Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 1 Jul 2026 15:18 WIT

Mahasiswa Intan Jaya Desak Pembentukan Pansus dan Tarik Aparat Non-Organik Pasca Tewasnya Elianus Agimbau


Foto: Ist Perbesar

Foto: Ist

SASAGUPAPUA.COM, Intan Jaya – Peristiwa dugaan penembakan yang menewaskan Elianus Agimbau, seorang gembala gereja sekaligus aparat Kampung Kupia, di Pangkalan Ojek Mbamogo, Distrik Sugapa, pada Senin (29/6/2026), memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa.

Perwakilan Mahasiswa Intan Jaya, Yance Pogau, mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret menyikapi insiden yang diduga melibatkan aparat keamanan tersebut.

Yance yang saat ini berada di Intan Jaya menjelaskan berdasarkan laporan awal yang mereka himpun, insiden terjadi saat Elianus Agimbau bersama rekannya, Arnold Agimbau, sedang melakukan perjalanan dari Kampung Unabundoga menuju pusat Kota Sugapa untuk keperluan pencairan dana desa.

Dikatakan, dalam perjalanan yang melewati Kampung Tausiga hingga Mbamogo, keduanya diduga menjadi sasaran penembakan oleh aparat keamanan yang sedang bertugas di wilayah tersebut.

- Advertising -
- Advertising -

Selain menewaskan Elianus Agimbau yang dikenal sebagai hamba Tuhan di Gereja Kupia, kejadian itu juga menimpa Sandi Agimbau yang dilaporkan berhasil melarikan diri ke dalam hutan meski dalam kondisi terluka.

Sejumlah informasi yang beredar di lapangan pun sempat menyinggung dugaan penggunaan drone dan granat oleh aparat militer dalam insiden tersebut.

Menanggapi tragedi ini, Yance Pogau menyampaikan tuntutan tegas atas nama mahasiswa Intan Jaya.

“Kami mendesak Pemerintah Daerah Intan Jaya bersama DPRK untuk segera membentuk tim Panitia Khusus guna mengusut tuntas peristiwa ini agar kebenaran dapat terungkap secara transparan,” ujar Yance dalam keterangannya kepada media ini, Rabu (1/7/2026).

Lebih lanjut, Yance menekankan pentingnya langkah keamanan yang lebih humanis bagi masyarakat setempat.

“Kami meminta agar seluruh personel TNI dan Polri non-organik segera ditarik dari wilayah Intan Jaya untuk memulihkan rasa aman warga. Selain itu, kami mendesak PMD Intan Jaya bersama DPRD, DPRP, dan MRP untuk segera mengambil langkah hukum sesuai dengan aturan yang berlaku di Republik Indonesia,” tegasnya.

Yance juga menambahkan desakan agar pihak berwenang melakukan proses hukum yang tegas terhadap oknum aparat yang diduga bertanggung jawab.

“Kami menuntut agar pemerintah Intan Jaya segera menangani situasi di Intan Jaya saat ini, jika benar dilakukan oleh oknum aparat, maka harus diadili dan diproses hukum oknum yang diduga telah menjatuhkan bom di area pemukiman warga di enam kampung karena tindakan ini sudah sangat meresahkan dan membahayakan keselamatan rakyat,” tambahnya.

Meski demikian, pihak mahasiswa tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sembari menunggu hasil verifikasi data yang lebih mendalam.

“Laporan ini masih bersifat awal, sehingga kami akan terus mengawal perkembangan situasi dan segera menyampaikan keterangan lebih lengkap setelah data-data di lapangan terverifikasi sepenuhnya,” tutup Yance.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mobil Pastoran Jadi Sasaran Tembakan di Intan Jaya, Gereja Katolik Minta Pelaku Bertanggung Jawab

1 Juli 2026 - 17:25 WIT

Partai Buruh PPT Dukung Pansus DPRK Mimika Tuntaskan Kasus 8.300 Karyawan Moker, ini Kata Said Iqbal

27 Juni 2026 - 19:56 WIT

LBH Papua Adukan Polda ke Komnas HAM Atas Penundaan Kasus Penembakan Mahasiswa

27 Juni 2026 - 19:21 WIT

Orasi di Nabire, Mahasiswa Puncak Sebut Komnas HAM Cacat Data Soal ‘Kembru Berdarah’

23 Juni 2026 - 16:10 WIT

Disnaker Mimika “Diam”, Araminus Omaleng Desak Audit Independen Rekrutmen PTFI

23 Juni 2026 - 00:27 WIT

Kembali Konvoi : Fans Senegal Manokwari Bawa Pesan Kritis, Tak Sekadar Dukung Bola

22 Juni 2026 - 23:22 WIT

Trending di Peristiwa