SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Komunitas Teras Literasi Mahasiswa Papua (KORASLIMA) bekerja sama dengan PT GPS dan Telkomsel sukses menyelenggarakan Papua Genius League (PGL) Lomba Cerdas Cermat Antar SMP Se-Kota dan Kabupaten Jayapura yang berlangsung di Aula FKIP Universitas Cenderawasih, 30 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 108 peserta dari berbagai sekolah menengah pertama dengan dampingan puluhan guru pendamping.
Papua Genius League merupakan ajang pengembangan kapasitas akademik, literasi, dan kemampuan berpikir kritis bagi pelajar Papua. Program ini dirancang untuk membangun budaya belajar yang kuat sekaligus menyiapkan generasi muda Papua menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Papua dalam pembukaan kegiatan, Kepala Bidang Pendidikan dan Mutu Pelayanan Dinas Pendidikan Provinsi Papua menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan KORASLIMA perlu terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan program Papua Genius League.
Dalam sambutannya, pemerintah berharap kegiatan seperti Papua Genius League tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Papua.
“Kolaborasi antara Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas terkait dan KORASLIMA harus terus dijalankan untuk menjaga keberlanjutan Papua Genius League. Program Lomba Cerdas Cermat Antar SMP se-Kota dan Kabupaten Jayapura ini harus terus ditingkatkan karena menjadi salah satu instrumen penting dalam mengembangkan kemampuan akademik pelajar. Program-program pendidikan di kalangan pelajar harus benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata seperti kegiatan yang dilaksanakan hari ini,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Ahmad Djalani, yang hadir dan memberikan apresiasi terhadap gerakan literasi yang dilakukan oleh KORASLIMA bersama para mitra.
Menurut Ahmad Djalani, pembangunan budaya literasi membutuhkan komitmen jangka panjang serta konsistensi dari seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan literasi harus dikerjakan dengan cinta, ketulusan, dan konsistensi. Literasi bukan pekerjaan sehari atau setahun, melainkan proses panjang yang membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk membangun kualitas sumber daya manusia Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur KORASLIMA Papua, Varendtinus Bose Oyan, menyampaikan bahwa Papua Genius League lahir dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk membangun masa depan Papua yang lebih baik.
Ia menegaskan bahwa setiap anak Papua memiliki potensi besar yang perlu diberikan ruang untuk berkembang melalui program-program pendidikan yang berkualitas.
“Melalui Papua Genius League, kami ingin melihat dan mengembangkan instrumen kecerdasan anak-anak Papua. Kami percaya bahwa bonus demografi dan Indonesia Emas 2045 dapat dimulai dari ufuk timur Indonesia apabila seluruh pihak bergandengan tangan memperkuat pendidikan,” katanya.
Menurutnya, para peserta yang hadir hari ini adalah generasi yang suatu saat akan menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, komunitasnya, maupun Tanah Papua.
“Di hadapan kita hari ini ada calon-calon pemimpin masa depan Papua. Mereka adalah generasi yang akan membawa perubahan bagi daerah ini. Karena itu investasi terbesar yang harus dilakukan adalah investasi pada pendidikan,” tambahnya.
Antusiasme peserta dan guru pendamping terlihat sepanjang pelaksanaan lomba. Salah satu guru pendamping, Sriwati, S.Pd, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Papua Genius League dan berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, ajang seperti ini sangat penting untuk melatih kemampuan berpikir, meningkatkan wawasan, sekaligus mengembangkan keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompetitif.
“Papua Genius League harus terus berlanjut karena menjadi wadah yang baik untuk mengasah kemampuan dan keterampilan anak-anak. Melalui kegiatan seperti ini mereka belajar untuk berani, berpikir kritis, bekerja sama, dan mengejar mimpi-mimpi mereka di masa depan,” ujar Sriwati.
Papua Genius League menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan satuan pendidikan mampu menciptakan ruang belajar yang positif bagi generasi muda Papua. Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak program pendidikan dan literasi yang dapat menjangkau pelajar hingga ke berbagai wilayah Papua.
KORASLIMA bersama seluruh mitra berkomitmen untuk terus mengembangkan Papua Genius League sebagai gerakan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi Papua yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia di masa depan.