SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Kepala Suku Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Muyapa, menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan lembaga masyarakat di wilayah Topo Kilo 100 yang mencakup empat distrik di wilayah Topo dan Piyaiye.
Dukungan tersebut disampaikan setelah para tokoh masyarakat, kepala suku, dan kepala distrik setempat melakukan audiensi langsung dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire pada Rabu (29/7/2026).
“Pada Rabu kami dari tokoh masyarakat, kepala-kepala suku bersama Kepala Distrik wilayah empat distrik di Topo, Piyaiye. Bersama saya sebagai Kepala Suku Provinsi Papua Tengah, kita audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nabire bersama Ibu Ketua DPRD,” ujar Melkias Muyapa saat diwawancarai, Kamis (30/7/2026).
Melkias menjelaskan bahwa Ketua DPRK Nabire menyambut baik kehadiran mereka dan telah menerima poin-poin aspirasi yang diajukan oleh masyarakat terkait pembentukan lembaga adat tersebut.
“Dia terima aspirasi masyarakat dan juga ini hasil pertemuan kita kemarin. Dan juga hasilnya kami sudah sampaikan ada beberapa poin. Di antara itu, masing-masing sampaikan sesuai dengan pembentukan lembaga masyarakat di Topo Kilo 100,” jelasnya.
Sebagai pucuk pimpinan adat Suku Mee di tingkat provinsi, Melkias menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh proses ini hingga tuntas agar lembaga yang dinantikan masyarakat dapat segera terwujud.
“Jadi pada prinsipnya, saya atas nama Kepala Suku Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Muyapa, mendorong supaya lembaga ini harus terwujud sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada prinsipnya. Jadi kami sebagai Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah mendorong sehingga mengikuti proses semua tahapan demi tahapan sampai harus terbentuk lembaga yang mereka sudah disiapkan,” ungkap Melkias.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga DPR Kabupaten yang telah membuka ruang dialog bagi pemenuhan hak-hak adat masyarakat.
“Dengan ini, kami juga terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Pemerintah Provinsi, DPRK yang selalu mendengar aspirasi masyarakat. Pada prinsipnya kami mendorong supaya semua akses harus berjalan baik sesuai dengan harapan masyarakat. Hal-hal yang lain juga akan kami kawal sampai benar-benar pemerintah harus menerima dan merespons tuntutan masyarakat. Ini yang kami sampaikan,” tuturnya.
Melkias pun mengimbau agar masyarakat di empat distrik wilayah Piyaiye tetap tenang dan bersabar mengikuti seluruh prosedur legalitas yang sedang berjalan di pemerintahan.
“Dan juga terima kasih kepada semua pihak untuk masyarakat pada empat distrik di Piyaiye mohon sabar dan menunggu sesuai dengan tahapan demi tahapan yang sudah dibentuk rekomendasi lembaga yang nanti akan mengeluarkan semua tahapan ini,” imbaunya.
Melkias meminta media massa untuk terus mengawal dan menginformasikan perkembangan proses ini kepada publik agar tercipta transparansi dan sinergi yang baik antara nilai adat, agama, dan jalannya pemerintahan.
“Dengan ini, kami sampaikan kepada media dan pers tolong informasikan ke publik supaya perkembangan-perkembangan setiap penyampaian ini harus terungkap dan dipublikasikan supaya semua tahapan itu seluruh masyarakat selalu ikuti perkembangan, baik di pemerintahan, baik di masyarakat, semua harus diberitahukan supaya semua pihak harus sama-sama memperbaiki, sama-sama mempertahankan nilai-nilai budaya adat, nilai-nilai agama, dan nilai-nilai pemerintahan itu selalu terjaga bersama,” pungkasnya.
