Site icon sasagupapua.com

Momen Haru Sidang DPR Papua Tengah, Bekies Tabuni: Rakyat Saya Manusia, Bukan Tikus Hutan!

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah, Bekies Tabuni saat membawakan sambutan dalam momen sidang paripurna laporan hasil reses I masa persidangan II tahun 2026, Jumat (17/4/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah -Suasana ruang sidang DPR Papua Tengah mendadak hening dan sarat akan emosi ketika Wakil Ketua III, Bekies Tabuni, berdiri untuk menyampaikan laporan hasil reses I masa persidangan II tahun 2026 pada Jumat (17/4/2026).

Bekies Tabuni, menyampaikan pernyataan penutupnya dengan nada bicara yang bergetar.

Dengan nada bicara yang bergetar menahan tangis, ia menggambarkan betapa hancurnya perasaan melihat warga sipil, terutama anak-anak yang tidak berdosa, terus menjadi korban di tengah baku tembak antara TPNPB-OPM dan aparat keamanan TNI-Polri.

Bekies saat itu terdengar menyampaikan pesan emosionalnya dengan suara yang berat menandakan perasaan yang trauma, Bekies menegaskan rakyat sipil yang tidak berdaya terus menjadi korban di tengah situasi konflik yang tak kunjung usai.

“Saya jujur, hari ini saya sedang menangis, sedang trauma karena rakyat saya, masyarakat saya tidak punya apa-apa, saya pikir saat ini sudah kasihan kondisinya karena banyak yang menjadi korban,” ujar Bekies Tabuni di hadapan para hadirin.

Ia memberikan pesan yang sangat kuat kepada aparat keamanan dan seluruh pemangku kebijakan agar lebih jeli dalam bertindak di lapangan.

Bekies memohon agar instruksi negara dan parlemen dalam menjaga stabilitas keamanan tidak justru mengorbankan warga sipil yang tidak bersalah.

Koordinasi yang ketat antara Kapolres, Dandim, dan seluruh petinggi TNI-Polri di daerah dianggap sangat penting agar tidak ada lagi salah sasaran dalam operasi keamanan.

“Di mana kelompok bersenjata berada dan di mana rakyatnya, tolong bedakan itu, kasihan mereka yang tidak tahu apa-apa jadi korban lagi,” tegasnya dengan penuh harap.

Pernyataan Bekies mencapai puncaknya saat ia mengingatkan semua pihak tentang hakikat kemanusiaan warga Papua yang tinggal di pedalaman. Ia menolak keras segala bentuk stigmatisasi atau perlakuan tidak manusiawi yang selama ini mungkin dirasakan oleh masyarakatnya.

Dengan lantang, ia mengetuk pintu hati para pemimpin keamanan agar melihat warga Papua Tengah sebagai manusia seutuhnya yang butuh perlindungan, bukan ancaman.

“Yang hadir di sini mewakili pimpinan TNI-Polri yang menjaga stabilitas di negeri ini, tolong jaga rakyat saya, karena mereka itu bukan tikus-tikus hutan, mereka itu bukan jerapah, bukan monyet, mereka itu manusia,” ucap Bekies dengan kalimat yang menyayat hati.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan keputusasaan sekaligus harapan yang besar agar kedamaian benar-benar hadir di tanah Papua Tengah. Ia menekankan bahwa tugas menjaga negeri bukan berarti harus mengabaikan nyawa manusia yang ada di dalamnya.

“Saya mohon itu saja, tolong jaga negeri ini dan tolong jaga rakyat saya,” pungkasnya menutup sambutan tersebut.

Berikan Komentar
Exit mobile version