Site icon sasagupapua.com

Joni Nehemia Pakage Terpilih Aklamasi Memimpin Golkar Kabupaten Nabire Periode 2026–2031

Joni Nehemia Pakage Terpilih Aklamasi Memimpin Golkar Kabupaten Nabire Periode 2026–2031. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD II Partai Golkar Kabupaten Nabire yang diselenggarakan di salah satu hotel di Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (25/9/2026) resmi menetapkan Joni Nehemia Pakage sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Nabire periode 2026–2031. Joni terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.

Komitmen Kebersamaan dan Program Kerja Strategis

Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Joni Nehemia Pakage menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pengurus komisi distrik.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada 15 komdis yang telah memilih saya sebagai ketua periode 2026-2031. Visi saya adalah mengedepankan kebersamaan, persatuan, serta keadilan bagi sesama kader dalam demokrasi pembangunan sesuai dengan ikrar Panca Bakti nomor 3, yaitu berwatak setia kawan,” kata Joni.

Guna mewujudkan visi tersebut, Joni memaparkan tiga misi utama beserta langkah strategis yang akan segera dijalankan oleh kepengurusan baru.

“Misi saya adalah membangun sinergi yang baik antara DPD Kabupaten Nabire maupun DPD I Provinsi Papua Tengah, menjadikan kantor Partai Golkar sebagai rumah aspirasi, serta menjadikan DPD Partai Golkar Nabire sebagai pemersatu di antara sesama kader maupun bagi masyarakat Kabupaten Nabire. Dari visi dan misi ini, ada program penting yang akan kita laksanakan, yaitu menyelesaikan kepengurusan baru periode 2026-2031, melaksanakan musyawarah tingkat distrik, merekrut kader-kader Partai Golkar untuk persiapan Sipol Pemilu 2029, serta merehab kantor DPD Golkar Nabire,” tutur Joni.

Proses Pendaftaran dan Verifikasi Syarat Calon

Pimpinan Sidang Musda VIII Partai Golkar Kabupaten Nabire, Sony Kayame, menjelaskan bahwa tahapan pelaksanaan Musda telah berlangsung sesuai dengan aturan tata tertib organisasi yang berlaku sejak hari sebelumnya.

“Jadi siang hari ini kami melaksanakan musyawarah daerah ke-8. Tetapi tahapannya itu sudah dari kemarin kami laksanakan, yaitu pendaftaran bakal calon. Sesuai dengan Juklak 02 pasal 20 tentang pemilihan formatur dan ketua formatur, ada tahapan penjaringan, verifikasi, dan penetapan bakal calon. Dari tiga yang mengambil formulir, satu yang mengembalikan berkas. Dua lainnya kami berikan waktu perpanjangan hingga pukul 10 malam sebelum kami tutup. Sehingga yang terdaftar satu dan dia memenuhi syarat, berkasnya lengkap,” ungkap Sony.

Sony menambahkan bahwa proses pemilihan berjalan lancar tanpa kendala berkat kesepakatan bulat dari seluruh pemegang hak suara.

Foto bersama dalam momen Musda VIII DPD II Golkar Kabupaten Nabire. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com).

“Dalam pandangan umum, pemegang hak suara yaitu 15 komdis telah menyatakan dukungan kepada saudara Joni Nehemia Pakage sebagai Ketua Golkar Kabupaten Nabire. Puji Tuhan, syukur alhamdulillah, situasi berjalan aman, terkendali, dan baik sampai selesai,” tambah Sony.

Pesan Penegasan dari Dewan Pertimbangan Provinsi

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Provinsi Papua Tengah sekaligus Plt Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nabire, Amirullah Hasyim, menekankan bahwa momentum Musda ini harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial pemilihan figur pimpinan.

“Selaku Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Provinsi Papua Tengah yang juga ditunjuk dari DPP Pusat selaku Plt Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nabire, saya sangat berterima kasih kepada panitia penyelenggara karena Musda ini berjalan tertib, aman, dan damai. Saya pesankan bahwa Musyawarah Daerah ini bukan hanya dianggap sebagai seremonial biasa ataupun memilih ketua, tetapi yang terpenting adalah membuat terobosan-terobosan untuk mempersatukan seluruh pengurus dan kader Golkar di Kabupaten Nabire demi memenangkan Pemilu tahun 2029 yang akan datang,” kata Amirullah.

Amirullah juga menegaskan pentingnya konsolidasi berjenjang serta tanggung jawab penuh dari pimpinan terpilih untuk membawa partai menuju kejayaan di daerah.

“Konsolidasi itu harus jalan mulai dari kabupaten, distrik, kampung, kelurahan, hingga RT dan RW. Yang terpenting adalah komunikasi. Kebanyakan orang biasanya hanya mencari power atau nama untuk jadi ketua, setelah terpilih lalu hilang. Kalau ini tidak, saya tegas sampaikan bahwa ketua terpilih harus bertanggung jawab sepenuhnya untuk membesarkan Partai Golkar dan menjadi pemenang di Kabupaten Nabire,” tegas Amirullah.

Exit mobile version