SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, melakukan kunjungan kerja di Timika pada Rabu (14/10/2026).
Kunjungan ini berfokus pada peninjauan sejumlah infrastruktur strategis, mulai dari fasilitas pengelolaan hasil laut hingga pembangunan sarana pendidikan dan pelatihan kerja bagi putra-putri daerah.
Mengawali agendanya, Wagup Deinas Geley meninjau kawasan Pelabuhan Pomako untuk melihat langsung operasional Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) dan fasilitas cold storage atau gudang pendingin ikan serta udang. Langkah ini dilakukan guna menyokong potensi ekspor dan memastikan kesiapan program pembangunan daerah mendatang.
“Tadi pagi kita sudah ke Pelabuhan Paumako. Pertama, kita melihat pelabuhan pendaratan ikan di situ, kemudian cold storage ikan dan udang. Ada juga gedung penampungan bantuan dari provinsi yang dibangun di sana. Kita membawa empat program prioritas untuk mengatasi kendala di lapangan sebagai persiapan program tahun 2027, khususnya terkait pengembangan cold storage,” ujar Deinas Geley.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi sektor perikanan di Paumako sangat penting mengingat potensi komoditas ikan dan udang daerah telah menembus pasar internasional.
“Tujuan pengembangan ini karena komoditas ikan dan udang kita sudah diresmikan oleh Pak Gubernur untuk diekspor ke luar negeri tahun lalu. Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini bahkan sudah melebihi target yang ditentukan. Kunjungan kerja kita pagi tadi memberikan hasil yang sangat positif,” tambahnya.
Setelah dari Pomako, rombongan melanjutkan peninjauan ke fasilitas asrama dan sekolah yang dikelola oleh yayasan Katolik bersama Pemerintah Kabupaten Mimika. Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk mendukung pemenuhan sarana dan prasarana penunjang fasilitas tersebut.
“Untuk sekolah dan asrama, bangunannya disiapkan oleh Pemda Mimika dan yayasan. Namun, perlengkapan dan perabotan di dalamnya, seperti kasur dan tempat tidur anak-anak, akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi. Kita dorong penganggaraannya mulai tahun depan agar anak-anak asli Papua dapat tinggal di panti asuhan sekaligus mengecap pendidikan berpola asrama dengan layak,” jelas Wagup.
Menutup rangkaian kunjungan kerjanya, Wagup meninjau lokasi rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di atas lahan hibah dari pihak yayasan seluas 200 meter x 182 meter. BLK ini disiapkan sebagai pusat pelatihan keterampilan terpadu bagi anak-anak Papua sebelum nantinya didistribusikan ke kabupaten-kabupaten.
“Panjang tanahnya 200 meter dengan lebar 182 meter, sudah dilepaskan oleh pihak yayasan dan akan dibangun untuk balai latihan kerja. Seluruh anak-anak Papua akan dilatih di situ agar memiliki keahlian mandiri. Setelah lulus, mereka bisa membuka usaha bengkel motor, mobil, truk, hingga alat berat, atau memproduksi mebel seperti kursi dan meja. Itulah fungsi vital dari BLK ini, sehingga kita turun langsung meninjau lokasinya,” pungkas Deinas Geley.