Site icon sasagupapua.com

Merangkum Janji Untuk Generasi Papua Tengah -Ada Harapan Sekolah Gratis, 100 Dokter Hingga Klinik Pendidikan

Rangkaian pemberian laptop di Papua Tengah.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley menyerahkan sebanyak 200 laptop untuk siswa dan guru pendamping.

Rangkaian pemberian laptop ini atas dedikasi dan semangat para siswa menjaga budaya dalam perhelatan Festival Budaya Pelajar yang berlangsung di Nabire, 3 September 2025 lalu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah yang dipimpin oleh Nurhaidah Nawipa.

Dalam momen tahun lalu itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyematkan janji pemberian laptop kepada para peserta dan guru pendamping.

Momen foto bersama dalam kegiatan penyerahan laptop di Paniai, Jumat (23/1/2026). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah

Janji tersebut akhirnya dibuktikan dengan pemberian laptop perdana dilakukan di Nabire, 21 Januari 2026 kepada para siswa yang ada di Nabire. Selanjutnya pada 23 Januari 2026 Gubernur terbang langsung menyerahkan laptop sebanyak 15 unit untuk para pelajar di Sugapa Intan Jaya.

Penyerahan laptop berlanjut di hari yang sama. Gubernur dan wakil gubernur beserta rombongan terbang ke Paniai. Disana mereka menyerahkan laptop sebanyak 75 pelajar dan guru pendamping yang terbagi atas Paniai sebanyak 25 unit, Deiyai 25 unit dan Dogiyai 25 unit.

Tak berhenti sampai disitu, Gubernur juga menyerahkan laptop untuk siswa yang ada di Puncak, Puncak Jaya dan Timika pada tanggal 24 Januari 2025.

Keyakinan “Jangan Takut Kuliah”

Di Intan Jaya Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa membawa pesan emosional terkait akses pendidikan.

Ia menyadari banyak siswa yang merasa ragu untuk bermimpi tinggi karena keterbatasan ekonomi atau status sosial.

Meki meyakinkan mereka bahwa latar belakang sebagai anak petani atau yatim piatu bukanlah penghalang untuk duduk di bangku universitas, selama pemerintah masih berdiri di belakang mereka.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley saat menyerahkan laptop kepada para pelajar di Puncak Jaya. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

“Jangan ragu, jangan takut, jangan pikir bahwa bapak tidak ada, mama tidak ada atau saya punya orang tua petani. Tapi hari ini Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemda Intan Jaya, dan negara juga hadir untuk membiayai dengan namanya Kartu Indonesia Pintar. Jadi kita sudah siap untuk kerja full,” katanya.

Ia pun menitipkan pesan agar semangat ini disebarkan kepada rekan-rekan mereka yang lain. Menurutnya, laptop tersebut harus dianggap sebagai “otak” dan “tulisan” yang akan menghidupkan masa depan mereka.

“Kamu tidak harus menjadi orang yang paling hebat, tapi kamu harus menjadi orang yang sukses. Jadi laptop ini pakai baik, laptop ini menjadi tulisan, menjadi otak,” pesannya.

“Kasih tahu teman-teman bahwa Gubernur bilang jangan takut untuk kuliah. Tidak usah ikut sana-sini, kuliah dulu, jadi orang sukses, pintar, baru datang kita bangun negeri ini,” kata Meki Nawipa.

Target Cetak 100 Dokter Lima Tahun Lagi

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, juga menegaskan komitmen besarnya untuk memperkuat sektor kesehatan di wilayahnya dengan mencetak 100 dokter asli orang Papua (OAP) dalam masa kepemimpinan lima tahun ke depan.

Pernyataan ini disampaikan secara konsisten saat membagikan laptop ke berbagai wilayah di Papua tengah, mulai dari Nabire, Sugapa di Kabupaten Intan Jaya, berlanjut ke Paniai, hingga ke wilayah Puncak, Puncak Jaya, dan berakhir di Timika, Kabupaten Mimika.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat menyerahkan laptop kepada para siswa, Rabu (21/1/2026). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah

Saat memberikan arahan di hadapan para pelajar dan masyarakat di Paniai, Meki secara gamblang menyatakan “Saya dengan pak Deinas akan cetak 100 dokter OAP 5 tahun lagi, nanti yang lain kita kasih jadikan dokter spesialis supaya kesehatan ini jalan,” serunya.

Komitmen ini kembali ia gaungkan saat berada di Timika dan wilayah lainnya untuk memberikan kepastian bagi generasi muda Papua agar tidak ragu mengejar cita-cita di bidang medis.

Meki menekankan biaya tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi anak-anak daerah yang memiliki kemampuan namun terkendala ekonomi.

“Saya dan Pak Wakil akan siapkan lagi beasiswa 100 orang untuk sekolah dokter selama 5 tahun, jadi tidak ada alasan anak-anak di sini tidak kuliah, biasiswa dan provinsi memutuskan bahwa kita akan siapkan untuk orang sekolah dokter,” ujar Meki di hadapan para siswa di Timika.

Ia berharap ketersediaan tenaga medis lokal yang mumpuni dapat segera terwujud demi memajukan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh pelosok Provinsi Papua Tengah.

Rencana Pembangunan Klinik Pendidikan

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan membangun fasilitas khusus berupa klinik pendidikan di Nabire.

Pernyataan ini disampaikan secara maraton dalam rangkaian kunjungan kerja ke berbagai wilayah di Papua Tengah, mulai dari Sugapa, Paniai, hingga ke wilayah pegunungan seperti Puncak Jaya, Ilaga, serta Kabupaten Mimika.

Wagub Papua Tengah Deinas Geley saat menyerahkan laptop kepada siswa di Intan Jaya. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

Saat berada di hadapan para pelajar di Paniai dan wilayah Meepago lainnya, Meki Nawipa menjelaskan fasilitas ini dirancang sebagai solusi atas tantangan akademis yang selama ini menghambat anak-anak asli Papua untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Dalam waktu dekat, Gubernur akan siapkan klinik matematika dan klinik Bahasa Inggris di Nabire. Ini adalah klinik perbaikan, pengobatan, dan penyembuhan, supaya pendidikan maju,” ujar Meki Nawipa saat memberikan arahan kepada para pelajar.

Meki Nawipa menekankan selama ini banyak anak Papua gagal meraih beasiswa bergengsi karena kendala standar nilai dan kemampuan bahasa.

“Kenapa orang Papua tidak bisa masuk atau tidak bisa rebut beasiswa keluar negeri? Karena kita kurang Bahasa Inggris dan kurang matematika. Bagaimana rencananya? Gubernur akan siapkan klinik agar kita bisa rebut beasiswa-beasiswa seperti Fulbright, AusAid, dan beasiswa dari Inggris atau Amerika,” tambahnya.

Komitmen serupa digaungkan kembali saat bertemu dengan para pelajar di Kabupaten Puncak Jaya dan Mimika pada Sabtu, 24 Januari 2025.

Meki Nawipa menegaskan bahwa pusat pelatihan ini akan menjadi jembatan bagi generasi muda Papua Tengah agar tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke luar daerah hanya untuk sekadar mengikuti kursus persiapan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa saat menyerahkan laptop kepada pelajar di Kabupaten Puncak. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

“Tahun ini atau tahun besok kita akan siapkan klinik. Kita sudah bicara, tidak perlu pergi sekolah di Jawa untuk Bahasa Inggris atau belajar matematika gasing-gasing itu, tapi kita siapkan di Nabire supaya anak-anak Papua Tengah bisa dapat kesempatan ke luar negeri,” tegas Meki Nawipa.

Melalui pembangunan klinik matematika dan bahasa ini, Meki Nawipa berharap para siswa memiliki kesiapan intelektual yang matang sebelum diberangkatkan menuju universitas-universitas terbaik di dunia.

Akses Pendidikan Gratis

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyatakan targetnya untuk membebaskan biaya pendidikan bagi seluruh anak sekolah di Papua Tengah mulai tahun ini.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya saat menyerahkan bantuan laptop di Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, Puncak Jaya, hingga Mimika, Meki menyampaikan pesan kuat kepada para guru dan orang tua bahwa tidak boleh ada lagi pungutan dalam bentuk apa pun.

“Selain beasiswa, kita tahun ini sudah akan pastikan SD gratis, SMP gratis, SMK, SMA gratis,” ungkap Meki Nawipa.

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley saya menyerahkan laptop kepada Pelajar saat berada di Kabupaten Paniai. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

Ia menambahkan kebijakan ini merupakan langkah berani yang diambil pemerintah provinsi untuk memastikan masa depan generasi muda Papua Tengah tidak terhambat oleh masalah ekonomi.

Meki menjelaskan bahwa total ada 2.714 anak Papua Tengah yang akan mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari negara, dan ia merincikan jumlah penerima di beberapa daerah secara spesifik.

“Di Paniai 219 orang yang akan dapat biaya KIP, di Dogiyai 131 orang yang akan dapat biaya sesuai KIP, dan Deiyai 78 orang,” ungkapnya.

Beasiswa KIP Ini juga menyasar seluruh Kabupaten yang ada di Papua Tengah tanpa terkecuali.

Momen foto bersama saat penyerahan laptop di Intan Jaya, Jumat (23/1/2025). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah.

Gubernur meminta agar anak-anak tidak lagi merasa takut untuk melanjutkan sekolah atau kuliah hanya karena alasan biaya atau kondisi keluarga, bahkan ia menjamin urusan transportasi bagi mereka yang harus berangkat menempuh pendidikan.

“Kalau kurang uang tiket, nanti Gubernur dan Bupati kita bantu, langsung berangkat saja, supaya tidak usah ada di sini. Papua Tengah tidak bayar uang sekolah, gratis mulai tahun ini. Sekolah saja, apa pun ceritanya sekolah saja. Jangan takut untuk tidak kuliah, jangan pikir saya tidak ada uang atau orang tua sudah meninggal, jangan takut, beasiswa dan provinsi memutuskan bahwa kita akan siapkan,” tuturnya.

Pesan Gubernur Untuk Penggunaan Laptop

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara marathon berkeliling ke berbagai wilayah mulai dari Sugapa, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, hingga berlanjut ke Puncak, Puncak Jaya, dan Timika untuk memastikan bantuan laptop sampai ke tangan para pelajar.

Dalam setiap persinggahannya, Meki selalu menekankan pesan mendalam agar perangkat tersebut tidak disalahgunakan.

Saat berada di wilayah Meepago (Paniai, Dogiyai, Deiyai), ia dengan tegas mengingatkan para siswa agar menjaga laptop tersebut dari pengaruh negatif dunia maya.

“Jangan kamu pakai sembarangan, untuk hal yang negatif dari media sosial, karena itu tidak akan pernah bantu kamu. Yang bantu kamu adalah dirimu sendiri,” ujarnya di hadapan para siswa.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley dalam momen penyerahan laptop di Intan Jaya. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

Ia bahkan meminta anak-anak untuk mengawali penggunaan perangkat tersebut dengan doa, seraya berkata, “Berdoa dulu supaya hal-hal tidak baik itu tidak masuk dalam laptop ini. Hanya yang masuk adalah ilmu pengetahuan, belajar dengan ketik dan lain-lain,” katanya.

Pesan serupa juga ia gaungkan saat tiba di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, di mana ia menekankan laptop adalah simbol kemajuan dan “otak” bagi masa depan mereka. Di hadapan para pelajar di Ilaga dan Mulia, Meki menegaskan pentingnya integritas dan kemandirian dalam meraih sukses.

“Laptop yang kami bagikan ini adalah otak kalian, masa depan kalian. Gunakan itu untuk belajar menjadi pemimpin,” ucapnya.

Ia mengingatkan keberadaan teknologi ini harus menjadi jembatan menuju bangku perkuliahan, bukan sekadar gaya hidup.

Terakhir, saat mengakhiri rangkaian pembagian di Timika, Kabupaten Mimika pada Sabtu, 24 Januari 2025, Meki kembali menitipkan pesan emosional kepada para penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa laptop ini adalah alat perjuangan bagi anak-anak Papua untuk keluar dari ketertinggalan.

“Sukses itu ko sendiri yang kejar, saya juga tidak bisa, ko punya orang tua juga tidak bisa, yang tolong hanya Tuhan Yesus dengan kamu pribadi sendiri. Jadi biarlah laptop ini bisa menjadi alat untuk mengantar kalian meraih kesuksesan,” tegasnya.

Baginya, laptop tersebut adalah investasi besar untuk mencetak generasi Papua Tengah yang cerdas dan kompetitif di masa depan.

Apresiasi Mendalam Para Siswa

Bagi Novita Rosalina Kedepa, sebuah laptop bukan sekadar perangkat elektronik berpapan ketik. Di matanya, benda itu adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.

Siswa SMA YPPK Adhi Luhur Nabire ini tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat jemarinya menyentuh kardus pembungkus laptop yang baru saja ia terima di Main Hall Kantor Gubernur Papua Tengah, Rabu (21/1/2026).

Janji yang ia dengar pada penutupan Festival Budaya bulan September lalu, kini benar-benar terwujud di hadapannya. Ia bisa merasakan memiliki laptop pertamanya selama ia menjadi pelajar.

Senyuman Para Pelajar saat usai menerima Laptop dari Gubernur Papua Tengah, Rabu (21/1/2026). Foto: Humas Pemprov Papua Tengah.

“Saya mau ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Kepala Dinas karena telah membagi kami hadiah yang dijanjikan. ini saya punya harapan, semoga laptop ini dapat membantu saya untuk masa depan saya, terutama untuk membuat karya ilmiah yang sedang kami kerjakan di sekolah,” ujar Novita dengan binar mata bahagia.

Kegembiraan serupa terpancar dari wajah Novince Dawapa. Sebagai siswa kelas 12 di SMA Negeri 2 Nabire, ia merasa bantuan ini datang di saat yang sangat penting.

“Terima kasih banyak pak Gubernur dan Ibu Kepala Dinas karena saya sudah kelas tiga. Semoga laptop ini dapat berguna untuk saya waktu kuliah nanti,” ucap Novince.

Novince mengatakan laptop ini adalah modal utama untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah lulus sekolah menengah.

Bantuan 200 unit laptop ini merupakan bentuk apresiasi nyata bagi para siswa dan guru pendamping yang telah mendedikasikan energi mereka dalam Festival Budaya Pelajar tahun 2025.

Arnold Davidson Mayor dari SMK Negeri 1 Nabire dan Jeknik Anderson Akrofasi dari SMA Negeri 3 Nabire adalah dua di antara ratusan siswa yang membuktikan bahwa mencintai budaya daerah bisa membuka jalan bagi kemajuan pendidikan mereka.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat menyerahkan laptop kepada pelajar di Kabupaten Mimika. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

“Kami dapat laptop ini karena kami mengikuti festival budaya. Terima kasih banyak untuk Bapak Gubernur yang sudah memberikan kami laptop untuk pakai belajar,” kata Arnold. Sementara itu, Jeknik berharap kehadiran perangkat ini mampu menunjang seluruh kegiatan sekolahnya agar lebih produktif.

Bagi Felix Burdam, siswa SMK Negeri 1 Nabire, laptop ini adalah investasi untuk dunia kerja. Ia sudah membayangkan bagaimana perangkat ini akan membantunya setelah menyelesaikan pendidikan nanti. “Ke depan, saya sangat ingin sekali menggunakan laptop ini untuk pekerjaan saya atau setelah selesai sekolah,” ungkap Felix.

Siswa di Kabupaten Puncak juga memberikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah serta pihak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Momen para pelajar di Puncak saat penerimaan laptop dari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

“Kami dari SMA dan SMK Puncak mengucapkan syukur kepada Tuhan karena Tuhan baik, Bapak-bapak bisa hadir di tempat ini. Kami mengucap syukur kepada Tuhan karena Tuhan baik, Bapak telah bisa hadir di tempat ini. Terima kasih juga sudah memberikan kami laptop,” kata seorang pejalan Kabupaten Puncak saat menerima Laptop dari Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

Ia mengungkapkan laptop tersebut menjadi modal mereka untuk ke jenjang perkuliahan.

“Nanti saat kuliah kami sudah tau menggunakan komputer. Kami berharap nanti bapa gubernur, bapa wakil bisa kasih juga untuk adik-adik kami yang SMA, SMP dan SD,” pungkasnya.

Berikan Komentar
Exit mobile version