berada di wilayah Provinsi Papua Tengah sehingga kehadiran pemerintah sangatlah berarti. “Saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, gereja ini juga akan duduk di Provinsi Papua Tengah sehingga ada uluran tangan dari pemerintah. Karena pemerintah adalah mitra gereja yang siap untuk men-support membangun demi Kerajaan Allah,” katanya.
Kegiatan peletakan batu pertama ini mengusung tema “Karena Seorangpun yang dapat meletakan dasar yang lain dari pada dasar yang telah di letakan yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11) dengan sub tema “Aku seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakan dasar dan orang lain membangun terus diatasnya” (1 Korintus 3:10).












