Site icon sasagupapua.com

”Gunakan Laptop Untuk Karya Ilmiah”- Cerita Pelajar Papua Tengah Usai Terima Laptop dari Gubernur

Senyuman Para Pelajar saat usai menerima Laptop dari Gubernur Papua Tengah, Rabu (21/1/2026). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Bagi Novita Rosalina Kedepa, sebuah laptop bukan sekadar perangkat elektronik berpapan ketik. Di matanya, benda itu adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.

Siswa SMA YPPK Adhi Luhur Nabire ini tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat jemarinya menyentuh kardus pembungkus laptop yang baru saja ia terima di Main Hall Kantor Gubernur Papua Tengah, Rabu (21/1/2026).

Janji yang ia dengar pada penutupan Festival Budaya bulan September lalu, kini benar-benar terwujud di hadapannya. Ia bisa merasakan memiliki laptop pertamanya selama ia menjadi pelajar.

Siswa SMA Adhi Luhur Nabire, Novita Rosalina Kedepa (foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua.com)

“Saya mau ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Kepala Dinas karena telah membagi kami hadiah yang dijanjikan. ini saya punya harapan, semoga laptop ini dapat membantu saya untuk masa depan saya, terutama untuk membuat karya ilmiah yang sedang kami kerjakan di sekolah,” ujar Novita dengan binar mata bahagia.

Kegembiraan serupa terpancar dari wajah Novince Dawapa. Sebagai siswa kelas 12 di SMA Negeri 2 Nabire, ia merasa bantuan ini datang di saat yang sangat krusial.

“Terima kasih banyak pak Gubernur dan Ibu Kepala Dinas karena saya sudah kelas tiga. Semoga laptop ini dapat berguna untuk saya waktu kuliah nanti,” ucap Novince.

Siswa Kelas 12 di SMA Negeri 2 Nabire, Novince Dawapa. (Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua.com)

Baginya, laptop ini adalah modal utama untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah lulus sekolah menengah.

Buah Manis Pelestarian Budaya

Bantuan 200 unit laptop ini merupakan bentuk apresiasi nyata bagi para siswa dan guru pendamping yang telah mendedikasikan energi mereka dalam Festival Budaya Pelajar tahun 2025.

Arnold Davidson Mayor dari SMK Negeri 1 Nabire dan Jeknik Anderson Akrofasi dari SMA Negeri 3 Nabire adalah dua di antara ratusan siswa yang membuktikan bahwa mencintai budaya daerah bisa membuka jalan bagi kemajuan pendidikan mereka.

“Kami dapat laptop ini karena kami mengikuti festival budaya. Terima kasih banyak untuk Bapak Gubernur yang sudah memberikan kami laptop untuk pakai belajar,” kata Arnold. Sementara itu, Jeknik berharap kehadiran perangkat ini mampu menunjang seluruh kegiatan sekolahnya agar lebih produktif.

Siswa SMK Negeri 1 Nabire, Felix Burdam. (Foto: Edwin Rumanasen/Saaagupapua.com)

Bagi Felix Burdam, siswa SMK Negeri 1 Nabire, laptop ini adalah investasi untuk dunia kerja. Ia sudah membayangkan bagaimana perangkat ini akan membantunya setelah menyelesaikan pendidikan nanti. “Ke depan, saya sangat ingin sekali menggunakan laptop ini untuk pekerjaan saya atau setelah selesai sekolah,” ungkap Felix.

Janji yang Ditepati di Tengah Visi Besar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah atas gerak cepat dalam merealisasikan program bantuan laptop bagi pelajar. Dalam momen penyerahan bantuan tersebut, Meki Nawipa menegaskan bahwa janji yang pernah diucapkan kini telah ditepati sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

​”Kita tepuk tangan dulu untuk Dinas Pendidikan. Biasanya di pemerintahan itu programnya diatur baru dijalankan, tapi kita ini langsung ketemu, buat program, dan langsung jadi. Sesuai janji kita di ballroom, bahwa setiap peserta festival, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan memberikan hadiah laptop,” ujar Meki Nawipa mengawali sambutannya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah adalah Nurhaidah saat menyerahkan laptop kepada para siswa, Rabu (21/1/2026). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah.

Penyerahan bantuan ini menjadi momen pembuktian bagi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Ia menegaskan bahwa janji yang diucapkan pada 6 September lalu di hadapan para peserta festival adalah komitmen yang harus ditepati.

“Kita ini langsung ketemu, buat program, dan langsung jadi,” ujar Meki di hadapan para siswa.

Gubernur Meki menekankan laptop merupakan alat yang jauh lebih penting dibandingkan telepon genggam dalam menunjang masa depan.

Ia sempat berbagi kisah pribadinya tentang betapa sulitnya memiliki komputer di masa lalu, sebuah kenangan yang membuatnya ingin memastikan anak-anak Papua saat ini tidak mengalami kesulitan yang sama.

Distribusi laptop ini dipastikan akan merata. Setelah Nabire yang menerima secara simbolis mewakili seluruh pelajar terpilih, bantuan akan segera dikirimkan melalui jalur udara menuju Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, hingga berakhir di Mimika.

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk menggratiskan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA pada tahun 2026 mendatang.

Pesan untuk Masa Depan

Di akhir pertemuan, suasana menjadi sedikit emosional saat Gubernur memberikan pesan penutup kepada para pelajar. Ia mengingatkan bahwa meski pemerintah memberikan fasilitas, namun kunci kesuksesan tetap berada di tangan masing-masing individu.

Lebih lanjut, Gubernur berpesan agar bantuan ini digunakan dengan bijak untuk keperluan tugas sekolah dan pengembangan diri, bukan untuk hal-hal yang kurang produktif di media sosial.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat menyerahkan laptop kepada para siswa, Rabu (21/1/2026). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah

Ia mengingatkan para siswa SMA untuk menjauhi penggunaan media sosial yang berlebihan yang dapat merusak tatanan masa depan.

“Hati-hati pakai laptop. Pakai untuk tugas, untuk sekolah, dan untuk masa depan. Jangan main Facebook atau Instagram saja karena itu tidak akan menolong masa depanmu,” pesan Meki dengan nada kebapakan. “Sakit, senang, sukses, atau gagal itu ditentukan oleh pribadi masing-masing. Guru hanya mendorong, tapi kalian yang menentukan,” lanjutnya.

Kini, dengan laptop di dalam tas mereka, Novita, Novince, dan ratusan pelajar lainnya pulang membawa lebih dari sekadar bantuan fisik. Mereka membawa harapan dan kepercayaan diri bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan derajat masyarakat di tanah Papua Tengah.

Berikan Komentar
Exit mobile version