Site icon sasagupapua.com

Kunjungi Lapas Nabire, Yan Mandenas Janji Perjuangkan Renovasi Kamar dan Perbaikan Gizi Warga Binaan

Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Mandenas saat membawakan sambutan dihadapan WB Lapas Kelas IIB Nabire, Senin (4/5/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Mandenas, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire pada Senin (4/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, legislator asal Papua ini meninjau langsung kondisi sarana prasarana, fasilitas dapur, hingga berdialog dengan warga binaan untuk menyerap aspirasi mereka secara langsung.

Dalam sambutannya di hadapan warga binaan dan petugas Lapas, Yan Mandenas menyinggung pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik selama menjalani masa hukuman. Ia meminta para warga binaan untuk tetap produktif dan tidak membiarkan diri terbelenggu oleh stres.

“Saya ke sini untuk melakukan monitoring langsung karena beberapa bulan lalu ada terjadi insiden di dalam Lapas. Saya sampaikan bahwa kalian semua di sini harus enjoy, jangan sampai kalian bawa stres di dalam sini. Kalian harus menikmati. Setiap kesalahan pasti ada konsekuensinya, tapi kalau konsekuensinya ada yang tidak sesuai, pasti kita koreksi,” ujar Yan Mandenas.

Terkait temuan di lapangan mengenai kondisi kesehatan warga binaan, Yan menyoroti tingginya angka penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh buruknya sirkulasi udara di dalam sel. Ia pun menjanjikan langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas hunian tersebut.

“Saya akan berkoordinasi dengan Kalapas dan Kanwil untuk kita usulkan supaya renovasi ruang-ruang tidur kalian. Direnovasi supaya sirkulasi udara lebih sehat karena laporan dokter tadi penyakit paling banyak adalah ISPA. Jadi yang isap rokok juga harus di depan, jangan di kamar, kasihan teman atau orang tua yang ada di dalam,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Yan Mandenas juga menaruh perhatian serius pada kualitas konsumsi warga binaan. Ia berjanji akan menyuarakan peningkatan anggaran makan kepada pemerintah pusat agar standar gizi di Lapas Nabire dapat ditingkatkan.

“Ada dua hal utama yang saya tangkap. Pertama, perbaikan menu makan dengan alokasi anggaran karena porsinya mungkin harus diperbaiki supaya makannya bisa lebih baik. Kedua, sarana prasarana Lapas yang akan kita perjuangkan untuk mendapatkan perhatian khusus agar dibenahi secara bertahap,” tambah Yan.

Kepada warga binaan yang memiliki talenta di bidang seni dan kerajinan, Yan meminta pihak Lapas untuk melakukan inventarisasi agar bakat-bakat tersebut dapat didukung secara maksimal. Ia juga mengingatkan agar para penghuni Lapas menjaga perilaku demi mendapatkan hak remisi maupun asimilasi.

“Kalian harus tetap mengikuti semua standar pembinaan. Pak Kalapas dan Pak Kanwil jangan lupa perbanyak aktivitas olahraga supaya kalian bisa mengembangkan talenta terpendam. Kalau kalian bisa bertanggung jawab selama dibina, pasti ada penilaian khusus dari Pak Kalapas untuk mendapatkan program asimilasi atau remisi. Jadi kalau dikasih kesempatan keluar, jangan bikin gerakan tambahan,” pesannya menutup kunjungan tersebut.

Berikut adalah poin-poin janji dan komitmen Yan Mandenas untuk Lapas Kelas IIB Nabire:

Renovasi Ruang Hunian:Mengusulkan renovasi kamar tidur guna memperbaiki sirkulasi udara demi menekan angka penyakit ISPA di kalangan warga binaan.

Peningkatan Gizi Makanan: Memperjuangkan penambahan alokasi anggaran makan agar porsi dan kualitas menu harian menjadi lebih layak.

Dukungan Kreativitas dan Bakat: Meminta pihak Lapas menginventarisir kebutuhan alat musik dan kerajinan tangan untuk mendukung kegiatan produktif warga binaan.

Fasilitas Olahraga: Mendorong penambahan aktivitas olahraga sebagai sarana pengembangan talenta dan menjaga kesehatan fisik penghuni Lapas.

Aspirasi Amnesti Khusus: Khusus bagi tahanan politik, Yan berjanji akan memantau penilaian perilaku mereka untuk diperjuangkan mendapatkan amnesti khusus dari negara.

Koordinasi Pusat: Membawa catatan hasil kunjungan langsung kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Dirjen PAS agar Lapas di Papua, khususnya Nabire, mendapatkan kebijakan khusus.

Berikan Komentar
Exit mobile version