SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Tengah bersama koalisi Cipayung menyatakan sikap tegas untuk mengawal dan berpartisipasi penuh dalam aksi demonstrasi damai yang diinisiasi oleh mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire.
Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 ini, difokuskan untuk menuntut penuntasan peristiwa “Dogiyai Berdarah” yang telah menyita perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua DPD KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya dalam aksi ini murni didorong oleh rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap situasi keamanan serta penegakan hukum di wilayah tersebut. Yustinus menilai rentetan kasus yang terjadi di Kabupaten Dogiyai sejak akhir April lalu hingga saat ini memerlukan perhatian serius agar tidak berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas.
“Kami memutuskan untuk turun langsung dan ikut serta dalam aksi ini semata-mata atas dasar kemanusiaan karena situasi di Dogiyai saat ini sangat membutuhkan perhatian serius, terutama terkait penuntasan berbagai rentetan kasus yang terjadi sejak akhir April lalu,” ujar Yustinus Tebai.
Aksi massa ini rencananya akan mulai bergerak pada pukul 08.00 WIT dengan titik kumpul yang tersebar di beberapa lokasi strategis, meliputi SP1 Wadio, kampus USWIM, kawasan Siriwini, Pasar Karang, hingga Asrama Dogiyai.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung agar pesan dan aspirasi yang dibawa oleh para mahasiswa dapat tersampaikan dengan tepat tanpa ada gangguan keamanan.
“Saya sangat berharap aksi besok dapat berjalan dengan aman, tertib, dan damai sehingga seluruh aspirasi mahasiswa bisa tersampaikan dengan baik kepada pihak-pihak terkait, dan harapan kita bersama adalah agar Kabupaten Dogiyai bisa segera pulih kembali dan menjadi daerah yang aman bagi semua orang,” tutup Yustinus.