Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 19 Agu 2025 17:43 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Festival Lomba Seni dan Sastra: Diikuti 46 Siswa


Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pit Hendrik Nawipa, saat menyematkan tanda peserta sebagai tanda perlombaan segera dimulai. (Foto: Sasagupapua.com) Perbesar

Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pit Hendrik Nawipa, saat menyematkan tanda peserta sebagai tanda perlombaan segera dimulai. (Foto: Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS3N) tahun 2025.

Lomba yang bertajuk “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri” ini dikhususkan bagi siswa jenjang SMA/SMK/MA/MAK tingkat Provinsi Papua Tengah.

Sebanyak 16 jenis perlombaan yang diikuti oleh para siswa yakni perlombaan Baca Puisi, Fotografi, Jurnalistik, Instrumen Solo Gitar, Cerita Pendek, Komik Digital, Cipta Puisi, Desain Poster, Menyanyi Solo Putra, Menyanyi Solo Putri, Film Pendek, Kreativitas Musik Tradisional, Cipta Lagu, Monolog, dan Kriya, Tari Kreasi.

Kegiatan berlangsung mulai tanggal 19 sampai 21 Agustus 2025 yang dipusatkan di Aula Akper Nabire, Papua Tengah.

Tujuan dari kegiatan ini untuk mengembangkan potensi kreatifitas siswa, menumbuhkan rasa cinta dan apresiasi terhadap seni dan bangsa khususnya budaya lokal Papua Tengah yang kaya, sportif, mandiri dan berjiwa kompetitif, menjaring bibit unggul untuk mewakili Papua Tengah dalam tingkat Nasional.

Kegiatan perlombaan tahun ini hanya diikuti oleh 46 peserta, dan 32 pendamping dari sekolah yang ada di dua Kabupaten yaitu Nabire dan Mimika. Dalam perlombaan ini panitia juga menyiapkan  32 orang juri yang berkompeten sesuai bidangnya.

Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pit Hendrik Nawipa mengatakan FLS3N merupakan ajang talenta seni-budaya bagi peserta didik Indonesia.

Tahun ini, FLS3N hadir sebagai pengembangan dari FLS2N, selaras dengan kebijakan manajemen talenta nasional serta penataan ajang talenta yang lebih efektif dan berdaya guna.

“Ditingkat jenjang pendidikan menengah, FLS3N menyiapkan ruang kompetisi sekaligus pembelajaran lintas cabang seni-dari seni pertunjukan, musik, bahasa-sastra, hingga karya penciptaan visual,” katanya.

Dijelaskan tema umum FLS3N 2025 adalah “ekspresi seni, inspirasi negeri”, dengan tema khusus “tujuh kebiasaan anak indonesia hebat” (bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat).

“Melalui tema tersebut, kita ingin memastikan bahwa prestasi seni bukan hanya unjuk karya, tetapi juga wahana pembentukan karakter: disiplin, kerja sama, percaya diri, dan kepekaan budaya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, nilai-nilai ini sangat relevan bagi generasi muda Papua Tengah yang tumbuh dalam keberagaman kearifan lokal dari pesisir hingga pegunungan dan siap berkiprah di tingkat nasional.

“Pelaksanaan FLS3N dikmen tingkat provinsi kita laksanakan berdasarkan ketentuan dan jadwal yang ditetapkan pusat,” ujarnya.

Dikatakan, pemenang terbaik provinsi akan mewakili Papua Tengah pada seleksi tingkat nasional.

“Karena itu, seleksi hari-hari ini bukan sekadar lomba, ini adalah gerbang menuju panggung indonesia untuk membawa nama baik sekolah, kabupaten, dan provinsi kita tercinta,” ujarnya.

Momen foto bersama usai kegiatan pembukaan. (Foto: Sasagupapua.com)

 

Atas nama pemerintah provinsi papua tengah, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panitia Provinsi, dewan juri, dan sekolah-sekolah yang telah menyeleksi peserta secara berjenjang dari kabupaten atau kota.

“Kepada para guru pembina yang setia menemani proses kreatif siswa, kepada orang tua atas dukungannya dan tentu, kepada para peserta yang telah bekerja keras mempersiapkan diri,” ujarnya.

Ia juga berpesan harus ada sportivitas dan integritas. FLS3N menekankan tata tertib, kejujuran karya, dan anti segala bentuk kecurangan mari jaga marwah ajang ini dengan mematuhi seluruh maupun kekerasan (termasuk perundungan dan intoleransi).

“Ketentuan teknis dan etika kompetisi. kedua, keselamatan dan keberpihakan pada pembelajaran,” terangnya.

Kemudian untuk panitia, juri, dan pembina agar memastikan proses lomba ramah anak, inklusif, dan kondusif.

“Seni adalah ruang aman untuk termasuk ekspresi budaya lokal papua tengah. Ketiga, dokumentasi prestasi. Prestasi di ajang ini bernilai strategis bagi rekam jejak peserta didik,” ujarnya.

Pencatatan capaian mulai tingkat daerah hingga nasional pada sistem manajemen talenta akan membantu pengakuan resmi dan peluang pengembangan karier akademik peserta di masa depan. keempat, integrasi dengan program sekolah dan daerah.

“Mohon kepala sekolah memanfaatkan hasil FLS3N untuk penguatan ekosistem seni-budaya di satuan pendidikan- ekstrakurikuler, komunitas kreatif, dan pameran karya, kepada para peserta, ingatlah kemenangan adalah bonus dari proses panjang,” ujarnya.

Ia mengatakan yang utama adalah keberanian berkarya, kesetiaan pada proses, dan kerendahan hati untuk terus belajar.

“Jadikan panggung ini tempat kalian menyampaikan pesan, merawat empati,dan memperkaya imajinasi. tunjukkan bahwa putra-putri papua tengah mampu bersaing dengan karakter yang santun, kreatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tutup Journalism Class, Ada Tantangan dari Sekda Papua Tengah Untuk Humas Pemerintah

30 Agustus 2025 - 08:19 WIT

Tinjau Korban Kebakaran di Smoker, Bupati Nabire Serahkan Bantuan

29 Agustus 2025 - 18:55 WIT

Ikut SindoNews Sharring Session, Kabag Humas Intan Jaya: Semangat Buat Inovasi Baru

29 Agustus 2025 - 18:52 WIT

Banggar DPRP Papua Tengah Desak TAPD Segera Serahkan Materi KUAPPAS: Pembangunan Terancam Molor

27 Agustus 2025 - 12:52 WIT

Kemenhub Diminta Membangun Jembatan Timbang di Nabire

26 Agustus 2025 - 18:41 WIT

CERITA FOTO: Suasana Usai Larangan Kendaraan Masuk ke Wilayah Bandara Lama Nabire

26 Agustus 2025 - 17:46 WIT

Trending di Cerita