SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Kepala PT Pelni Cabang Nabire, Robby Munardi, memastikan bahwa operasional armada kapal Pelni tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh oleh gejolak situasi perang di Timur Tengah yang berdampak pada ketidakpastian harga minyak dunia.
Robby menjelaskan bahwa kepastian ini didasari oleh sistem pengalokasian bahan bakar yang sudah terencana sejak jauh hari melalui koordinasi dengan otoritas terkait. “Alhamdulillah kita tidak terdampak. Jadi memang secara kuota, Pelni itu sudah diatur oleh BPH Migas untuk satu tahun penuh. Jadi ketika kejadian seperti ini, ya alhamdulillah kita tidak kena dampak yang berartilah untuk BBM kapal kami,” ujar Robby saat ditemui di Nabire, Kamis (16/4).
Pihaknya memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa seluruh rute pelayaran akan tetap terjaga tanpa adanya kendala distribusi energi meskipun situasi geopolitik sedang memanas.
“Kita masih berani bilang akan terus beroperasi kapal kita sampai dengan akhir tahun 2026 ini,” tegasnya.
Terkait isu kenaikan harga tiket sebagai imbas fluktuasi ekonomi global, Robby menepis kemungkinan tersebut. Ia menekankan bahwa tarif Pelni telah diatur secara ketat oleh regulasi pusat dan tidak akan mengalami perubahan mendadak.
“Jelas karena Pelni di satu sisi tarifnya sudah ter-state di Kementerian bahwa Pelni enggak akan lagi bisa menaikkan harga tiket. Justru yang ada kita malah memberikan diskon kalaupun ada di libur-libur seperti Nataru ataupun lebaran. Enggak terpengaruh untuk Pelni,” jelas Robby.
Mengenai jenis bahan bakar yang digunakan, ia menyebutkan bahwa armada Pelni saat ini telah mengikuti standar ramah lingkungan yang ditetapkan pemerintah.
“Kalau di teknisnya kurang paham, cuma memang sudah masuk kategori B30 kalau enggak salah. B30 ya tipe solarnya gitu. Tidak, tidak ada terpengaruh kalau untuk masalah operasional terhadap ketersediaan minyak sendiri gitu,” tambahnya.
Meski operasional kapal di laut dipastikan aman, Robby mengakui adanya penyesuaian di sisi internal manajemen sesuai dengan instruksi Presiden terkait penghematan anggaran negara di tengah ketidakpastian global. Dampak ini lebih dirasakan pada efisiensi birokrasi dan kegiatan administratif pegawai.
“Cuma memang imbasnya ke pegawai, jadi memang kita sudah diimbau serentak oleh Bapak Presiden bahwa efisiensi. Mengurangi untuk perjalanan dinas, mengurangi untuk pertemuan-pertemuan yang tidak ada impact yang berarti. Memang sudah keluar dari per Maret kemarin gitu sudah keluar edarannya,” tutup Robby.