SASAGUPAPUA.COM, Timika – Distrik Mimika Barat Jauh kini tak lagi sekadar wilayah administratif di tepian peta Kabupaten Mimika. Di bawah kepemimpinan Kepala Distrik Everardus Kukuareyau, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kaimana ini sedang bersolek, mengubah wajahnya dari distrik terluar menjadi destinasi wisata masa depan yang menjanjikan.

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Everardus Kukuareyau saat berada di jembatan lokasi wisata yang dibangun oleh masyarakat. (Foto: Istimewa)
Komitmen Infrastruktur: Jembatan di Atas Pasir Putih
Langkah nyata telah dimulai sejak tahun 2025. Pemerintah Distrik berkomitmen penuh untuk membuka akses bagi siapa saja yang ingin mencicipi indahnya alam Potowaiburu. Salah satu proyek mercusuarnya adalah pembangunan akses jalan berupa jembatan kayu yang membelah keasrian alam menuju titik-titik wisata.
“Kami terus membangun. Tahun kemarin (2025) kami sudah selesaikan sekitar kurang lebih 90 meter. Jadi tahun ini (2026) tetap kita lanjut lagi untuk 70 meter ke dalam,” ujar Everardus Kukuareyau dalam wawancara pada Maret 2026 lalu.
Menariknya, pembangunan ini melibatkan tangan-tangan dingin masyarakat setempat.
“Struktur jembatan itu dibangun oleh masyarakat. Pembersihan dan lain-lain semua dilakukan oleh mereka. Ini menjadi konsentrasi kami agar masyarakat merasa memiliki,” tambahnya.
Investasi Pariwisata: Homestay Senilai Rp2 Miliar
Potensi besar tanpa fasilitas pendukung bagaikan mutiara yang terpendam. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan dukungan penuh. Pada tahun 2026 ini, sebuah langkah besar diambil dengan rencana pembangunan homestay representatif untuk menampung para pengunjung.
“Tahun 2026 ini kami dibantu oleh Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati melalui dinas teknis terkait, Dinas Perumahan, untuk membangun sebuah homestay dengan anggaran sekitar 2 miliar rupiah lebih. Ini nanti masuk dalam proses tender dan pelelangan,” jelas Everardus.
Ever mengucapkan rasa terimakasihnya kepada perhatian dari Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang menjadi bukti dukungan terhadap pengembangan wisata di Distrik Mimika Barat Jauh.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih dan saya kira homestay ini menjadi satu acuan yang sangat penting untuk dalam rangka pengembangan distrik Mimika Barat Jauh,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran homestay ini menjadi pemantik ekonomi bagi warga lokal.
“Kami berharap Potowaiburu tidak menjadi satu distrik yang begitu-begitu saja. Ke depan, dia harus menjadi distrik tujuan. Orang ke Potowaiburu punya tujuan, baik itu perjalanan dinas maupun masyarakat umum yang ingin menikmati alam.”

Kadistrik MBJ, Ever Kukuareyau saat mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dan Emanuel Kemong saat berkunjung di distrik MBJ. Foto; Istimewa
Paket Lengkap: Dari Air Terjun Hingga “Aurora” Senja
Apa yang membuat Mimika Barat Jauh begitu istimewa? Jawabannya terletak pada keragaman ekosistemnya. Distrik ini menawarkan paket wisata lengkap: pantai pasir putih yang membentang luas, air laut berwarna biru hijau yang jernih, hingga keberadaan rusa yang hidup bebas di alam liar.
Salah satu permata tersembunyi adalah Air Terjun di dekat Pantai Kokonao Kecil. Hanya butuh waktu lima menit menggunakan perahu fiber dari Kampung Potowaiburu untuk mencapai lokasi ini.
“Langitnya ada fenomena senja yang mungkin karena dekat dengan Kaimana, sehingga langit Mimika Barat Jauh ikut menerima indahnya. Di Pantai Kokonao Kecil, orang bisa menikmati sunset yang warnanya jingga pekat, bentuknya indah sekali seperti Aurora,” ungkap Everardus menggambarkan pesona cakrawala di wilayahnya.
Membuka Peluang Ekonomi Baru
Selama ini, akses ke keindahan tersebut hanya dinikmati secara terbatas oleh tenaga kesehatan atau aparat distrik setempat. Namun, dengan pembukaan akses dan promosi yang gencar, Everardus ingin masyarakat lokal mendapatkan manfaat ekonomi langsung.
“Misalnya ada OPD atau wisatawan yang datang, nanti bisa pakai perahu masyarakat untuk menyeberang. Akhirnya masyarakat bisa peroleh pendapatan dari situ, tidak hanya mengandalkan hasil tangkap ikan,” ungkapnya.
Mimika Barat jauh kaya akan potensi perikanan, hasil-hasil nelayan dan hasil hutan lain, namun masih terkendala transportasi untuk dijual ke perkotaan mengingat jarak yang cukup jauh. dengan adanya wisata dan pengunjung tentu akan membuka juga peluang ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu mereka juga akan mendorong potensi ikan dan hasil hutan melalui koperasi merah putih.



