Site icon sasagupapua.com

Kadin Papua Tengah: PRF Jadi Momentum Bangkitkan Pasar UMKM 

Ketua KADIN Papua Tengah, Alexander Gobai. (Foto: Ist)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Papua Reggae Festival (PRF) yang berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 di Nabire.

Ajang ini dinilai menjadi momentum strategis untuk membangkitkan perekonomian daerah, khususnya melalui pemberdayaan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Kadin Papua Tengah, Alexander Gobai, menyampaikan bahwa festival ini menjadi wadah yang sangat potensial bagi para pelaku UMKM untuk memamerkan serta mempromosikan berbagai potensi lokal kepada masyarakat luas.

“Melalui momentum festival ini, kita ingin menggerakkan perekonomian, khususnya di sektor UMKM, sehingga para pelaku usaha dapat memamerkan potensi lokal mereka. Kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam menggerakkan ekonomi keluarga, kelompok, maupun komunitas dengan menghadirkan pasar secara langsung di dalam area festival,” kata Alexander Gobai, Jumat (16/10/2026).

Selain menjadi penggerak roda ekonomi rakyat, perhelatan musik dan budaya ini juga menjadi catatan sejarah tersendiri bagi perkembangan seni di Papua Tengah. Sebanyak 36 grup musik dijadwalkan tampil membawakan aransemen serta ciri khas budaya masing-masing.

“Kami tentu mendukung penuh Papua Reggae Festival yang dilaksanakan mulai hari ini, 16 Oktober, hingga 17 Oktober esok. Kehadiran sekitar 36 grup band yang tampil dengan gaya, aransemen, dan nuansa budaya masing-masing akan memberi motivasi serta inspirasi bagi masyarakat Papua untuk semakin mencintai budayanya sendiri,” ujar Alexander.

Alexander mengatakan nilai-nilai kebudayaan yang diangkat dalam festival ini memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan pangan lokal. Penguatan sektor pangan berbasis tradisi ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam melindungi serta mengembangkan potensi pertanian daerah.

“Sisi kebudayaan yang ditampilkan juga menjelaskan pentingnya menggerakkan pangan lokal dari tingkat keluarga. Hal ini sangat berkaitan dengan visi dan misi Bapak Gubernur dalam melindungi ketahanan pangan dan pertanian. Harus ada program yang terus memacu pengembangan pangan lokal agar ekonomi keluarga, kelompok, dan komunitas di sektor usaha pangan ini dapat terus tumbuh,” jelasnya.

Selama dua hari penyelenggaraan, para pengunjung festival dapat mendatangi berbagai stan pameran yang menyajikan beragam produk unggulan daerah. Selain kuliner khas Papua, festival ini juga menampilkan ragam hasil kerajinan tangan dan karya seni lokal.

“Di lokasi acara terdapat beberapa stan pameran. Selain stan kuliner lokal, para pelaku usaha juga menampilkan berbagai kerajinan seperti ukiran kayu, kerajinan bernuansa budaya, hingga noken. Seluruh rangkaian ini menciptakan perpaduan yang sangat seimbang antara hiburan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi,” tutur Alexander.

Alexander berharap perhelatan Papua Reggae Festival dapat berjalan aman dan sukses, sekaligus menjadi pemicu lahirnya berbagai agenda pameran ekonomi dan budaya lainnya di masa mendatang.

“Kami sangat mendukung dan berharap kegiatan ini sukses dari awal hingga akhir. Semoga semangat ini memicu hadirnya festival-festival lain ke depan, seperti Expo Budaya, Expo UMKM, maupun pameran potensi ekonomi Papua Tengah. Ke depan, kita akan memikirkan dan merancangnya bersama-sama lagi,” pungkasnya.

Exit mobile version