Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 8 Feb 2026 17:42 WIT

Pemprov Papua Tengah Hadirkan Harapan Baru Bagi Anak Istimewa Melalui Matahari Difabel Centre Nabire


Anak-anak istimewa di Matahari Difabel Center saat membawakan persembahan penampilan dalam momen peresmian. Perbesar

Anak-anak istimewa di Matahari Difabel Center saat membawakan persembahan penampilan dalam momen peresmian.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menunjukkan komitmen nyatanya dalam mempedulikan anak-anak istimewa di wilayah tersebut. Hal ini ditandai dengan peresmian Pusat Layanan Anak Berkebutuhan Khusus Matahari Difabel Centre Nabire yang berlokasi di Ruko Perumahan Graha Kelapa Dua, Kalibobo, Kabupaten Nabire, pada Sabtu (7/2/2026).

Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha Dinas Kesehatan, Budiono, mengatakan kehadiran pusat layanan ini bukan sekadar peresmian gedung baru.

Budiono menjelaskan fasilitas ini adalah simbol kasih sayang dan kehadiran negara untuk memastikan seluruh putra-putri di Papua Tengah mendapatkan perhatian yang sama.

“Kami sangat mengapresiasi adanya pusat layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus berkomitmen agar tidak ada satu pun anak di tanah ini yang tertinggal dalam mendapatkan layanan,” ujar Budiono dalam sambutannya.

- Advertising -
- Advertising -

Budiono mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus adalah titipan Tuhan yang memiliki potensi dan bakat luar biasa, sehingga mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.

Terkait masalah perizinan, Budiono menjelaskan pemerintah tidak akan mempersulit proses administrasi selama syarat teknis terpenuhi.

Dikatakan saat ini sistem perizinan dilakukan melalui satu pintu, namun tetap membutuhkan rekomendasi teknis dari Dinas Kesehatan.

“Tim dari Dinas Kesehatan akan melihat langsung administrasinya, lokasinya, hingga kesiapan tenaga pengajarnya. Jika semuanya lengkap pasti akan dipermudah, karena tempat ini adalah harapan bagi banyak orang,” jelasnya.

Ketua Yayasan Matahari Difabel Centre Nabire, Maria Yeti saat menunjukan kepada Pemprov Papua Tengah ruangan Difabel Center.

Pemprov Papua Tengah berharap dengan adanya pusat layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi pergi jauh-jauh ke luar daerah untuk mendapatkan terapi atau konsultasi bagi anak-anak mereka.

Budiono juga menitipkan pesan kepada para terapis dan orang tua agar tetap semangat dan bekerja dengan penuh kasih.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Matahari Difabel Centre Nabire, Maria Yeti, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas dukungan pemerintah.

Ia menceritakan perjalanan membangun pusat layanan ini dimulai dari perjuangan panjang selama belasan tahun melalui komunitas “Gerilya for Difabel” yang masuk ke pelosok kampung dan pulau-pulau terpencil.

Momen peresmian matahari difabel center.

Maria menjelaskan gagasan membuka pusat terapi ini berawal dari tingginya kebutuhan masyarakat Nabire akan layanan terapi gratis yang masih sangat minim. Ia bahkan sempat mendatangkan tim terapis dari Solo, Palembang, hingga Jakarta agar anak-anak di Papua Tengah ini bisa mendapatkan penanganan yang layak tanpa harus memikirkan biaya yang besar.

“Awalnya layanan ini hanya untuk anak sekolah, tapi karena permintaan masyarakat umum sangat banyak, hari ini kami resmi membukanya untuk umum karena kami tidak hanya ingin membuat anak menjadi pintar, tapi juga ingin membantu kesehatan mereka,” ungkap Maria.

Ia berharap kehadiran pusat layanan ini menjadi langkah awal bagi gerakan sosial yang lebih besar di Papua Tengah, di mana semua pihak saling bahu-membahu memberikan perhatian kepada kaum difabel.

“Harapan saya, tidak hanya pemerintah dan kami para guru, tetapi juga ada relawan dari masyarakat yang mau memberikan ilmunya serta waktunya untuk kita bersama-sama merawat orang-orang yang membutuhkan bantuan kita di sini,” tutup Maria Yeti.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Alokasi dan Realisasi Dana Bantuan Studi APBD Nduga 2026 Disorot, IPMNI Desak Evaluasi Total

26 Juli 2026 - 21:28 WIT

Kenang Jasa Guru Perintis dan Pemikiran Pendidikan Papua, Tiga Buku Siap Diluncurkan di Nabire

13 Juli 2026 - 08:08 WIT

Pemuda Katolik Komcab Nabire Sukses Gelar Diskusi Literasi Digital Bagi Perempuan

9 Juni 2026 - 22:43 WIT

PPDB SMK Yamewa Enarotali: Buka Pendaftaran Jurusan Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

7 Juni 2026 - 20:38 WIT

Gandeng Komite Persiapan Persma USWIM Nabire, Kolektif Jurnalis Pinggiran Gelar Diskusi Publik

5 Juni 2026 - 11:53 WIT

Membaca KORASLIMA, Mendidik Generasi: Menyalakan Harapan dari Tanah Tabi

31 Mei 2026 - 17:36 WIT

Trending di Pendidikan