SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Anggota DPR Papua Tengah dari Fraksi Partai NasDem, Nancy Raweyai, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire pada Senin, (11/5/2026).
Kunjungan inisiatif dari anggota Komisi II tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam penanganan sampah yang kini telah menjadi isu krusial di tingkat nasional maupun daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Nancy Raweyai menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai tanggung jawab satu instansi saja. Nancy mendorong adanya kolaborasi lintas sektor yang lebih erat antara pemerintah kabupaten dan provinsi guna menghadapi tantangan besar di masa depan.
“Iya, siang hari ini saya inisiatif untuk kunker di DLH karena saya ingin membangun adanya kesadaran bersama bahwa masalah sampah ini bukan hanya masalah kabupaten atau DLH Kabupaten, tapi bagaimana ketika kita bicara soal sampah, ini adalah tanggung jawab kita semua yang ada di Provinsi Papua Tengah, baik kabupaten, provinsi, dan juga masyarakat yang ada,” ujar Nancy Raweyai usai kegiatan.

Momen anggota DPR Papua Tengah, Nancy Raweyai saat melakukan kunker di DLH Kabupaten Nabire, Senin (11/5/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com
Lebih lanjut, ia menjelaskan kunjungan ini memiliki misi besar untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan sampah, terutama mengingat adanya target program nasional mengenai penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) pada akhir tahun 2026.
Untuk itu ia berharap ego sektoral yang selama ini menghambat koordinasi dapat segera dihilangkan demi kepentingan publik yang lebih luas.
“Tentu yang diharapkan dari kunjungan ini adalah menyamakan persepsi untuk misi yang lebih besar tentang pengelolaan sampah di Provinsi Papua Tengah. Bagaimana antara kabupaten dan provinsi meminimalisir ego sektoral yang ada tapi untuk melihat kepentingan bersama yang jauh lebih besar, jauh lebih penting terkait dengan program nasional untuk penutupan TPA pada akhir 2026. Begitu banyak hal-hal yang perlu disamakan persepsinya, bagaimana untuk penanganan dan output-nya supaya itu berdampak baik dan bisa dirasakan oleh masyarakat Papua Tengah,” tambahnya lagi.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian yang diberikan oleh legislatif tingkat provinsi. Menurutnya, pertemuan ini menjadi angin segar bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kendala dan kebutuhan teknis di lapangan.
“Saya sangat berterima kasih mewakili pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati, bahwa ada perhatian dari teman-teman dari DPRP Provinsi Papua Tengah terkait lingkungan. Ini membuat kami merasa terbantu dengan datangnya ibu untuk duduk bersama-sama dengan kami, dengan rapat dengar pendapat menyampaikan apa keluhan-keluhan kami terkait tentang pengolahan sampah dan penanganan sampah di Kabupaten Nabire,” kata Arfan.
Arfan juga menggarisbawahi pentingnya pelurusan pembagian kewenangan antara kabupaten dan provinsi agar penanganan sampah bisa lebih efektif.
Ia berharap Nancy Raweyai dapat memfasilitasi komunikasi lanjutan dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Tengah untuk mensinkronkan program-program strategis yang selaras dengan visi pimpinan daerah dan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait mitigasi lingkungan.
“Harapan kami setelah pertemuan ini, intinya adalah membuang ego sektoral di antara Provinsi dan Kabupaten, terutama untuk Dinas Lingkungan Hidup, bagaimana kembali merajut kerja sama yang baik, kemudian pembagian kewenangan yang perlu mungkin diluruskan, kemudian adanya kerja sama terkait tentang penanganan sampah di Kabupaten Nabire. Permasalahan sampah ini bukan hanya tanggung jawab Kabupaten, tapi itu merupakan tanggung jawab pemerintah Provinsi Papua Tengah dan semua warga masyarakat karena apabila sampah ini tidak tertangani dengan baik, itu akan menjadi ancaman bagi manusia ke depan,” tutup Arfan.