SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah –Kabar gembira bagi masyarakat di wilayah Timur Indonesia, khususnya di Provinsi Papua Tengah dan Maluku. Maskapai Batik Air secara resmi telah mengantongi izin operasional untuk membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan Kota Nabire (NBX) dengan Ambon (AMQ) pulang-pergi.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi solusi jitu untuk memangkas waktu tempuh yang selama ini harus melalui proses transit yang panjang dan melelahkan.
Kepastian ini tertuang dalam surat resmi Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kantor UPBU Kelas II Douw Aturure-Nabire dengan nomor AU.010/027.2/II/BU.NBR-2026.
Dalam dokumen yang ditandatangani pada 24 Februari 2026 tersebut, otoritas bandara memberikan lampu hijau atas permohonan slot time yang diajukan Batik Air.
Maskapai ini dijadwalkan akan mengoperasikan pesawat jet jenis Airbus A320 untuk melayani mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kedua wilayah tersebut.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, penerbangan perdana dari Ambon menuju Nabire akan dimulai pada 29 Maret 2026.
Pesawat dengan nomor penerbangan ID 6174 ini akan melayani rute tersebut empat kali seminggu, yakni pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Pesawat dijadwalkan lepas landas dari Ambon pada pukul 22.10 UTC atau waktu Lokal (WIT) 7.10 pagi dan tiba di Nabire pada pukul 23.55 UTC atau 08.55 WIT.
Sementara itu, arah sebaliknya dari Nabire menuju Ambon dengan nomor penerbangan ID 6175 akan mulai beroperasi pada 30 Maret 2026.
Jadwal keberangkatan tersedia setiap hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan waktu lepas landas dari Bandara Douw Aturure pukul 00.35 UTC atau 9.35 WIT pagi dan mendarat di Ambon pada pukul 02.10 UTC atas 11.10 waktu Ambon.
Kehadiran rute ini melengkapi jaringan penerbangan yang menghubungkan Jakarta-Ambon-Nabire secara berkelanjutan.
Kabid Udara Dishub Papua Tengah, Ricky Samuel Limbong melalui Kepala Seksi Fasilitas Bandara Dinas Perhubungan (Dishub) Papua Tengah, Frengky Sadi mengonfirmasi seluruh kesepakatan terkait operasional ini sudah final.
“Oke, jadi kalau untuk penerbangan Batik Air itu nanti dimulai tanggal 30 Maret dengan rute Nabire-Ambon, Ambon-Jakarta. Begitu pula juga sebaliknya, Jakarta-Ambon-Nabire. Rencananya tanggal 30 berarti itu penerbangan perdana,” jelas Frengky saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kepastian jadwal ini sempat melewati proses negosiasi waktu antar maskapai. “Akhirnya sudah deal semua dan dibuka rute Nabire-Ambon-Jakarta,” ungkapnya lagi.
Lebih lanjut, Frengky mengatakan pembukaan rute ini merupakan upaya nyata Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mempermudah akses bagi masyarakat di delapan kabupaten.
“Jadi mempermudah aksesnya, supaya masyarakat bisa bermalam di sini misalnya, langsung saja dari Nabire sudah ada penerbangan yang siap. Dari pegunungan kalau mau turun tidak usah mau transit ke Timika atau Jayapura lagi,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga tengah berupaya melakukan koordinasi dengan kementerian pusat terkait pelayanan penerbangan subsidi ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
“Ini visi-misi Pak Gubernur sama Wakil untuk penerbangan subsidi untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah-daerah yang susah untuk dijangkau,” pungkas Frengky.