SASAGUPAPUA.COM, Mimika – Aksi kemanusiaan yang nyata ditunjukkan oleh barisan anak muda Katolik di Kabupaten Mimika. Bergerak atas dasar kepedulian terhadap musibah kebakaran yang menghanguskan Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Poumako pada beberapa waktu lalu, kelompok Tunggal Hati Suci – Tunggal Hati Maria (THS-THM) Ranting Tiga Raja menggelar aksi turun ke jalan untuk menggalang dana bantuan.
Aksi solidaritas ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Kamis, 4 Juni dan Jumat, 5 Juni 2026.
Dengan membawa kotak sumbangan, para anggota THS-THM menyisir area strategis di Kota Timika, mulai dari kawasan Lampu Merah Diana hingga ke area depan Gereja Katedral Tiga Raja dan sejumlah titik lampu merah lainnya.
Anggota Humas THS-THM Ranting Tiga Raja, Paulus Buarlele, mengungkapkan bahwa gerakan spontan ini lahir dari rasa memiliki yang kuat di kalangan kader muda terhadap gereja dan sesama, melampaui tugas utama mereka yang biasanya berfokus pada sektor keamanan gereja.
“Kami dari kelompok THS-THM memang kategori kelompok gereja yang biasanya bertugas di bagian keamanan. Namun, melihat situasi yang ada, sebagai anak muda timbul rasa memiliki yang besar terhadap gereja dan sesama. Setelah kami bicarakan bersama, kami sepakat bahwa kami harus turun langsung ke lapangan,” kata Paulus.
Meskipun penggalangan dana di jalanan tersebut hanya berjalan singkat selama dua hari, antusiasme dan kebaikan hati masyarakat Mimika yang melintas di jalur tersebut sangat luar biasa. Tak disangka, nominal yang terkumpul dalam waktu singkat tersebut mencapai belasan juta rupiah.
“Jujur, saya sendiri kagum karena aksi ini hanya dilakukan selama dua hari, tetapi dari hasil perolehan sejak malam kami berkumpul, total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp14.841.000,” ujar Paulus.
Mengenai pengelolaan bantuan tersebut, Paulus memastikan bahwa seluruh dana sumbangan masyarakat telah diserahkan sepenuhnya secara resmi kepada pihak Paroki Katedral Tiga Raja guna disalurkan ke wilayah terdampak di Poumako.
“Untuk pembahasan selanjutnya kami memang belum bicara jauh, tetapi seluruh dana tersebut sudah kami serahkan ke pihak Paroki Tiga Raja, jadi nanti pihak paroki yang akan meneruskannya,” ucapnya.
Melalui aksi sosial ini, Paulus menyampaikan pesan mendalam dan harapan besar dari generasi muda Katolik kota agar relasi persaudaraan antara masyarakat kota dan wilayah pesisir atau pedalaman Mimika dapat terjalin semakin harmonis. Ia juga menyelipkan imbauan kamtibmas agar perilaku negatif yang sering merugikan ketertiban umum di wilayah terdampak tidak terulang lagi.
“Harapan kami sebagai anak muda, kami ingin teman-teman di wilayah terdampak sana mengerti dan tahu bahwa ada banyak orang di kota yang peduli dan mau memberikan bantuan secara sukarela saat mereka tertimpa musibah. Jadi, harapannya teman-teman di sana juga bisa saling mengerti dengan masyarakat yang ada di kota sini. Karena biasanya kita lihat di sana sering ada aksi pemalangan jalan kalau mabuk. Kami sangat berharap hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi ke depannya,” harap Paulus.
Di sisi lain, momentum ini juga digunakannya sebagai refleksi internal bagi seluruh orang muda Katolik di Timika, khususnya di lingkungan Katedral Tiga Raja yang memiliki jumlah basis umat yang sangat besar, agar lebih tergerak mengambil peran aktif dalam pelayanan gereja.
“Khusus untuk di katedral sendiri, kita tahu jumlah umat kita sangat banyak, mencapai 10.000 jiwa lebih. Namun, saat ini baru sedikit anak muda yang mau bergerak dan aktif di lingkungan gereja. Padahal, masa depan gereja ini ada di tangan kita semua, jadi generasi penerus harus lebih banyak datang dan terlibat. Kita harus menunjukkan bahwa anak muda juga ingin berubah menjadi lebih baik,” pungkas Paulus.
