Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 2 Feb 2026 17:22 WIT

Pemprov Papua Tengah Fokus Validasi Data dan Peningkatan Kapasitas Koperasi

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote saat diwawancarai media. Senin (17/11/2025). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com. Perbesar

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote saat diwawancarai media. Senin (17/11/2025). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Norbertus Mote, menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan pemutakhiran data koperasi di guna memastikan validitas operasional di lapangan.

Ia mengungkapkan berdasarkan data limpahan dari provinsi induk, tercatat ada sekitar 6.000 koperasi secara umum, namun angka tersebut harus diverifikasi kembali karena kemungkinan besar ada koperasi yang sudah tidak aktif lagi. Sementara itu, untuk program Koperasi Merah Putih, tercatat sudah ada 1.208 unit yang terdaftar secara terstruktur secara nasional.

“Sehingga jika diakumulasikan secara kasar jumlahnya mencapai kisaran 7.000 unit, tetapi validasi tetap menjadi prioritas utama kami,” ungkapnya.

Norbertus memaparkan proses pembentukan koperasi di Papua Tengah memiliki dinamika yang beragam, mulai dari program nasional hingga inisiasi mandiri oleh kelompok masyarakat yang biasanya beranggotakan 12 sampai 13 orang.

- Advertising -
- Advertising -

Setelah membentuk kelompok, mereka mendaftarkan legalitas melalui notaris hingga mendapatkan Nomor Induk Berusaha atau Nomor Induk Koperasi di Dinas Koperasi tingkat kabupaten.

“Tahapan ini sangat penting karena setelah legalitas terpenuhi, barulah pemerintah dapat masuk untuk memberikan pembinaan berkelanjutan, baik yang dibiayai secara mandiri oleh anggota koperasi itu sendiri maupun melalui dukungan anggaran pemerintah kabupaten dan provinsi,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menekankan fokus pembinaan saat ini diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama para pengurus, dalam hal manajemen tata kelola dan laporan keuangan.

Program pelatihan ini menyasar berbagai jenis koperasi, mulai dari koperasi produsen hingga koperasi konsumen, baik yang berskala primer dengan anggota orang per orang maupun koperasi sekunder yang anggotanya terdiri dari badan hukum koperasi.

Norbertus menegaskan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat penting.

“Ini agar koperasi yang dibentuk atas inisiatif masyarakat ini tidak hanya sekadar berdiri, tetapi memiliki kapasitas manajemem yang kuat untuk terus tumbuh dan berkembang di Papua Tengah,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama