SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Turnamen sepak bola bergengsi Badai Cartenz Cup VI tahun 2026 resmi dibuka di Nabire pada Senin (6/7/2026).
Turnamen ini dipastikan berlangsung sengit dengan kehadiran sang juara bertahan pada edisi sebelumnya, PS Sific, yang datang dengan ambisi besar dan skuad yang lebih tangguh untuk mempertahankan gelar juara mereka di tanah Papua.
Pelatih PS Sific, Mecky Kalakmabin, mengatakan status sebagai juara bertahan membawa beban tersendiri bagi anak asuhnya. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan yang sangat matang untuk menghadapi turnamen tahun ini.
“Pertama-tama kita bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan yang baik ini. Mengenai persiapan, kami sebagai juara bertahan tentu merasakan tantangan yang sangat berat. Namun, kami sudah memiliki waktu yang cukup untuk bersiap. Kami telah menjalani pemusatan latihan di Jayapura selama dua bulan, dan dua minggu terakhir ini kami fokus melakukan adaptasi serta pemantapan di Nabire. Secara keseluruhan, tim kami sangat siap untuk berpartisipasi,” ujar Mecky Kalakmabin saat ditemui di Nabire, Senin (6/7/2026).

Pelatih PS Sific, Mecky Kalakmabin. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)
Demi memperkuat kedalaman skuad, PS Sific secara khusus mendatangkan amunisi baru yang sudah sarat pengalaman di kancah sepak bola nasional. Dua nama beken yang resmi bergabung adalah Kelly Sroyer, penyerang sayap lincah yang dikenal lewat kiprahnya bersama Persipura, Persik Kediri dan tim nasional Indonesia, serta Sukandar Kansai, pemain berpengalaman yang juga pernah memperkuat Persipura Jayapura.
“Kelly Sroyer dan Sukandar Kansai baru bergabung dengan kami tahun ini. Beberapa pemain dari Persipura ini akan bermain bersama kami untuk membantu tim di pertandingan nanti. Meskipun mereka baru, selama persiapan di Jayapura kami selalu bersama-sama, sehingga untuk chemistry dan kesiapan tim sama sekali tidak ada masalah. Kami sudah sangat padu dan siap kembali bertanding di turnamen ini,” jelas Mecky.
Mecky menambahkan kondisi fisik para pemainnya tetap terjaga karena mayoritas skuad PS Sific baru saja menyelesaikan kompetisi resmi di Liga 4. Kesibukan berkompetisi hingga ke tingkat nasional membuat sentuhan bermain anak asuhnya tetap berada di level tertinggi.
“Tim PS Sific selalu rutin menggelar latihan dan uji coba. Kemarin beberapa pemain kami baru saja berpartisipasi di Liga 4 Papua di Wamena, bahkan sempat lanjut bertanding ke tingkat nasional. Setelah kembali, kami langsung berkumpul lagi. Jadi, tidak ada masalah dengan kebugaran karena atmosfer kompetisi mereka masih terjaga,” tambahnya.
Meskipun diunggulkan, jajaran pelatih PS Sific tetap mewaspadai faktor cuaca dan perbedaan iklim yang cukup ekstrem dari tempat-tempat yang mereka singgahi sebelumnya. Antisipasi dini pun dilakukan agar kondisi fisik pemain tidak menurun menjelang laga perdana.
“Kondisi pemain sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Namun, saya sebagai pelatih mengantisipasi perubahan cuaca. Kami sebelumnya berada di Wamena yang berudara dingin, lalu turun ke Jayapura, sempat ke Malang, Jawa Timur yang juga dingin, dan sekarang kembali ke Nabire yang cukup panas. Ini yang terus kami jaga agar jangan sampai ada pemain yang kondisinya drop,” tutur Mecky.
PS Sific sendiri tergabung di Pool D pada turnamen Badai Cartenz Cup VI ini. Mecky menilai posisi tersebut memberikan keuntungan waktu bagi timnya untuk memaksimalkan proses adaptasi lapangan dan cuaca di Nabire sebelum memulai laga perdana.
“Kami berada di Pool D, jadi kami masih punya waktu beberapa hari ke depan untuk lebih siap lagi dan melakukan penyesuaian daerah. Saya sangat percaya dengan kualitas yang dimiliki oleh para pemain saya. Kami akan tampil maksimal di setiap pertandingan. Mengenai target juara atau tidak, kami kembalikan semuanya kepada Tuhan. Yang terpenting, fokus kami adalah tampil habis-habisan sebagai juara bertahan,” pungkas Mecky.
Penulis: Kristin Rejang





