SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Sebagai upaya menjaga stabilitas suplai Elpiji (LPG) di tengah dinamika geopolitik global, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku di Nabire terus melakukan koordinasi.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Tengah, Fretz James Borai, mengapresiasi langkah proaktif Pertamina Patra Niaga dalam membangun komunikasi intensif terkait kondisi stok LPG serta pengaruh situasi geopolitik dunia terhadap rantai pasok energi.
“Sangat penting bagi kita untuk terus melakukan pengawasan dan pengaturan distribusi secara optimal. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi di lapangan,” ujar Fretz di sela-sela pertemuan tersebut.
Pertamina Patra Niaga juga diharapkan dapat mengoptimalkan perencanaan suplai sehingga ketersediaan stok LPG di tingkat agen dapat lebih terjamin dan stabil.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menekankan pentingnya proses suplai yang berkelanjutan demi menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Pertamina berkomitmen melanjutkan koordinasi baik ini. Di tengah kondisi geopolitik saat ini, kami terus mencari alternatif rute suplai di luar jalur reguler untuk memastikan stok LPG tetap aman bagi masyarakat,” ungkap Bramantyo.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga tengah mengupayakan agar ketahanan stok LPG di wilayah Papua dan Maluku, khususnya Papua Tengah, bisa lebih mandiri.
Tujuannya agar distribusi tidak sepenuhnya bergantung pada titik suplai reguler yang selama ini berasal dari Surabaya dan Makassar.
“Kami telah menyampaikan kepada Dinas ESDM mengenai pentingnya rantai distribusi yang kuat dan mandiri. Salah satu strategi yang kami siapkan adalah diversifikasi titik suplai melalui Ambon dan Jayapura,” jelasnya.