Pemprov Papua Tengah yang dipimpin Gubernur Meki Nawipa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Puncak untuk mempercepat pembangunan wilayah terisolasi melalui tiga sektor utama:
- Pendidikan: Peletakan batu pertama Sekolah Berpola Asrama di Ilaga, pembagian laptop bagi siswa SMAN 1 Ilaga, serta komitmen membangun sekolah bagus di Distrik Doufo dan Dervos tahun depan.
- Kesehatan: Penyerahan Alkes, renovasi gedung RSUD Ilaga, serta bantuan dana operasional rujukan/transportasi pasien OAP kurang mampu sebesar Rp1,5 miliar (2025) dan Rp500 juta (2026).
- Energi & Infrastruktur: Peresmian PLTS terpusat 30 Kwp di Distrik Dervos dan Doufo yang menerangi 180 rumah warga serta fasilitas publik (sekolah, puskesmas, tempat ibadah, kantor distrik).
SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mempercepat pembangunan di wilayah terisolasi dan tertinggal. Langkah strategis ini terwujud saat Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memboyong rombongan pejabat tinggi melakukan kunjungan kerja krusial ke Kabupaten Puncak pada Sabtu (26/9/2026).
Kunjungan ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat yang merindukan hadirnya penerangan, fasilitas pendidikan yang layak, serta peningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Agenda kunjungan kerja tersebut diawali di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, dengan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Berpola Asrama. Langkah ini menjadi fondasi awal transformasi pendidikan anak-anak pedalaman agar mampu mengenyam pendidikan yang terstruktur dan berkualitas.
Tak hanya itu, sektor kesehatan turut mendapat suntikan dana signifikan melalui penyerahan bantuan operasional RSUD Ilaga, termasuk Dana KO SEHAT dan pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) untuk RSUD serta Puskesmas setempat. Generasi muda juga diapresiasi lewat penyerahan bantuan laptop bagi siswa-siswi yang berpartisipasi dalam Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2026.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Distrik Dervos dan Doufo untuk meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat berkapasitas masing-masing 30 Kwp. Kehadiran infrastruktur energi terbarukan ini berhasil menerangi 110 rumah warga di Dervos serta 70 rumah warga di Doufo, lengkap dengan fasilitasi penerangan untuk tempat ibadah, kantor distrik, sekolah, hingga puskesmas. Momen hangat tercipta saat seluruh rombongan menyatu bersama warga setempat dalam tradisi tatap muka dan makan bersama (Barapen).
Sentuhan Emosional dan Komitmen Pembangunan Pendidikan dari Gubernur Meki Nawipa
Kunjungan ini terasa sangat emosional bagi Meki Nawipa. Dalam arahannya, orang nomor satu di Papua Tengah ini menyampaikan keterikatan batin yang mendalam dengan wilayah Lembah Rufaer dan sekitarnya, yang pernah menjadi wilayah pelayanannya saat masih aktif berprofesi sebagai penerbang.
“Mamberamo Rufaer adalah bagian dari hidup saya. Mulai dari sini, Dervos, Doufo di sebelah, Fona sampai ke Foisa ke bawah. Jadi ke depan, dan saya ini juga pilotnya orang Mamberamo. Jadi kalau Mamberamo ini tidak ada, belum tentu saya bisa jadi gubernur. Dulu saya melayani di beberapa lapangan terbang di Mamberamo ini dan terima kasih banyak. Doufo, Dervos, kamu sudah ikat suara untuk saya jadi gubernur,” ujar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.
Gubernur juga menegaskan bahwa pemenuhan fasilitas penerangan ini merupakan bentuk pemenuhan janji politiknya kepada masyarakat pedalaman, yang akan segera dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur sekolah berkualitas mulai tahun depan.
“Kita sudah bangun listrik. Anak-anak sekolah tahun depan saya pastikan di Doufo kita akan bangun sekolah yang bagus. Jadi anak-anak sekolah ini setelah duduk, anak kecil saya lihat kita butuh sekolah, kita akan butuh guru, kita akan bangun sistem untuk Rufaer, khususnya Dervos, Doufo, dan sekitarnya bisa sekolah di Doufo tahun depan. Setelah itu kita akan bangun kampung lainnya yang bagian dari Provinsi Papua Tengah. Kalau saya bisa sekolahkan, listrik sudah. Kalau saya bisa sekolahkan orang Mamberamo, saya bisa pasang listrik di beberapa kampung di sini, berarti biaya yang dulu Mamberamo kasih sudah lunas,” jelas Meki Nawipa.
Ia juga berpesan agar seluruh fasilitas energi yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat Puncak.
“Saya pikir itu, Pak Bupati, kita sudah mulai. Jadi tidak ada lagi gunung, tidak ada lagi lembah. Pemerintah sudah masuk di sini, ada Pak Bupati. Listrik ini sebentar sedikit lagi saya sudah serahkan ke Pak Bupati, berarti sudah milik Pemda Puncak. Jadi seperti begitu, saya tidak perlu bicara banyak. Jadi kita berharap ke depan, satu per satu kita lakukan. Biarlah lampu ini yang selama ini gelap menjadi terang. Besok kita akan pikir lagi kalau bisa bor air kita bor, kita akan bangun sekolah, orang Mamberamo akan jadi tuan di atas tanah ini, orang Mamberamo akan jadi bupati suatu saat, dan orang Mamberamo akan pimpin negeri ini ke depan. Itu doa saya dan Tuhan memberkati,” tambahnya.
DPR RI Tekankan Pentingnya Perawatan Fasilitas PLTS Demi Keberlanjutan
Turut hadir dalam rombongan, Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, mengapresiasi terobosan Gubernur Papua Tengah dalam memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat terisolasi. Namun, ia mengingatkan agar daya tahan fasilitas penerangan ini dijaga secara kolektif oleh warga setempat.
“Pertama, saya terima kasih Pak Gubernur, Pak Bupati, dan teman-teman semua. Pak Gubernur telah memenuhi janjinya ya. Saya bilang Pak Gubernur, kalau menyelamatkan orang Papua, yang pertama itu sekolah. Dan saya hari ini bahagia karena kami tadi mulai dengan peresmian sekolah di sana, dan di sini penerangan,” tutur Komarudin Watubun.
Komarudin menyoroti pentingnya edukasi teknis kepada pemuda lokal agar mampu merawat panel surya dari gangguan debu dan lingkungan.
“Karena Pak Gubernur sudah serahkan, anak-anak muda tolong dilatih untuk merawat. Kebetulan saya punya pemahaman sedikit urusan barang ini. Jadi kalau di atas itu debu tebal, biasa dia serapnya lemah. Jadi harus ya rutin dilap, dibersihkan supaya daya tangkap panasnya itu stabil. Jadi anak-anak muda itu harus ditugaskan betul, karena banyak solar cell di hampir seluruh Indonesia itu gagal karena dipasang dipikirnya ‘Ah dia terang terus aja begitu,’ padahal tidak. Apa pun harus dirawat. Kemudian juga akunya, baterainya juga harus diperhatikan. Kalau tidak, ya terang habis itu, ‘Habis terang, terbitlah gelap.’ Pak Gub punya cita-cita ‘Habis gelap, terbitlah terang.’ Dan dengan memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, saya gunting pita ini sebagai peresmian digunakannya listrik ini untuk dua distrik, Distrik Daufo dan Dervos, untuk dimanfaatkan dan dirawat sebaik-baiknya,” tegas Komarudin sebelum memotong pita peresmian.
Suka Cita dan Rasa Syukur dari Pemerintah Distrik Hingga Warga Lokal
Kegembiraan tak tertahankan terpancar dari raut wajah para tokoh lokal dan warga setempat saat menyaksikan wilayahnya kini terang benderang. Kepala Distrik Dervos, Tinius Wonda, mewakili seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi terdalam atas kepedulian jajaran pemerintah provinsi.
“Hari ini, saya sebagai kepala distrik, ucapan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua datang mengunjungi di Distrik Dervos untuk menyalakan lampu. Karena di Distrik Dervos ini sudah terjangkau. Tetapi luar biasa Gubernur untuk membantu kami masyarakat Dervos. Tujuh kampung sudah mendapat lampu sesuai dengan kebutuhan kami di rumah keluarganya masing-masing. Terima kasih. Dan selanjutnya, kami beberapa hal yang kami sudah disampaikan Pak Gubernur untuk membantu kami. Ya, itu sudah ada tadi kami sudah diserahkan 7 poin untuk membangun 2027 ke depan. Itu kami masyarakat Dervos di harapkan. Terima kasih Bapak Gubernur,” ujar Tinius Wonda.
Ungkapan haru juga meluncur dari perwakilan masyarakat setempat yang mengaku sangat tersentuh atas kedatangan langsung jajaran pimpinan daerah ke wilayah mereka yang selama ini terisolasi.
“Terima kasih Bapak Bupati, Bapak Gubernur Papua Tengah, sudah hadir di tempat ini kami minta terima kasih. Bapak Gubernur Papua Tengah, kami punya daerah kesulitan tetapi kami tadi sudah resmikan lampu, Distrik Daufo dan Dervos, kami sudah merasakan Bapak Gubernur Papua Tengah. Kami sedih sekali karena belum pernah lihat bupati dan gubernur, tapi hari ini kami lihat bupati dan gubernur. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Gubernur,” ungkap salah satu tokoh masyarakat dengan nada emosional.
Suntikan Anggaran dan Sarana Kesehatan Bagi RSUD Ilaga
Manfaat nyata dari kunjungan kerja ini juga dirasakan langsung oleh sektor kesehatan di Kabupaten Puncak. Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Ilaga, Sepina Telenggen, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan alokasi anggaran dan fasilitas medis yang diserahkan langsung oleh Gubernur.
“Kami mewakili dari RSUD Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah sangat memuji syukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena Tuhan itu baik sehingga memimpin kepala daerah atau Bapak Gubernur Provinsi Papua Tengah yang telah membantu kami anggaran sebesar 1,5 miliar rupiah untuk tahun 2025 dan untuk tahun 2026 sebesar 500 juta rupiah khusus digunakan untuk pasien emergency atau rujukan pasien khusus orang asli Kabupaten Puncak yang kurang mampu. Khusus dibiayai untuk transportasi dan dirujuk keluar dari Kabupaten Puncak Jaya,” jelas Sepina Telenggen.
Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut sangat berdampak bagi peningkatan kualitas layanan operasional rumah sakit dan masyarakat luas.
“Semoga dana yang diberikan bantuan dari Bapak Gubernur Provinsi Papua Tengah bisa bermanfaat bagi masyarakat kami khususnya Kabupaten Puncak dan sekitarnya. Terima kasih, semoga Tuhan yang mempunyai berkuasa dapat memberikan kekuatan, kesehatan, hikmat terus kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran dalam tugas dan kepemimpinan ke depan. Dan juga satu hal kami tadi lupa menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur juga atas bantuan alkes atau alat kesehatan RSUD ya, dan juga bantuan renovasi gudang gedung Radiologi RSUD Ilaga dan rawat inap RSUD Ilaga,” tuturnya.
DPR Papua Tengah Dorong Penguatan Sektor Pendidikan, Infrastruktur, dan Ekonomi Pertanian
Dukungan penuh terhadap langkah Gubernur juga mengalir dari parlemen daerah. Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., yang hadir langsung dalam kunjungan kerja tersebut bersama Bupati Puncak Elvis Tabuni, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto, serta Kabinda Papua Tengah, memberikan apresiasi tinggi atas terobosan infrastruktur penerangan ini.
“Luar biasa Pak Gubernur bisa membayar sebagian janji politik beliau untuk menjadikan Provinsi Papua Tengah ini Papua Tengah terang. Pemanfaatan energi surya merupakan pilihan teknologi ramah lingkungan yang dapat membantu masyarakat memperoleh penerangan tanpa membebani kehidupan sehari-hari. Namun, fasilitas PLTS ini harus rutin dirawat, salah satunya dengan membersihkan debu yang menempel pada panel surya agar daya tangkapnya tetap optimal,” kata Suripatty.
Selain sektor energi, Suripatty memberikan perhatian mendalam pada kondisi pendidikan di Dervos dan Doufo yang masih memprihatinkan karena minimnya fasilitas gedung sekolah dan tenaga pengajar.
“Kasihan anak-anak usia sekolah kalau mereka belum bersekolah karena belum ada gedung sekolah yang memadai, belum ada guru SD yang baik. Aspirasi masyarakat mengenai pembangunan sekolah menjadi hal penting yang harus mendapat perhatian serius pemerintah. Begitu pula dengan peningkatan pelayanan kesehatan, ketersediaan moda transportasi perahu bermotor untuk jalur sungai, pengaspalan landasan bandar udara, serta pembangunan jalan guna memperkuat konektivitas antarwilayah terpencil,” tegasnya.
Suripatty juga melihat potensi ekonomi besar yang tersimpan di sektor pertanian pedalaman jika dikelola secara komersial dan modern oleh pemerintah daerah.
“Kalau kita hanya tanam satu kebun kecil, itu kan habis saja untuk konsumsi. Tapi kalau kita membuat program penanaman kebun kacang misalnya berhektar-hektar atau kebun singkong, ini akan dapat dikelola untuk peningkatan sumber pendapatan. Komoditas seperti kacang tanah dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, termasuk makanan dan oleh-oleh, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani lokal di samping sektor pertambangan,” terangnya.
Melihat kondisi wilayah yang aman dan kondusif, Suripatty optimistis pembangunan di Kabupaten Puncak dapat berjalan pesat dan tepat sasaran.
“Kami melihat masyarakat di sini hidup berdampingan secara damai. Situasi yang kondusif ini adalah modal utama. Kami berharap negara harus hadir dalam bentuk pembangunan di bidang-bidang utama, pendidikan, pelayanan kesehatan sampai dengan pelayanan infrastruktur. Seluruh pihak harus bersatu mendukung upaya pemerintah dalam membangun wilayah terpencil agar masyarakat dapat memperoleh akses pendidikan, kesehatan, listrik, transportasi, dan peluang ekonomi yang jauh lebih baik,” pungkasnya.
Kebahagiaan Pelajar Penerima Bantuan Teknologi
Program digitalisasi dan apresiasi budaya yang dibawa rombongan Gubernur memberikan kesan mendalam bagi para siswa di Puncak. Rasa bahagia disampaikan langsung oleh perwakilan siswi penerima bantuan laptop dari SMAN 1 Ilaga.
“Nama saya Yuliana Wakerkwa, saya dari SMA Negeri 1 Ilaga. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Tengah untuk bantuan laptopnya. Tuhan Yesus akan memberkati dalam pelayanannya,” ungkap Yuliana Wakerkwa.






