Site icon sasagupapua.com

KOTEKA Sukses Buat Acara Pagelaran Seni Budaya “Karya yang Bicara” di Pasar Sentral Mimika

Para Ketua-ketua Komunitas dalam ‘Ruang Diskusi Terkait Pemajuan Kerja Karya Kolektif Kreatif Mimika.’ (foto: Dok KOTEKA)

SASAGUPAPUA, Timika — Komunitas Kolektif Kreatif Mimika (KOTEKA) resmi menggelar kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya bertajuk “Karya yang Bicara” yang bertempat di Pasar Sentral, Kabupaten Mimika, Sabtu (8/8/2026).

Koordinator KOTEKA, Kevin Nanlohy, menjelaskan bahwa ajang ini diinisiasi oleh gabungan komunitas lokal sebagai wadah untuk saling mengenal dan berkolaborasi secara berkelanjutan.

“Kegiatan hari ini diinisiasi oleh teman-teman kelompok komunitas Kolektif Kreatif Mimika atau KOTEKA. Tujuannya agar setiap anggota komunitas bisa saling berkolaborasi, saling mengenal, dan mengetahui satu sama lain melalui pegelaran seni dan budaya ini,” ujar Kevin.

Para penari saat mementaskan tarian dalam momen kegiatan pagelaran pentas seni. (Foto: Dok KOTEKA)

Ia menambahkan bahwa KOTEKA merangkul pelbagai elemen kreatif, mulai dari kelompok seni pertunjukan hingga pelaku ekonomi kreatif di Mimika.

“Di dalam KOTEKA ini tidak hanya diisi oleh sanggar tari dan pemusik akustik, tetapi ada juga pelaku UMKM, pekerja kriya, serta pembuat atribut tradisional Papua. Tujuan kegiatan ini supaya kita bisa maju dan berkembang bersama. Kegiatan ini rencananya akan kami buat setiap tiga bulan sekali agar adik-adik dan teman-teman memiliki ruang berkala untuk menampilkan hasil karya mereka,” tutur Kevin.

Para peserta saat mementaskan talenta dalam bernyanyi. (Foto: Dok KOTEKA)

Kevin juga menegaskan bahwa pelaksanaan acara tersebut berlandaskan semangat kemandirian dan gotong royong antaranggota.

“Kegiatan ini murni dari kita untuk kita, tanpa sponsor, tanpa anggaran khusus, dan murni hasil kerja sama rekan-rekan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Lambert Nunaki, yang hadir mewakili pemerintah daerah.

“Di sini saya berbicara mewakili pemerintah sekaligus Kepala Dinas, di mana kami memiliki sebagian tugas untuk mengelola Pasar Sentral beserta halamannya. Saat ini, para seniman dan budayawan Kabupaten Mimika menggelar pentas seni dan budaya di Pasar Sentral. Pandangan kami, kami sangat berterima kasih ada komunitas yang muncul untuk mengangkat harkat dan martabat manusia melalui seni dan budaya. Bagi saya, ini adalah hal perdana dan menjadi embrio untuk tumbuh menjadi besar ke depan,” kata Lambert.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Lambert Nunaki saat memberikan sambutan. (Foto: Dok KOTEKA)

Lambert juga menanggapi keterkaitan peran antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung kegiatan kreatif masyarakat tersebut.

“Memang kita tahu bahwa seni dan budaya ini berada di bawah wewenang OPD lain, dalam hal ini Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Namun, apa yang kami lakukan ini bukan mengambil alih tupoksi tersebut, melainkan menyediakan ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang dan menyalurkan bakat serta minat mereka yang luar biasa. Ini bisa menjadi bagian yang perlu kita kolaborasikan bersama OPD terkait untuk mengembangkan potensi seni dan budaya di Kabupaten Mimika,” terangnya.

Mengenai aspirasi dari para pelaku seni terkait dukungan pemerintah, Lambert menyatakan komitmen Disperindag untuk memfasilitasi ruang secara berkelanjutan di area Pasar Sentral.

Foto: Dok KOTEKA

“Terkait harapan dan permintaan dari teman-teman sanggar mengenai perhatian pemerintah, hal ini akan menjadi bahan yang akan kami bagikan dan sampaikan lintas OPD, terkhusus dengan Dinas Pariwisata agar bisa berkolaborasi. Ke depan, kita bisa menyepakati penetapan malam seni budaya di Timika, khususnya di Pasar Sentral. Kami dari Disperindag akan menyediakan satu malam khusus untuk pagelaran seni dan budaya di areal kuliner Pasar Sentral sebagai sarana bagi anak-anak yang memiliki talenta agar dapat tampil dan menambah jam terbang sebelum melangkah ke acara yang lebih besar,” pungkas Lambert.

Exit mobile version