SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Langkah nyata melalui kebijakan Penjabat Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa bersama Deinas Geley dalam memajukan sektor pendidikan di wilayahnya mendapat apresiasi dari kalangan pendidik.
Pemprov Papua Tengah pada tahun 2025 resmi meluncurkan program sekolah gratis bagi SMA/SMK di Papua Tengah. Dimana 90 miliar dikucurkan untuk program tersebut dan menyasar ratusan sekolah baik dalam kota bahkan hingga daerah 3T. Semua sekolah dapat merasakan program ini baik SMA/SMK Yayasan maupun Negeri serta asrama.
Kepala SMK Negeri 1 Pariwisata Paniai, Yuliton Degei, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kucuran dana bantuan pendidikan gratis senilai Rp785.400.000 yang dialokasikan bagi 357 siswanya, di mana setiap siswa mendapatkan subsidi sebesar Rp2.200.000.
Yuliton mengatakan program ini merupakan terobosan pertama yang ia rasakan selama menjabat, bahkan menjadi contoh nyata keberpihakan pemerintah terhadap masa depan anak-anak Papua.
“Saya atas nama kepala sekolah sangat mengapresiasi Bapak Gubernur Meki Nawipa karena program pendidikan gratis ini sangat luar biasa dan benar-benar meringankan beban sekolah kami,” ujar Yuliton.
Menurut Yuliton, dana tersebut telah dikelola secara transparan untuk melengkapi segala kebutuhan dasar siswa yang selama ini menjadi kendala bagi orang tua.
Pihak sekolah kini telah menyiapkan berbagai sarana dan atribut belajar mulai dari seragam lengkap, topi, sepatu, dasi, hingga buku tulis bagi seluruh peserta didik.
Ia mengisahkan bagaimana para siswa dan orang tua merasa sangat terbantu dan bahagia karena tidak lagi dipusingkan oleh biaya atribut sekolah yang mahal di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.
“Dana ini kami rasa sangat besar dan bermanfaat untuk menyiapkan segala-galanya di sekolah, orang tua wali pun sangat mengapresiasi dan senang karena penghasilan mereka yang terbatas kini tidak lagi terbebani untuk membeli pakaian dan buku sekolah anak-anak mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yuliton berharap program visioner ini dapat terus berlanjut hingga lima atau sepuluh tahun ke depan demi menjamin keberlangsungan pendidikan vokasi di Paniai.
Sebagai pimpinan sekolah kejuruan, ia juga menaruh harapan agar ke depan pemerintah dapat memperluas dukungan pada penyediaan alat dan tempat praktik atau Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bagi siswa SMK.
Hal ini penting kata Yuliton agar lulusan SMK Negeri 1 Paniai benar-benar menjadi tenaga kerja yang siap pakai, kompeten, dan tidak ragu saat terjun ke dunia kerja.
“Ini adalah program pertama yang dilakukan oleh Bapak Meki Nawipa, sebelumnya saya tidak pernah mendengar hal seperti ini. Program ini memberikan motivasi besar bagi siswa kami untuk meraih masa depan yang lebih baik, semoga Tuhan memberkati kerja keras Bapak Gubernur,” pungkasnya.