Site icon sasagupapua.com

Jamin Keamanan PRF XI, Panitia Gratiskan Parkir dan Larang Miras serta Atribut Politik

Koordinator Keamanan Papua Reggae Festival XI, Harold Doko Kayame. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Papua Reggae Festival XI siap digelar di Lapangan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (16/10) dan Sabtu (17/10).

Panitia penyelenggara telah mematangkan berbagai persiapan, termasuk tata kelola keamanan, demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Koordinator Keamanan Papua Reggae Festival XI, Harold Doko Kayame, menjelaskan pihak keamanan telah memetakan berbagai hal teknis di lapangan, mulai dari pengaturan area parkir, ketertiban penonton, hingga kenyamanan bagi para pelaku UMKM mama-mama Papua yang berdagang di sekitar lokasi kegiatan.

“Kami dari panitia, khususnya tim keamanan, berfokus mengatur tertibnya jalannya kegiatan. Kami mengurus segala hal di lokasi, mulai dari area parkir, ketertiban pengunjung yang hadir, hingga memastikan area berdagang untuk UMKM mama-mama berjalan lancar. Hal yang paling utama adalah kita bersama-sama menjaga agar festival ini berlangsung aman, nyaman, dan seluruh panggung hiburan dapat kita nikmati bersama,” ujar Harold Doko Kayame ketika diwawancarai di Lapangan Bandara Lama, Nabire pada Kamis (15/10/2026).

Ia menambahkan berbagai grup musik reggae dari seluruh pelosok Tanah Papua dipastikan siap memeriahkan festival tersebut.

“Beberapa grup band dari seluruh Tanah Papua sudah tiba di Nabire, dan sebagian lagi saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke sini,” jelasnya.

Untuk memudahkan masyarakat, panitia membebaskan seluruh biaya masuk dan biaya parkir kendaraan di sekitar area festival. Selain itu, alur masuk pengunjung juga telah diatur secara sistematis melalui beberapa titik akses.

“Kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali, dan parkir kendaraan roda dua maupun roda empat kami gratiskan. Untuk alur masuk ke lokasi acara, tamu khusus seperti undangan VIP dan para personel grup band dapat masuk melalui pintu depan Polres Nabire. Sementara itu, bagi masyarakat umum dan penonton yang ingin menikmati hiburan pada tanggal 16 dan 17 Oktober, akses masuk diarahkan melalui pintu dari arah Pantai Nabire,” tutur Harold.

Belajar dari pengalaman berbagai ajang hiburan sebelumnya, Harold memberikan imbauan tegas kepada seluruh penonton, simpatisan, masyarakat, serta pemerintah daerah agar dapat menjaga suasana tetap kondusif selama acara berlangsung.

“Keamanan adalah hal paling krusial yang wajib kita jaga bersama. Kita harus menghindari hal-hal yang tidak perlu, seperti membawa minuman keras maupun memicu perkelahian saat acara berlangsung. Selain itu, segala bentuk atribut atau kegiatan yang berbau politik tidak diperbolehkan berada di dalam area festival. Mari kita fokus menjaga ketertiban dan menikmati setiap pertunjukan musik dari grup-grup band Tanah Papua demi kelancaran serta kesuksesan festival ini,” pungkasnya.

Exit mobile version