Site icon sasagupapua.com

PRF Nabire: Grup Musik Asal Manokwari, Sagoo Roots Bakal Bawa Lagu Bahasa Boven Digoel

Grup Musik Reggae alas Manokwari, Sagoo Roots. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Grup musik reggae terkenal asal Manokwari, Papua Barat, Sagoo Roots, kembali menunjukkan eksistensinya dalam gelaran Papua Reggae Festival (PRF) ke-11 yang berlangsung di Lapangan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah. Kehadiran Sagoo Roots tahun ini menjadi momen istimewa setelah sempat absen dalam tiga gelaran festival sebelumnya.

Vokalis Sagoo Roots, Kaka Ambi, mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali berpartisipasi dan menyapa para penikmat musik reggae di tanah Papua.

“Bagi Sagoo Roots, ini adalah kali kedua kami tampil. Kami pertama kali ikut pada tahun 2022 di Jayapura saat PRF ke 7. Setelah sempat absen tiga kali, puji Tuhan kali ini kami bisa hadir kembali di Nabire,” ujar Kaka Ambi usai menyelesaikan sesi check sound di panggung PRF, Rabu (14/10/2026).

Menghadapi penampilan yang dijadwalkan sebagai line-up pamungkas atau pengisi panggung puncak, Sagoo Roots terus melakukan berbagai persiapan matang. Mengingat para personelnya tersebar di beberapa daerah seperti Manokwari, Sorong, hingga Jakarta, proses konsolidasi dan penyusunan materi lagu dimaksimalkan begitu mereka berkumpul di Nabire.

“Sesuai jadwal, kami ditaruh di line-up paling terakhir di acara puncak. Untuk persiapan kali ini, kami masih menyusun materi lagu. Setelah check sound, kami akan merapikannya lagi. Personel kami memang ada yang dari Manokwari, Sorong, dan Jakarta, bahkan kemarin kami baru kumpul dan langsung naik kapal ke sini. Makanya tadi saat check sound kami membawakan lagu yang ada dulu. Namun, teman-teman personel sudah terbiasa tampil di acara reguler seperti kafe dan berbagai festival lain, jadi semuanya bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Pada penampilannya kali ini, Sagoo Roots akan membawakan deretan lagu karya sendiri dengan sentuhan bahasa dan unsur budaya daerah yang kental. Dari sekitar tujuh karya ciptaan mereka, beberapa lagu andalan dipastikan siap menghibur masyarakat Nabire.

“Puji Tuhan, Sagoo Roots sudah menciptakan sekitar enam sampai tujuh lagu. Salah satu lagu ciptaan sendiri yang akan kami bawakan besok menggunakan bahasa Muyu dari Boven Digoel, wilayah paling selatan Papua. Selain itu, kami juga membawakan lagu berjudul Anak Papua, lalu lagu Celebration yang bercerita tentang rasa syukur atas apa yang Tuhan berikan, serta akan ditutup dengan satu lagu yang mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal Papua, seperti makan sagu dan pisang,” kata Kaka Ambi.

Kaka Ambi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak panitia penyelenggara yang mengusung tema seni dan budaya pada festival tahun ini. Menurutnya, PRF menjadi wadah megah untuk menyatukan keberagaman suku dan bahasa di tanah Papua.

“Kami sangat sepakat dan mendukung penuh langkah panitia PRF kali ini yang mengangkat tema budaya. Berbagai macam suku dan bahasa di Papua dapat ditampilkan di panggung megah ini. Kami memberikan dukungan penuh dan ingin mempersembahkan yang terbaik, bukan hanya untuk PRF, tetapi juga untuk tanah Papua,” tegasnya.

Kaka Ambi mengajak seluruh masyarakat Nabire dan sekitarnya untuk datang dan menyaksikan langsung kemeriahan festival reggae terbesar di Papua ini.

“Untuk masyarakat Nabire dan sekitarnya, jangan lupa besok datang. Karena yang tampil bukan cuma teman-teman dari Nabire saja, tetapi para musisi dan grup band reggae dari seluruh tanah Papua akan berkumpul pada tanggal 16 dan 17. Khususnya kami dari Sagoo Roots akan tampil di line-up terakhir pada Jumat besok, tanggal 16. Jadi masyarakat jangan sampai terlewat. Ini adalah kesempatan berharga untuk Nabire dan pemerintah daerah, karena momen seperti ini mungkin tidak akan terulang lagi dengan cerita yang sama,” tutup Kaka Ambi.

Exit mobile version