Site icon sasagupapua.com

Jelang Musda VIII Golkar Nabire, Tiga Bakal Calon Ambil Formulir

Steering Committe dan panitia musda saat berfoto bersama. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Partai Golkar menggelar pendaftaran bakal calon Ketua DPD II Kabupaten Nabire pada Kamis (24/9/2026) di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Nabire.

Agenda tahunan ini memantik persaingan politik di internal partai bergambar pohon beringin tersebut dengan kemunculan tiga nama yang resmi mengambil formulir pendaftaran.

Ketiga nama yang dipastikan ikut meramaikan bursa kepemimpinan tersebut yakni Joni Nehemia Pakage, Maria M.P. Alom, dan Evan Robert Ibo.

Ketua Steering Committee Pendaftaran Calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nabire, Sony Kayame, mengatakan pembukaan pendaftaran ini merujuk langsung pada regulasi internal organisasi.

“Di dalam Juklak 02 tentang musyawarah-musyawarah dan rapat-rapat Partai Golkar, poin Pasal 25 bagian C mengatakan bahwa pendaftaran dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan musyawarah daerah. Oleh karena itu, mengacu kepada ketentuan tersebut, hari ini kami membuka pendaftaran yang terbuka untuk umum,” ujar Sony Kayame.

Satu Calon Lengkap, Dua Lainnya Ditunggu Hingga Pukul 22.00 WIT

Proses pengambilan formulir telah resmi ditutup pada pukul 15.40 WIT. Dari tiga nama yang mendaftar, panitia pengarah mencatat baru satu nama yang secara resmi mengembalikan berkas dan dinyatakan lolos verifikasi awal.

“Tadi jam 15.40 kami sudah tutup untuk pengambilan formulir. Selama proses waktu itu, tiga orang calon sudah datang, mendaftarkan diri, dan mengambil formulir. Kami kasih waktu untuk mengembalikan berkas itu sampai jam 10 malam ini karena besok kami sudah melaksanakan musyawarah,” jelas Sony.

Ia menambahkan, dari ketiga nama tersebut, baru Joni Nehemia Pakage yang berkasnya dinyatakan lengkap.

“Sementara ada tiga calon, baru satu calon yang sudah mengembalikan berkas yaitu Saudara Joni Nehemia Pakage. Setelah kami verifikasi, semua persyaratan yang diminta itu lengkap dan sudah kami berikan tanda terima. Tinggal kami menunggu dua calon lagi. Nanti siapa yang mengembalikan berkas dan siapa yang tidak, baru kami akan pleno di jam 10 malam,” tambahnya.

Sony yang saat itu didampingi Plt Sekretaris Golkar Nabire Alfred Kekey, Ketua Panitia Musda Arison Somisu, senior partai Kasimilus Kareyau, serta Sekretaris SC Wayan Santoso, juga menggarisbawahi kriteria baku calon pimpinan Golkar. Persyaratan tersebut meliputi kewarganegaraan, rekam jejak kepengurusan minimal satu periode, kesetiaan pada Pancasila, hingga pendidikan minimal D3.

Meski demikian, Sony mengingatkan adanya aturan khusus di dalam mekanisme partai.

“Ada sekitar 15 poin persyaratan. Namun, semua persyaratan itu bisa dikalahkan jika ada diskresi dari Ketua Umum. Di dalam Juklak 02 ada poin terakhir yang menyatakan bahwa jika ada diskresi dari Ketum, maka semua persyaratan gugur,” kata Sony.

Panitia: Kesiapan Musda Sudah 90 Persen

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Musda VIII yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPD Golkar Kabupaten Nabire, Arison I.F. Somisu, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kerja panitia yang dirancang sejak 7 September akan memuncak pada pelaksanaan Musda besok.

“Sebagai Ketua Panitia, kami punya schedule dari tanggal 7 September sampai dengan tanggal 25. Untuk persiapan besok, panitia sudah pada posisi 90 persen. Kami sudah mempersiapkan tempat, konsolidasi teman-teman Komdis dari 15 distrik, termasuk materi Musda sudah disiapkan dan kami siap melaksanakan besok sesuai jam yang ditentukan,” tutur Arison Somisu.

Ia memperincikan bahwa perhelatan ini bakal dihadiri oleh jajaran internal partai hingga elemen lintas partai dan pemerintah daerah.

“Peserta terdiri dari 15 Ketua Komdis, kurang lebih 15 pengurus DPD II Nabire, 10 pengurus DPD Provinsi, serta organisasi yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar. Kami juga mengundang rekan-rekan dari 17 partai politik peserta Pemilu 2024, serta Unsur Pimpinan Daerah yaitu Bapak Bupati Nabire dan Kesbangpol Nabire,” ungkap Arison.

Arison berharap kehadiran jajaran pemerintah daerah dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi politik demi pembangunan daerah.

“Harapan kami pemerintah daerah bisa hadir untuk memberikan masukan dan mendengarkan aspirasi dari partai. Musyawarah ini merupakan proses dinamika perjalanan organisasi setelah Pemilu dan Pemilukada untuk melaksanakan pergantian pimpinan sesuai AD/ART serta Juklak organisasi. Kami optimistis pelaksanaan dari perencanaan awal hingga besok akan berjalan sukses,” pungkasnya.

Exit mobile version