Menu

Mode Gelap

Cerpen · 26 Nov 2025 21:27 WIT

Kisah Para Pemuda Institut Pertambangan Nemangkawi yang Mengubah Hidup Lewat Pendidikan Vokasi

Sejak didirikan pada 2003, Institut
Pertambangan Nemangkawi yang didirikan
oleh PT Freeport Indonesia
telah
berkembang menjadi pusat pelatihan vokasi
berkelas Industri dengan pelatihan berbasis
kompetensi Kerja Khusus dan berbagai
program pengembangan SDM lainnya. (Foto: Corcom Freeport) Perbesar

Sejak didirikan pada 2003, Institut Pertambangan Nemangkawi yang didirikan oleh PT Freeport Indonesia telah berkembang menjadi pusat pelatihan vokasi berkelas Industri dengan pelatihan berbasis kompetensi Kerja Khusus dan berbagai program pengembangan SDM lainnya. (Foto: Corcom Freeport)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Di balik deru alat berat dan aktivitas tambang raksasa di Mimika, Papua Tengah, ada sebuah ruang belajar yang menjadi tempat lahirnya harapan baru bagi generasi muda Papua. Tempat itu bernama Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) — pusat pelatihan vokasi milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang sejak 2003 menjadi jembatan bagi ribuan anak Papua meraih masa depan yang lebih pasti.

“Investasi di sektor pendidikan adalah investasi sosial jangka panjang. Kami ingin memastikan generasi muda Papua mendapatkan keterampilan nyata untuk bekerja dan membangun karier,” ujar Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI, Nathan Kum, di Timika, Rabu (26/11/2025).

Lahirkan Ribuan SDM Papua Terampil

IPN dirancang sebagai lembaga vokasi non-formal yang membekali peserta dengan keterampilan teknis khas industri tambang: disiplin kerja, standar keselamatan kelas dunia, hingga pengalaman praktik langsung di lapangan.

Intitut Pertambangan Nemangkawi
merupakan lembaga pendidikan vokasi
non-formal yang didirikan PT Freeport
Indonesia, dan dirancang untuk
mempersiapkan generasi muda Papua
agar memiliki kompetensi teknis dan
karakter profesional yang dibutuhkan di
dunia kerja, terutama sektor
pertambangan.
(Foto: Corcom Freeport)

- Advertising -
- Advertising -

Pendekatan berbasis kompetensi inilah yang membuat lulusannya siap terjun ke dunia industri.

Lebih dari 4.000 peserta telah menempuh pelatihan di IPN sejak pertama berdiri. Menariknya, sekitar 90 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP). Dari jumlah itu, 71 persen kini telah bekerja, baik di PTFI maupun perusahaan kontraktor.

“Kami membangun ekosistem pendidikan yang lengkap — dari kelas hingga lapangan. Tujuannya agar peserta tidak hanya belajar, tetapi mengalami langsung dunia industri,” kata Nathan.

Dari Amungme untuk Papua: Kisah Isai Kum

Salah satu bukti nyata keberhasilan IPN adalah Isai Kum, pemuda asal Suku Amungme. Ia mengikuti program Apprentice Operator Haul Truck—kendaraan raksasa yang melintasi area tambang.

“Di IPN saya belajar teknik, disiplin, keselamatan, dan kerja sama tim. Program magang membuat saya benar-benar siap kerja. Saya bangga bisa kembali bekerja di tanah kelahiran saya dan membangun Papua lewat pekerjaan ini,” ujarnya

Isai kini menjadi operator tambang bawah tanah yang bekerja di salah satu tambang terbesar di dunia.

Membuka Ruang bagi Perempuan Papua

Bukan hanya kaum pria yang mendapat peluang. IPN juga menjadi pintu bagi perempuan Papua memasuki dunia kerja yang selama ini dianggap “terlalu berat” bagi mereka.

Sri Ningsih W. Watora, perempuan muda dari Suku Kamoro, kini menjadi salah satu peserta jurusan Electrician.

“IPN membuka pintu bagi perempuan Papua. Sertifikasi dan pengalaman praktik membuat saya percaya diri bekerja di perusahaan mana pun. Saya bilang ke adik-adik: kalau mau ubah masa depan, IPN adalah salah satu jalannya,” tuturnya.

Pada 2024, dari 289 peserta terpilih, 70 adalah perempuan—angka yang menunjukkan komitmen IPN terhadap inklusivitas gender.

Seleksi Ketat, Peluang Besar

Minat generasi muda Papua untuk belajar semakin tinggi. Tahun 2024, IPN menerima hampir 4.938 pendaftar, namun hanya 289 yang lolos seleksi.

PT Freeport Indonesia sebagai mitra
strategis pemerintah terus memperkuat
pembangunan sumber daya manusia
(SDM) Papua, khususnya di Kabupaten
Mimika, melalui pengembangan Institut
Pertambangan Nemangkawi (IPN). (Foto: Corcom Freeport)

Dari jumlah itu, 82 peserta berasal dari Suku Amungme, 96 dari Suku Kamoro, dan sisanya dari lima suku kekerabatan lain di Mimika.

Program pelatihan meliputi:

• Operator Alat Berat & Pekerja Tambang Bawah Tanah

• Mekanik Alat Berat

• Kelistrikan

• Pengelasan

• Mekanik Pabrik

Tak hanya itu, IPN juga mengembangkan jiwa usaha melalui Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET) — program yang membimbing anak muda Papua menciptakan inovasi bisnis dan kemandirian ekonomi.

Menanam Harapan, Memanen Masa Depan

Dua puluh tahun lebih IPN berdiri, ia bukan sekadar pusat pelatihan, tetapi “pabrik harapan” bagi ribuan anak Papua. Di dalamnya, mereka menemukan bukan hanya keterampilan, tapi juga kepercayaan diri, arah hidup, dan peluang yang dulu terasa jauh.

Melalui IPN, PTFI tak hanya menambang emas dan tembaga — mereka turut menambang potensi manusia Papua, yang kelak menjadi kekuatan besar dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Di kelas, di bengkel praktik, atau di kabin haul truck raksasa—anak-anak muda Papua kini sedang menambang masa depannya sendiri. Dan IPN menjadi lampu yang menerangi jalan mereka.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sa yang Mendukung de yang Mengandung

27 April 2025 - 21:27 WIT

CERPEN | Bungkam Lalu Pulang !

16 Maret 2025 - 14:41 WIT

Trending di Cerpen

Sorry. No data so far.