Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 11 Nov 2025 11:51 WIT

Program Dokter Terbang Kabupaten Intan Jaya: Jemput Bola Pelayanan Kesehatan di 8 Distrik


Bupati Intan Jaya, Aner Maisini berfoto bersama para perwakilan Nakes yang akan berangkat menjalankan program Dokter Flight di delapan distrik. Selasa (11/11/2025). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com. Perbesar

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini berfoto bersama para perwakilan Nakes yang akan berangkat menjalankan program Dokter Flight di delapan distrik. Selasa (11/11/2025). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya resmi meluncurkan program “Dokter Terbang” (Dokter Flight). Sebuah inisiatif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Kegiatan berlangsung pada Selasa (11/11/2025) di Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah. Peluncuran ini sekaligus mengantar para tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan medis ke delapan distrik di Intan Jaya selama dua minggu ke depan.

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, dalam wawancaranya menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar kesehatan masyarakat terpenuhi secara langsung di lapangan.

“Program dokter terbang ini tujuannya agar mereka (nakes) turun ke 8 distrik, memastikan kebutuhan masyarakat, kesehatan, karena di Papua Tengah, khusus Papua, ada malaria dan TB,” ujar Bupati Maisini.

- Advertising -
- Advertising -

Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara program nasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan pemerintah daerah Kabupaten Intan Jaya.

Melalui pendekatan jemput bola, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi secara langsung dan menangani kasus-kasus kesehatan secara lebih efektif.

“Kenapa saya buat program dokter flight supaya ini menjadi program jemput bola, agar pemerintah bisa langsung menangani berapa banyak orang yang mengalami gizi buruk, penyakit TB, terus ibu hamil, ini kan penting,” tambahnya.

Pelayanan “Dokter Terbang” ini akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Tim medis yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan dan kepala bidang terkait, bersama dokter, mantri, dan suster yang telah dibagi ke delapan distrik akan bekerja di lapangan, turun langsung ke kampung-kampung untuk melakukan beberapa kegiatan krusial:

  • Pelayanan pengobatan massal gratis.
  • Pengecekan dan pendataan ibu hamil, Bayi dan Balita. 
  • Pendataan kasus gizi buruk, TBC, Malaria dan masalah kesehatan lainnya.

Setelah periode pelayanan dua minggu ini selesai, data akumulasi jumlah penderita dari berbagai kasus kesehatan akan dipastikan. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar untuk program yang lebih besar di tahun mendatang.

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini berfoto bersama para Tenaga Kesehatan di pesawat yang akan mengantar Nakes menjalankan Program Dokter Flight di delapan distrik. Selasa (11/11/2025). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com.

“Tahun depan kita akan lebih besar lagi, kita akan lakukan program Dokter flight. Itu kita langsung per kampung,” jelas Bupati.

Meskipun Intan Jaya dikenal sebagai daerah yang rawan konflik, Bupati Maisini menegaskan bahwa pelayanan publik dan pembangunan harus terus berjalan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Walaupun dengan situasi Intan Jaya daerah konflik, namun pelayanan tetap jalan, pembangunan jalan. Kami pemerintah berharap supaya kita semua menjaga kedamaian, jangan provokasi, jangan hoax,” tutupnya.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 348 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Deinas Geley Ajak ASN Dorong Anak Cucunya Terjun ke Dunia Usaha: Anak Papua Harus Jadi Pemain Ekonomi

19 Januari 2026 - 14:07 WIT

Menakar Legitimasi Politik: Mengapa Otsus Aceh Mengikat, Sementara Papua Digugat?

18 Januari 2026 - 16:51 WIT

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Terima Aspirasi GMNI Mimika Soal Penolakan PT TAS Hingga Saran Pembangunan

16 Januari 2026 - 06:46 WIT

Distrik Mimika Barat Jauh Sepanjang 2025 – Wisata Air Terjun Hingga Kunjungan Kepala Daerah

10 Januari 2026 - 17:41 WIT

Indonesia Resmi Jabat Presiden Dewan HAM PBB 2026 – Apa Saja Tugasnya ?

9 Januari 2026 - 17:55 WIT

Diplomasi Berani Meki Nawipa 2025 Menagih Keadilan Otsus Papua – Pandangan Legitimasi

5 Januari 2026 - 19:45 WIT

Trending di Pemerintahan