SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Papua melakukan asesmen dan investigasi lapangan secara langsung terkait ancaman pendangkalan yang tengah melanda Danau Paniai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa (22/9/2029).
Direktur WALHI Papua, Maikel Peuki, menyampaikan seruan tersebut langsung dari lokasi pemantauan di kawasan Aikai, Danau Paniai.
“Halo semua masyarakat adat Papua dan khususnya masyarakat adat Kabupaten Paniai, masyarakat Mee pada umumnya. Kami WALHI Papua berada di Danau Paniai di Aikai, untuk melakukan asesmen dan investigasi langsung ke lapangan terkait dengan pendangkalan Danau Paniai yang saat ini terjadi,” kata Maikel Peuki.

Direktur Walhi Papua, Maikel Peuki (baju putih) dan tim WALHI berfoto bersama saat melakukan penelitian. (Foto: Dok WALHI)
Maikel Peuki menjelaskan langkah ini diambil guna mengukur sejauh mana dampak penurunan kondisi danau terhadap lingkungan serta taraf hidup masyarakat pesisir.
“Tujuan kami ke sini adalah mau melihat langsung situasi di lapangan, terus kemudian kita mau melakukan penelitian terkait dengan luasan pendangkalan dari darat sampai ke ujung air saat ini. Dan juga mau melihat bahwa apakah kedalaman dari Danau Paniai ini itu masih di angka 1.400 kedalamannya,” ujar Maikel Peuki.
Selain masalah pendangkalan, tim investigasi di lapangan juga menemukan penumpukan limbah di sekitar perairan yang kian memperburuk kondisi ekosistem danau.
“Dengan kita melihat situasi ini, selain itu kita lihat di sini juga banyak sekali sampah-sampah yang berada di sekitar danau yang telah melakukan pendangkalan. Oleh karena itu, kami dari organisasi WALHI Papua berharap kepada semua, baik pemerintah, lembaga adat, dan juga organ-organ masyarakat adat Paniai untuk melihat lingkungan ini secara serius,” tutur Maikel Peuki.
Maikel Peuki menegaskan pentingnya intervensi kebijakan dan penganggaran dari pihak pemerintah daerah agar penghidupan warga lokal, khususnya para nelayan dan petani, dapat terlindungi dari dampak krisis lingkungan ini.
“Dalam hal ini, kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Paniai untuk bisa menganggarkan pendanaan bagaimana mengatasi mitigasi yang terjadi di Paniai dan juga adaptasinya seperti apa terkait dengan situasi pendangkalan ini, karena ini berkaitan dengan aktivitas masyarakat adat Papua khususnya di Paniai yang nelayan, yang petani,” tegas Maikel Peuki.
Ia menambahkan perlindungan ekosistem Danau Paniai berbanding lurus dengan upaya menjaga kestabilan perekonomian warga setempat.
“Oleh karena itu, ini juga bagian daripada mendukung ekonomi rakyat yang terus bertumbuh, tapi juga memperhatikan lingkungan yang terjadi di sekitar Paniai,” ucap Maikel Peuki.
Sebagai langkah tindak lanjut, WALHI Papua berencana menyerahkan dokumen analisis resmi kepada pihak berwenang guna mengantisipasi ancaman bencana iklim yang berpotensi terus berulang di kawasan tersebut.
“Kami juga setelah melakukan asesmen dan investigasi ini, kami akan melaporkan apa hasil dan analisis kita kepada Pemerintah Kabupaten Paniai untuk membantu bagaimana melihat situasi dampak ini akan timbul. Karena kita menduga ini tiap tahunnya itu akan terjadi situasi terkait dengan perubahan iklim sampai pada dampak El Nino, kebakaran, kekeringan yang panjang di Papua khususnya di Kabupaten Paniai,” tutup Maikel Peuki.

