Site icon sasagupapua.com

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, APINDO Dogiyai Rangkul Akademisi Papua

Ketua APINDO Dogiyai berfoto bersama Dosen Tetap di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga sebagai Praktisi, Kurniawan Patma. (Foto: Ist)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai semakin memantapkan langkah dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui jalinan kerja sama strategis dengan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (FEB UNCEN) serta para praktisi. Sinergi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Dogiyai agar menjadi entitas bisnis yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Fokus utama dari kolaborasi ini adalah penyelenggaraan program pelatihan, pembinaan, serta pendampingan yang berkelanjutan bagi kelompok binaan APINDO.

Seluruh rangkaian program tersebut dirancang secara komprehensif untuk mengasah literasi kewirausahaan, membenahi tata kelola usaha, meningkatkan kualitas pengembangan produk, hingga memperluas akses pasar serta jejaring kemitraan bisnis bagi para pelaku usaha lokal.

Ketua APINDO Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai mengatakan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat ini dilakukan dengan landasan data yang kuat. Pihaknya telah melakukan pendataan dan pemetaan mendalam terhadap pelaku usaha di berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, hingga sektor jasa.

Melkianus menjelaskan data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program yang tepat sasaran sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan bagi masyarakat.

“Kebangkitan ekonomi di Dogiyai tidak mungkin dicapai sendirian, melainkan harus melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Kami mengajak seluruh OPD, instansi teknis, lembaga keuangan, BUMN/BUMD, serta sektor swasta untuk bahu-membahu mendukung prioritas pemberdayaan UMKM ini,” ujar Melkianus.

Sebagai langkah nyata dalam akselerasi program tersebut, APINDO Kabupaten Dogiyai telah melaksanakan pertemuan penting dengan para akademisi sekaligus praktisi dari FEB Universitas Cenderawasih pada tanggal 24 dan 25 Juni 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan akademisi dan praktisi yang sangat proaktif dalam berbagai kegiatan pembinaan pelaku usaha di Tanah Papua, di antaranya Kurniawan Patma, S.E., M.Ak., CAP., CRP., CIISA, Klara Wonar, S.E., M.Ak., CAP., serta Dr. Maylen Kathrin Petra Kambuaya, S.E., M.Si., Ak., CA., CAP.

Kurniawan Patma yang dikenal luas sebagai sosok akademisi sekaligus praktisi yang dedikatif dalam mendampingi pelaku usaha di Tanah Papua, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah momentum penting bagi UMKM lokal untuk naik kelas. “Pendampingan  teknis yang relevan dengan kebutuhan lapangan akan menjadi kunci agar para pelaku usaha tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan ekonomi,” tuturnya.

Menutup rangkaian diskusi tersebut, Melkianus Tebai menegaskan kembali pentingnya posisi strategis UMKM dalam struktur ekonomi daerah.

“UMKM bukan sekadar pelaku ekonomi, tetapi fondasi kemandirian daerah; ketika akses pasar terbuka, kapasitas pelaku usaha meningkat, dan kolaborasi terus diperkuat, maka kesejahteraan masyarakat Dogiyai akan tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Melkianus

Exit mobile version