Site icon sasagupapua.com

Pemprov Papua Tengah Mantapkan Program Sekolah Sepanjang Hari

PJ Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule saat membuka kegiatan seminar Sekolah Sepanjang Hari, Senin (20/7/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar seminar pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua Tengah, BP3OKP, sejumlah tamu undangan, serta perwakilan sekolah dan tim SSH dari Universitas Papua (UNIPA).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNIPA, Simson Wirimon, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas kepercayaan yang diberikan dalam penyelenggaraan program ini.

“Hari ini terhitung 249 hari sejak diluncurkannya Program SSH pada tanggal 14 November 2025. Dalam rentang waktu ini, terdapat sejumlah program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh tim dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di beberapa lokus lingkup kabupaten Provinsi Papua Tengah. Seminar hari ini adalah bentuk akuntabilitas UNIPA sesuai dengan moto kami, Ilmu untuk Kemanusiaan,” ungkap Simson.

Simson menegaskan bahwa Program SSH bukan sekadar memperpanjang waktu belajar di sekolah. Menurutnya, program ini merupakan strategi komprehensif untuk memberikan ruang pembelajaran yang lebih luas dan mendalam bagi siswa, membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian, serta menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang memperkaya pengalaman siswa sekaligus menjaga mereka tetap berada dalam lingkungan yang aman, produktif, dan terarah.

“Dengan adanya program ini, kita berharap anak-anak Papua Tengah tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial, budaya, dan spiritual yang kuat. Keberhasilan program ini tentu tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah daerah semata, tetapi diperlukan sinergi semua pihak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seminar ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam merumuskan model implementasi yang ideal sesuai karakteristik serta kearifan lokal. Ke depan, UNIPA akan memetakan tahapan yang dikerjakan oleh OPD teknis agar peran perguruan tinggi secara optimal dapat menjadi fasilitator, tim monitoring dan evaluasi, serta perencana strategis.

Selain itu, UNIPA berkomitmen memfasilitasi guru-guru SSH untuk mendapatkan tambahan program, termasuk Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang spesifik tentang SSH.

Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule. Dalam arahannya, Silwanus menyatakan bahwa seminar ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan SSH sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan generasi Papua Tengah yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan berintegritas.

“Pelaksanaan SSH selaras dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. SSH tidak boleh hanya dipahami sebagai penambahan waktu belajar, tetapi harus memperkuat proses pembelajaran, karakter, minat dan bakat, serta pendampingan peserta didik secara terarah,” tegas Silwanus.

Silwanus menekankan bahwa sekolah pelaksana SSH harus menjadi contoh mutu pendidikan melalui sarana prasarana yang layak, pembelajaran inovatif, dan lingkungan yang aman. Ia meminta seminar ini menghasilkan langkah operasional dan sistem evaluasi berkala dengan melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik.

Terkait dukungan pendanaan, Silwanus menyampaikan instruksi tegas merujuk pada Surat Penegasan Nomor 38/VII/2026/BP3OKP.PT. “Sehubungan dengan pengalokasian minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027, saya meminta TAPD Provinsi dan para Bupati di delapan kabupaten menaati ketentuan tersebut dalam penyusunan APBD,” pintanya.

Ia menegaskan bahwa anggaran tersebut harus mendukung pemenuhan Standar Pendidikan Nasional dan operasional SSH. Dinas Pendidikan kabupaten diwajibkan untuk mendampingi dan mengawal pelaksanaan program di setiap sekolah. Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan lintas sektor, di mana Dinas PUPR diminta membantu renovasi gedung, sanitasi, air bersih, dan perlindungan sekolah pesisir. Dinas Kominfo harus memastikan akses internet yang andal, dan PT PLN diharapkan memprioritaskan ketersediaan listrik dan penerangan di lingkungan sekolah.

Khusus untuk Kabupaten Nabire, Silwanus mengingatkan agar program SSH tidak hanya berpusat di sekitar kota.

“Jangkauannya harus diperluas secara bertahap ke Topo, Siriwo, dan wilayah pedalaman lainnya. Pemerataan mutu pendidikan adalah komitmen kita agar setiap anak memperoleh layanan yang setara,” katanya.

Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan BKPSDM di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera memetakan dan meredistribusikan tenaga pendidik berdasarkan kebutuhan riil.

“Jangan ada sekolah yang kelebihan guru, sementara sekolah di pedalaman masih kekurangan,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Silwanus berpesan kepada kepala sekolah dan guru agar mengelola kegiatan akademik, pembinaan karakter, olahraga, seni, budaya, dan kegiatan keagamaan secara seimbang dengan tetap memperhatikan kesehatan dan kenyamanan peserta didik.

“Transformasi pendidikan membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Investasi terbaik yang kita berikan hari ini adalah pendidikan berkualitas bagi anak-anak sebagai pewaris masa depan Tanah Papua. Mari satukan visi dan langkah agar Program Sekolah Sepanjang Hari memberikan manfaat nyata, meningkatkan mutu sekolah, dan membuka kesempatan yang lebih baik bagi seluruh anak Papua Tengah,” pungkasnya.

Exit mobile version