Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 8 Apr 2025 08:56 WIT

Pimpin Apel Perdana, Johannes Rettob Singgung Mulai ada yang Titip ‘Badan’


Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan jajaran saat pemeriksaan barisan dalam momen apel pagi. (Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua.com) Perbesar

Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan jajaran saat pemeriksaan barisan dalam momen apel pagi. (Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong memimpin apel perdana yang berlangsung di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (8/4/2025).

Apel diikuti oleh seluruh pegawai yang ada di lingkungan Pemkab Mimika. Apel ini merupakan apel perdana usai libur Idul Fitri.

Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan hari ini ia dan Wakilnya berdiri untuk apel perdana mereka dalam lima tahun kedepan.

“Saya berharap apa yang sudah kita sepakati bersama sebagai ASN, honorer yang diperbantukan dalam melaksanakan tugas tugas kita sebagai pelayanan masyarakat, ASN kita laksanakan dengan baik,” serunya.

- Advertising -
- Advertising -

Ia mengatakan tahun ini memasuki pemerintahan yang baru harus memiliki semangat yang baru, dengan pemikiran yang baru dan mental yang baru.

“Rubah kelakuan, PNS itu harus punya attitude yang baik, mental, dedikasi dan moral yang baik,” ujarnya

Johannes juga mengatakan dalam pemerintahan mereka tidak ingin melihat PNS dengan pakaian dinas mabuk di jalan.

“Kita ini PNS berpakaian sebagai pelayan masyarakat harus rapi, sehingga bisa menyenangkan orang, kalau pakai pakaian dinas, harus atributnya lengkap, nanti secara bertahap kita akan perbaiki, sehingga lima tahun kedepan baik,” ujarnya.

Visi misi mereka lebih banyak pada ASN, ASN kata dia harus responsif.

“Kalau ada hal yang keluhkan oleh masyarakat harus segera bertindak, ini akan kita rapatkan dalam evaluasi dengan pimpinan OPD, harus efektif, PNS harus berpikir positif, harus terampil, berpikir sistematis dan harus objektif dan sebagai ASN harus punya rasa untuk maju pada diri kita, pekerjaan kita, dan mampu berdaya saing,” ucapnya.

Maju mundurnya kabupaten Mimika, kata John sangat tergantung pada ASN.

“Jangan lagi ingat masa lalu, harus menatap masa depan yang cerah, mari kita bangun Mimika ini sama-sama, kamu kerja baik-baik, laksanakan tugas sebagai ASN yang profesional,” ucapnya.

Ia juga berpesan jangan ada yang suka menitip ‘badan’ alias titipan agar mendapatkan jabatan.

“Biasa saja kita tunjukan profesionalisme kita kalau kerja baik, pasti kita akan lihat, ada yang bilang kalau JR jadi bupati mau mengundurkan diri dari ASN, tidak tau apakah benar atau tidak, ada yang bilang mau pindah, bahkan ada yang sudah menyimpan ruangan, bersih-bersih, ada lagi kelompok yang sudah buat kabinet A dan B, jangan kamu percaya, saya tau kalau ada yang pakai uang saya tidak pakai dia,” ujarnya.

Menurutnya praktik tersebut adalah ciri ciri ambisius ASN.

“Tidak ada lagi bupati-bupati kecil yang mau mengatur jabatan ini, jabatan itu, tidak ada lagi,” ujarnya.

Bahkan kata John ada yang mencoba untuk menghadap Wakil Bupati untuk sebuah jabatan.

“Pak Wakil Bupati langsung lapor saya, tapi tidak apa-apa namanya juga usaha,” celetuknya

Ia mengatakan, dengan kepemimpinan yang baru harus memiliki semangat yang baru, dan mental yang baru.

“Jangan titip a titip badan lewat jalur b titip nama bawa SK, ada lewat paguyuban, kerukunan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan untuk semua jabatan akan dilaksanakan secara profesional.

“Kami akan melakukan secara profesional secara UU ASN. Eselon II harus sesuai dengan pangkat, jabatan background. Semua harus assessment kami akan bentuk tim untuk bentuk assessment,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 1,212 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama